Prolog

20.9K 976 8
                                        


Hidupku berakhir dengan sangat biasa.
Tidak ada drama. Tidak ada tragedi besar. Hanya tubuh lelah yang menyerah pada rasa sakit setelah begadang semalaman menyelesaikan novel digital yang baru saja ku unduh.

Judulnya Kebangkitan Sang Kaisar Darah kisah tragis tentang anak bangsawan bernama Kael Caldarion yang berubah menjadi monster berdarah dingin, membunuh seluruh keluarganya dan menjatuhkan kekaisaran.

Alasannya?
Ibunya menyiksa dan membencinya. Ayahnya tidak peduli. Tidak ada satu pun yang benar-benar menyayanginya.
Dan aku sebagai pembaca membenci sang ibu yang bernama Clarisse lebih dari siapa pun.

"Kalau saja anak itu bisa mendapatkan kasih sayang, dia pasti tidak akan tumbuh seperti itu..." gumamku saat tubuhku terasa Semakin berat.
Samar-samar, aku merasa mengantuk... lalu semuanya gelap.

•••

Aku terbangun dikarenakan tangisan seorang bayi.
Kepalaku terasa sakit. Tubuhku terasa aneh dan lemas seperti telah melakukan sesuatu aktifvitas yang sangat menguras energi.

"Yang Mulia, Anda harus menyusui bayi ini sekarang!"
Suara asing terdengar tergesa-gesa.
Tanganku terangkat... dan apa yang kulihat membuatku ingin pingsan.

Tanganku milik wanita lain.
Kulit pucat, jemari panjang, kuku terawat... ini bukan tanganku.

Lalu mataku menatap ke bawah dan aku melihat bayi mungil dengan rambut gelap dan mata berwarna biru yang sedang menangis meraung.

"Bawa dia pergi!" teriakku spontan. Tapi suara itu...
Bukan suaraku.

"Nyoya Clarisse, ini tanggung jawab Anda sebagai seorang ibu."

Clarisse?Bukankah itu... nama ibu dari tokoh antagonis? yang tega menelantarkan anaknya sendiri demi mendapatkan kebahagiannya, dari novel yang kubaca!?

Beberapa hari kemudian, semuanya terkonfirmasi.

Aku transmigrasi.
Tepat ke dalam tubuh Clarisse Vellatrein, wanita yang akan menyiksa anaknya hingga anak itu tumbuh menjadi pembunuh berdarah dingin.

Dan anak yang menangis di pelukanku waktu itu...
Kael.

Bayiku.
Anak yang akan tumbuh menjadi antagonis utama...
Jika aku mengulangi kesalahan wanita ini.

Tapi tidak.
Aku tidak akan mengulangnya.

Kael akan mendapat pelukan yang tak pernah ia rasakan.
Dan jika aku tak bisa mengubah masa depan...
Setidaknya aku akan mati sebagai seorang ibu yang mencintai anaknya.


To be continued..

Cerita ini aku tulis pelan-pelan, sambil nyari arti, nyari rasa.

Kalau kmu baca dan suka, tinggalin vote atau komen ya nggak harus panjang, asal jujur.

Kadang, satu komentar bisa bikin semangat terus balik lagi. terimakasih yang udah mau mampir.

~jeon_jiyoung~

Pelukan Untuk Sang AntagonisHistórias para pegar e não largar. Descubra agora