oleh : Afrida Rifa Naura
Di tengah sudut keresahan
Ia dengar kepak sayap kelelawar di tengah gelapnya malam
Ia dengar resah kuda serta langkah pedati
Ketika langit bersih kembali menampakkan bimasakti
Demi dewi Anjasmara yang siang malam menggerutu mengadu pada puncak kepastian
Ia ucapkan ketegaan, pengusiran, perpisahan, dan kematian
Ia merenungi peta nasib perjalanan peperangan yang tak semuanya terluapkan
Lalu ia membuka aksa
Ia tahu gadis itu akan lebih cepat berjalan
Ia tahu gadis itu tak akan larut dalam lara
Sebab esok pagi, ada tapak yang menjauh ke utara
Sejak saat itu, ia tutup lagi aksa
Mencatat tapak demi tapak yang ada
Anjasmara, tinggallah
Demi mereda asa yang hilang
Merenggut sisa-sisa kebersamaan
Ia genggam erat titik-titik noda
Ia balutkan bunga di atas luka
Lewat renyuh dan ketaksampaian
Ia lupakan wajahnya
Wajah yang tersadar akan anitya
YOU ARE READING
Hirap Cinta Anjasmara
PoetryKegelisahan antara Damarwulan dan Anjasmara mengenai akhir dari nasib cintanya. Kegelisahan dimana Anjasmara akan meninggalkan Damarwulan untuk berperang.
