Malam itu hanya ada angin yang berhembus dengan lembut ke pipi seorang gadis remaja dan cahaya rembulan yang menemani gadis tersebut di rooftop sebuah bangunan. Gadis yang memakai hoodie dan celana panjang berwarna hitam tersebut hanya memandangi pemandangan gemerlap kota yang amat indah pada malam tersebut.
"Kenapa pas kayak gini semuanya jadi indah ya? mungkin ini hadiah kecil terakhir di ulang tahun terakhir gua."
"Seenggak nya gua bisa ngeliat pemandangan indah kayak gini for the last time, i think? "
"maybe this time, i can finally free huh?"
Ia pun mulai sedikit melangkahkan diri nya ke arah depan.
Langkah nya terhenti karena ia mendengar langkah kaki dan juga teriakan yang terdengar sangat familiar bagi nya.
"GRACIELLA JANGAN!!!"
"Shanira?" Batin nya.
Iya, itu lah Shanira. Teman masa kecil dan juga.. pacar? Atau entah lah. Saat ini hubungan mereka sedang tak baik baik saja
Dengan tatapan memohon Shanira menatap lurus ke arah teman masa kecil nya itu yang kini sudah berada hampir di ujung rooftop dan bisa kapan saja teman nya itu menjatuhkan diri nya.
"gre,ini aku Shanira. kamu turun ya? please... kamu kan takut ketinggian? bahaya gree.. kita kan juga udah pernah janji gre buat gak tinggalin satu sama lain dan akan saling bantu kalau salah satu dari kita jatuh."
Graciella pun hanya tersenyum sarkas dan tertawa. "HAHAHA, di saat kayak gini semua nya langsung pura pura perhatian dan jadi baik? human are clown. dan apa tadi? janji? AHAHA bullsh*t. bukan nya lu sendiri yang ngerusak janji itu dan tinggalin gua sendirian disaat gua butuh banget someone on my life? sekarang tolong biarin gua bebas ya Shan,boleh??"
"Gree.. aku tau pasti kamu banyak banget beban di pundak kamu,tapi bukan kayak gini jalan keluar nya. untuk kesalahan aku, aku minta maaf.. jangan tinggalin aku gre.. aku gak kuat kalo gaada kamu gre.. maafin aku" lirih Shanira memohon agar Graciella tidak melakukan hal yang nekat. perlahan Shanira pun mendekati graciella.
Melihat Shanira yang makin mendekat
"jangan mendekat. tolongin aku untuk yang terakhir kali nya Shan, i wanna be free." ucap Graciella
"Aku mau bantu tapi tolong gre, jangan. Aku gamau kehilangan kamu." Lirih Shanira yang masih memohon agar Graciella tak melakukan hal itu.
Sedikit lagi tangan Shanira hampir menggapai badan kecil Graciella
"Im sorry Shan. This night finally I can sleep for a while."
Usaha shanira gagal total.
Graciella menjatuhkan diri nya tepat pada jam 12 malam di hari ulang tahun nya.
"GRACIELLA!!!"
*
kriing !!
Sebuah alarm berbunyi dan menunjukkan waktu jam 6 pagi. Tangan perempuan meraba ke arah nakas mencari sumber suara yaitu Hp milik nya. Ia menggeser layar hp nya agar bunyi alarm nya mati. Gadis tersebut menghela nafas yang cukup panjang.
"mimpi aneh lagi." Gumam si gadis tersebut sambil mengusap muka nya dengan kasar.
Gadis tersebut beranjak dari tempat tidur nya menuju ke arah kamar mandi. Di depan cermin ia melihat ke arah pergelangan tangan nya.
"bekas nya belum ilang ya? pake jam tangan aja deh."
Setelah gadis tersebut mandi dan menggunakan baju untuk ia berangkat kuliah, Gadis tersebut berjalan menuju meja makan dan memakan roti menggunakan mentega dan gula. setelah memakan sarapan nya,ia mengambil jaket nya dan berangkat menggunakan motor kesayangan nya sambil mendengar kan lagu favorit nya dengan menggunakan earpods di salah satu telinga nya. ia memiliki hobi berkendara dengan motor.
YOU ARE READING
Efemeral (Greshan au)
FanfictionTW : Abuse, SH, Tox*c Parents, suicidal. GXG AREA Tentang sebuah pertemuan kembali dua puzzle yang berusaha menyatu kembali dan membawa mereka ke fase baru. Seperti apakah perkembangan hubungan mereka? temukan jawaban nya di AU ini!
