"NAHHH, lo yang kalah!" ucap sheila teman plus sahabat azira, sheila memberi uang yang ada di saku baju-nya.
"yahhh.. perasaan dari kemarin kok aku mulu ya yang kalah?" azira mengambil uang sheila dan uang yang di pegang oleh karin.
"udah takdir lo, nggak bisa nolak ra." jawab karin sambil membuka ponsel yang ia pegang.
azira pun berdiri dari duduk nya dengan pasrah, ia meninggalkan kedua sahabat-nya itu, ia pun berjalan menuju kantin sekolah tak jauh dari kelas mereka, hanya selang 1 tingkat dari kelas-nya.
akhir-nya azira pun sampai di kantin, terlihat suasana kantin sangat ramai rasanya memang sudah biasa, jika kantin sepi justru itu yang aneh, karna memang tidak pernah suasana kantin menjadi sepi kecuali jika sekolah libur tentu-nya.
"itu kantin kapan sepi-nya sih?!" ujar azira.
azira pun berjalan menuju tempat mi bakso mba eda yang di kerumunin banyak siswa itu. Jujur saja, mi bakso mba eda memang sangat laris di SMA pamungkas, selagi harga-nya murah mi bakso mba eda juga sangat enak, tak heran memang banyak siswa yang membeli-nya.
"iya bang, ntar gue langsung pu-."
BRUKK!!
kiran pun langsung terjatuh, ia langsung berdiri dan mengambil ponsel-nya rusak gara-gara dia terjatuh tadi sehingga ponsel-nya terbanting.
"KALO JALAN LIAT-LIAT PAKE MATA! BUTA LO HAH?!!" teriak kiran membuat suasana kantin yang tadi-nya ramai menjadi hening seketika, rahang-nya mengeras, kini ia hanya di selimuti dengan emosi.
"m-maaf bang, g-gue enggak sengaja.." balas laki-laki yang tidak sengaja menabrak kiran, ia sangat ketakutan melihat kiran yang berdiri di hadapan-nya.
kiran menarik kerah baju laki-laki tersebut."emang-nya dengan lo minta maaf, handphone gue bisa kembali hah?!"
"gue gak butuh minta maaf dari lo, gue butuh handphone gue kembali." ujar kiran.
"t-tapi g-gue nggak punya uang buat ngegantiin nya bang." balas laki-laki itu.
"maka-nya gausah usik gue kalo lo ga bisa ngegantiin-nya bangsat!" kiran membanting tubuh laki-laki itu sampai ia terpental.
kiran menghampiri laki-laki yang sudah babak belur karena ulah-nya, tidak ada yang bisa menghentikan kiran di kantin itu karena pada dasar-nya mereka memang tidak berani dengan kiran, kalau mereka ikut campur bisa-bisa nasib mereka sama dengan laki-laki itu.
"ini balesan-nya karena lo udah berani sama gue." ujar kiran dengan senyum miring-nya.
BUGH!!
Satu pukulan dari kiran pun melayang namun tidak mengenai laki-laki tersebut, lalu pukulan itu mengenai siapa?
"STOP!! dia udah minta maaf, kakak denger nggak sih?!" ucap azira.
kiran terkejut ternyata yang ia pukul adalah azira."shit! lo ngapain disini anjing?!'
azira hanya diam, ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang? masalah-nya ia juga takut dengan kiran.
"oh, lo mau main-main sama gue?" ujar kiran dengan senyum devil-nya.
G-gimana ini? Aku enggak bisa ngapa ngapain, makanya ra, jangan sok keras. kena juga kan
