Aoki menarik napas panjang. Ia telah sampai di depan restoran tempat reuni SMA-nya diadakan. Bertemu dengan teman-teman lama memang menyenangkan. Namun bila ada mantan yang berada diantara teman-temannya, kesenangannya turun menjadi 30%, apalagi bila itu mantan yang tidak ingin ia temui. Bila ia mengatakan tidak ingin bertemu Ida, itu sebuah kebohongan besar. Sejak ia putus dari Ida, ia selalu menunggu pesan dari Ida yang tak kunjung datang. Sepertinya Ida baik-baik saja tanpanya.
Mereka berpisah dihiasi senyuman, seolah-olah tidak ada beban yang melekat di hati keduanya. Maka pertemuan setelah sekian tahun ini juga harus diawali dengan senyuman. Namun bila harus jujur, bagi Aoki perpisahan mereka saat itu adalah titik terkelam di hidupnya. Entah apa yang ada di pikirannya waktu itu sampai ingin menyudahi hubungan mereka. Ida yang ia kira mencintainya sepenuh hati, alih-alih bertanya justru menyetujui keputusannya. Aoki merasa sangat bodoh pernah mempercayai hubungan mereka.
Mendorong pintu masuk ke ruangan yang khusus disewa untuk reuni kelasnya, Aoki menyunggingkan senyum terbaiknya meskipun palsu. Ia melihat sekeliling, mencari wajah yang ia kenal dan sayangnya ia masih mengenal semuanya. Wajah teman-temannya tidak ada yang berubah, hanya semakin dewasa, cantik, atau tampan. Si mantan ketua kelas, Nakabayashi, yang pertama kali menyadari kehadirannya tidak segan-segan menghampirinya. Ia masih terlihat ramah dan bersemangat seperti biasanya. Dengan tidak sabarnya, ia menarik
Aoki ke meja yang dipenuhi oleh teman-teman pria lain.
Nafas Aoki tercekat saat melihat Ida yang duduk tepat di seberangnya. Penampilannya benar-benar memukau. Aoki mengutuk dalam hati, sejak kapan Ida menurunkan poninya seperti itu?! Ia bukan terlihat lebih kalem malah lebih hot sejak terakhir kali Aoki mengingatnya. Apakah ada seorang gadis yang membenahi penampilannya? Apakah ia sudah menemukan pengganti Aoki selama ini? Aoki harus menghapus pikiran buruknya sebelum senyum palsunya terungkap.
"Hai, Aoki. Apa kabar?" Ida mengulurkan tangannya sambil menunjukkan senyum khasnya. Nafas Aoki harus tertahan lagi. Ia tidak boleh kalah. Ia menjabat tangan Ida dan memberikan senyum termanisnya yang diklaim bisa merebut hati seluruh wanita. Sayang sekali Ida bukan wanita.
Saat berjabat tangan, mata Aoki tidak sengaja terbelalak saat melihat cincin yang dikenakan Ida di jari manisnya. Terjawab sudah pertanyaan Aoki. Tidak mungkin pria setampan Ida belum menikah. Pasti ia sudah memiliki istri yang mengurusnya di rumah. Kalau tidak, tidak mungkin Ida serapi ini.
"Baik. Kerja dimana sekarang?" Aoki mencoba mencari topik selagi memperbaiki hatinya yang tengah dilanda topan. Bila Ida sudah menikah, kenapa ia tidak pernah diundang ke pernikahan Ida? Apakah Ida sangat tidak ingin melihatnya lagi? Bahkan semenjak putus, mereka tidak ada komunikasi sama sekali.
"Aku menjadi guru matematika di SMA kita. Aoki sendiri dimana?"
"Aku pâtissier di xxx patisserie" jawab Aoki dengan harapan Ida akan mengunjunginya.
"Toko itu! Aku suka sekali kue di sana! Jadi kau yang membuatnya, Aoki?" Aida yang baru sampai langsung melompat ke arah Aoki dan Nakabayashi. Jantung Aoki hampir copot dibuatnya. Rasanya ia ingin menggeplak kepala Aida. Bukan karena kehadiran Aida yang hampir membuat jantungnya berpindah posisi tapi karena Aida yang pura-pura tidak tahu Aoki bekerja di toko itu. Padahal Aida bisa dibilang langganan di toko tempat Aoki bekerja.
Semakin larut, semakin banyak teman mereka yang datang. Yang sudah berkeluarga rata-rata datang di jam 7 ke atas karena mengurusi keluarga mereka dahulu, sedangkan yang masih single atau belum menikah datang langsung setelah pulang kerja atau membenahi diri mereka dahulu. Hanya 5 orang yang berhalangan hadir karena bekerja di luar kota dan ada urusan keluarga. Reuni yang awalnya terlihat aman-aman saja mulai menjalar ke arah yang berbahaya. Siapa lagi yang memulai hal seperti ini kalau bukan Aida?
YOU ARE READING
Awal yang Baru
FanfictionAwal yang baru setelah kejamnya angin musim semi. Siapa yang menyangka bahwa akhirnya aku kembali jatuh di pelukannya. Check part 1 in @Ihaf_18f Cover by Amoebazoa
