Bel berbunyi menandakan kelas akan segera di mulai, semua murid di sekolah mulai masuk ke dalam kelas masing-masing dan berbincang seperti biasanya di dalam kelas. Suara langkah kaki mulai terdengar dari kejauhan sampai akhirnya langkah itu berhenti di depan pintu kelas. Suasana berisik dalam kelas perlahan-lahan menjadi sunyi, masuklah Ibu Guru serta anak baru yang baru saja berpindah sekolah yaitu Marinette.
Marinette memperkenalkan dirinya di depan kelas, murid murid di kelas mulai berbisik satu dengan yang lain tentang penampilan Marinette yang terlihat lusuh. Setelah memperkenalkan diri, Ia duduk dibagian ujung kelas dan tidak ada yang ingin berbincang dengannya selama pelajaran ataupun istirahat. Tetapi tidak sebanding dengan penampilannya, ia memiliki kepintaran yang luar biasa. Marinette selalu pulang dengan keadaan murung karena ia tidak memiliki satu teman pun sebab penampilannya sehingga orang tuanya merasa khawatir. Orang tua Marinette selalu meyakinkan bahwa ia cantik dan tidak perlu merasa rendah diri.
Seiring berjalannya waktu, Marinette mendapatkan teman yang ia anggap sangat spesial yaitu Angel dan Laura karna mereka adalah teman pertamanya setelah sekian lama. Pada awal pertemenan mereka semua berjalan dengan baik, tetapi lama kelamaan Angel dan Laura suka meninggalkan Marinette sendiri dan membicarakan Marinette di belakang. Mulai saat itu Marinette selalu pulang dengan keadaan murung seperti dulu lagi. Marinette cerita kepada kakak perempuannya Michella karena ia merasa bahwa masalah yang ia alami sekarang sangat mengganggu fokusnya untuk belajar. "Tidak apa.. mungkin mereka hanya bercanda" kata Michella yang ingin menenangkan Marinette. Marinette merasa lebih tenang setelah cerita kepada kakaknya.
Semakin lama, Marinette semakin terbiasa dengan perbuatan yang dilakukan oleh Angel dan Laura kepadanya. Tetapi suatu hari, Angel dan Laura melakukan hal diluar dugaan Marinette. Mereka menghampiri Marinette dan mengomentari penampilan Marinette juga berkata bahwa mereka berteman dengan Marinette hanya karna ia pintar. Tentu Marinette sangat sedih saat mendengar perkataan mereka, tetapi Marinette memilih untuk diam dan tidak membalas perlakuan mereka. Tidak lama setelah masalah itu terjadi, Michella mengetahui hal tersebut dan memberi tahu kepada Ibu dan Ayahnya. Orang tua Marinette tentu bertindak setelah mendengar hal itu, mereka memberitahu kedua orang tua Angel dan Laura lalu orang tua mereka berdua meminta maaf sebesar-besarnya tetapi tidak dengan Angel dan Laura. Mereka terlihat kesal saat meminta maaf tetapi Marinette tetap memaafkan mereka semua.
Setelah hal kelam itu, Marinette memilih untuk fokus belajar. Ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya yang selalu ada saat ia sedih. Tidak terasa Marinette sudah memasuki jenjang SMP, ia mulai memperhatikan penampilannya dan melakukan hal seperti diet untuk mempercantik dirinya. Perlahan-lahan Marinette mulai memiliki kepercayaan diri dan mendapatkan teman karena penampilannya yang membaik. Orang-orang yang mengejeknya meminta maaf termasuk Angel dan Laura, tetapi kali ini mereka meminta maaf dengan serius. Marinette merasa dunia ini sangat bermuka dua tetapi juga senang karena akhirnya ia mendapatkan teman lagi selama bertahun tahun tidak memiliki teman. Di masa SMPnya, Marinette juga merasa bahwa ia mendapatkan teman yang benar-benar ingin berteman dengannya.
Marinette menikmati masa SMPnya di sambili dengan belajar. Marinette pun masuk ke jenjang SMA dengan nilai yang bagus, teman-teman di sampingnya, dan juga keluarganya. Di masa SMA ini, Marinette sangat fokus belajar untuk memasuki jurusan kuliah yang dia ingikan dan untuk menggapai komitmennya untuk menyenangkan orang tuanya dengan hasil kerja keras sendiri. Terlalu fokus belajar, ia mulai tidak peduli dengan penampilannya lagi. Penampilannya mulai berubah sedikit demi sedikit.
Satu persatu kritikan mulai bermunculan dari orang-orang karena mereka sudah terbiasa melihat dirinya yang cantik. Lagi-lagi kritikan orang orang mulai berdatangan di pikirannya. Ia merasa sangat terpuruk apalagi ia sedang stress karena harus belajar terus menerus. Akhirnya Michella pun harus meyakinkan Marinette bahwa semuanya baik-baik saja. Tetapi kali ini perkatan Michella tidak mampu membuat Marinette mengembalikan kepercayaan dirinya. Marinette terus mengunci diri dikamar dan belajar sehingga Ibunya harus membawanya ke psikolog. Seluruh keluarga kahwatir dengan keadaannya yang tidak stabil. Mereka terus mendukung Marinette dan menanyakan kabar Marinette setiap ada acara keluarga.
Hari kehari keadaan Marinette mulai membaik. Dia sudah mulai berbincang dengan keluarganya lagi setelah sekian lama menutup diri didalam kamar. Setelah melihat kedaan Marinette, kedua orang tua dan kakaknya menjadi lebih bersimpati kepadanya. Ia terus bekerja keras walau banyak masalah yang harus di tempuh. Tahun-tahun yang penuh lika liku itu telah berlalu, sekarang Marinette melanjutkan pendidikan di salah satu universitas kedokteran terbaik di Jerman.
YOU ARE READING
Pulang ke Rumah
RandomMarinette, seorang anak yang memiliki masa lalu yang tidak bisa dibilang baik dan harus menjalaninya dengan dukungan dari keluarganya, Bagimana kelanjutan ceritanya?
