Prolog

48 7 2
                                        

_

"Langit, menurutmu ... kita hidup untuk apa?"

Langit yang sedang melamun kini melihat kearahnya. "Bukannya kamu sendiri yang bilang, kalau kita hidup untuk masalah. Masa lupa?" Langit balik bertanya.

Dia menghela nafasnya, dan menjawab pertanyaan Langit. "Lebih dari itu, nyatanya ... kita hidup untuk mati."

"Hah?"

Wajah langit terlihat kebingungan. Pasalnya, Langit yakin bahwa gadis di sampingnya ini tidak suka dengan hal-hal yang berbau kematian, dan lebih suka bermain.

"Enggak, cuma baru sadar bentar lagi udah musim kemarau," ucapnya sambil memandang kosong ke langit biru yang ditutupi oleh awan.

Kini, Langit juga ikut memandang ke arah langit.

Semenjak hari itu, hujan menghilang. Pun rindu milik Langit yang masih basah dalam genang.

_

.

Collab bareng kembaran lagi Bunga_lily2 :v.

Utusan HujanOnde histórias criam vida. Descubra agora