Prompt: Childhood friends to step brothers to lovers. "Lo sama si Daffa tuh udah kayak plus one ya. Kalo istilah dalam bisnis, orang-orang bilang buy one free one gitu loh. Masa lo gak sadar sih, Jun?" — Jian Pratama, si yang terpaling tahu.
───── ⋆⋅☆⋅⋆ ─────
Kata orang, buat mengendalikan dan menyedari perasaan tuh susah banget— tambah lagi di waktu kita sudah terbiasa dengan semuanya, baik rutin atau tingkah laku seseorang. Hal yang begitu sulit buat dimengertikan. Terlebih sulit kalo diri sendiri udah jatuh cinta sama seseorang sosok yang boleh dibilang udah seperti keluarga terdekat.
Walaupun dua insan ini tidak terikat dengan apapun pertalian darah, namun masih aja— ia akan dianggap sebagai satu perkara yang agak freak dan nonsense pada mata yang lain. Sebuah hal yang sentiasa bikin sang jejaka yang bernama Arjuna Mahendra itu terus menerus diselubung perasaan yang kompleks dan penuh dilemma.
Ah, ini tersangat konyol dan bodoh. Ia selalu berkata begitu apabila perasaan cinta itu terbit, tiap kali jantungnya berdesir melihat sosok yang dicintai tersenyum bahagia kerana dirinya.
Ini sememangnya sulit. Arjuna tidak pernah meminta perasaan ini hadir, bahkan ia terus menerus menyangkal dan mencantas sekuat hatinya— yang sentiasa diakhiri dengan kegagalan.
Ya. Ia sudah jatuh cinta. Dan cintanya itu lebih dari sayang seorang saudara atau abang kepada adiknya. Ia mencintai Daffa Kavendra, adik tirinya.
"Kak Ajun!" Lamunannya terhenti ketika suara manis itu menyapa indera pendengarannya. Ia menoleh lalu hatinya berdesir buat kesekian kalinya melihat senyuman yang terpapar dia wajah sosok yang menyapanya. Daffa melabuhkan punggung di sebelah Arjuna dengan buku-buku mapel Psikologi dalam dakapannya. Hari ini hujan turun lagi dan mereka tidak punya pilihan melainkan menunggu ia surut.
"Maaf kak kalo aku telat. Tadi aku lagi diskusi bentar sama si Harris, Justin dan si Juan. Mana batre ku abis lagi, duh kacau banget hari ini!" Omel si genit, memandang sang Abang dengan perasaan serba salah.
Asalnya, dia udah bilang ke Arjuna buat tidak menunggunya hari ini memandangkan ia mempunyai diskusi, tapi Arjuna masih bersikeras mau pulang bersama padahal kelasnya Arjuna yang merupakan pelajar Fakultas Bisnis udah kelar duluan dua jam yang lalu.
"Dih, santai. Gue baru pas nongkrong sama si Jian kok di kafe FP. Lagian untung lo pulang barengan gue, mana hujan lagi." Ujar si abang sambil melucutkan jaketnya dan menyerahkannya kepada si adik. Baru saja Daffa mau protes, Arjuna udah duluan menyarungkan jaketnya ke tubuh Daffa.
"Pakai jaketnya. Ini masih dingin loh. Gue gamau lo demam nanti." Kata Arjuna tegas dan Daffa hanya bisa memuncungkan bibirnya. Arjuna cuma terkekeh melihat tingkah adiknya yang sedang sebel, itu sangat lucu dimatanya. Ih, bucin sekali.
Hujan berhenti setelah 30 minit, Arjuna dan Daffa bersiap siaga untuk pulang dengan menaiki motor kesayangan Arjuna yang ia panggil si Bonbon. Tch, nama yang sangat pas dengan motor yang dihiasi dengan sticker imej tengkorakan yang disukai oleh Arjuna.
"Kak, ini si Bonbon nya gamau dimodify gitu? Serem deh pake motif tengkorakan segala! Gak pas banget sama imej kakak yang kalem." Ujar Daffa, disambut dengan eyeroll oleh Arjuna setelah si yang lebih tua menaiki motornya, diikuti dengan yang lebih muda di belakangnya.
"Motifnya kece loh! Rame yang muji gue, lo aja yang gatau!" Decih si Arjuna.
"Idih. Palingan cuma pengen ngejagain hati heheh kalo sama Kak Jian pasti diledekin kan?" Kedua-dua mereka melanjutkan perdebatan mengenai imej Bonbon yang gajelas sepanjang perjalanan pulang. Sampainya di rumah, mereka disambut oleh sang Ibu, Nyonya Kim yang merupakan ibu kepada Daffa dan ibu tiri kepada Arjuna.
YOU ARE READING
FORELSKET. || KYUBBY
RomanceDedicated to my favourite soulmates duo; Kim Junkyu x Kim Doyoung. Forelsket (a.) - the euphoria you experience when you are first falling in love. ⚠️ BXB (Kim Junkyu x Kim Doyoung only- sometimes ft. other treasure side ships; sukhoon, yoshihwan, j...
