...
"bener-bener ya itu orang, ga nyalain lampu sen apa!! Kalau ketabrak sama kita, ya bukan salah kita!"
Papa menghela nafas. Yang tadi ngomong gitu, itu mamaku, mama yang sulit untuk bisa mengontrol emosinya. Dikeluargaku yang sering memendam amarah, masalah, cuma aku. Walaupun terkadang ada saatnya dimana aku ngadepin masalah besar, nah disitu baru aku bisa ceritain hanya ke mamaku saja.
Aku, Flavia Kirana. Seorang cewek yang baru saja memasuki kelas 10 di salah satu SMAN terbaik di Bandung. Alhamdulillah, sih.
"kak, kakak udah diumumin masuk jurusan apanya, belum?" tanya mama padaku.
"ini baru dikasih tau di grup, katanya aku masuk mipa" jawabku sambil memasang wajah lemas.
"wahhh bagus!! Harus pinter pinter ya belajar kimianya, biar kayak mama papa mu inii!"
"hmmm"
Malam ini, malam yang seharusnya waktu untuk Flavia bersiap untuk besok bertemu teman-teman barunya secara tatap muka. Flavia membuka ponselnya, dan mengechat teman dekatnya, Erin.
"Rin"
Flavia hanya ingin melanjutkan omongannya ketika Erin online. Waktu menunjukkan pukul 21:30. Malam ini Flavia sangat bingung bagaimana jika pelajaran di jurusan yang ia akan lalui, lebih tidak dimengerti olehnya, hanya karena selama libur panjang Flavia tidak membuka-buka buku, ataupun mengingat-ngingat pelajaran sekolah.
Ketika Flavia sedang melamun, ada suara notifikasi dari ponselnya. Akhirnya dia bergegas membuka ponselnya berharap bahwa notifikasi itu balasan chat dari Erin, tetapi ternyata bukan. Sebuah nomor tak dikenal dan hanya mengirim pesan,
"halo"
'ini siapa ya? Apa jangan-jangan temen baru, yang tau nomor aku dari grup kelas? Sialan, udah sempet di-read segala lagi' kata Flavia didalam hatinya.
'aduh, harus jawab apa coba??' kata hatinya, lagi dan lagi.
Tiba-tiba ada lagi notifikasi chat yang ternyata dari Erin. Flavia langsung mengeceknya dan Erin hanya menjawab,
"ya?? Ada apa Fi??"
"...blablabla..."
"okay, good luck buat kamu Fii! Kita sama sama berjuang!"
"aah iyaa! Makasih banyaak Rin semangaat jugak!"
Tak lama, Flavia langsung bergegas tidur, menaruh ponselnya di meja belajarnya, tanpa memikirkan siapa orang yang mengirim pesan 'halo' padanya itu.
"ayo cepet pake sepatunya" mama yang bilang.
Akhirnya Flavia bergegas dan masuk ke mobil untuk berangkat sekolah, diantar mama pastinya.
Setelah disekolah, ketika pertama kali merasakan masuk sekolah SMA, Flavia merasakan hawa yang beda, bangunannya juga asing. Tetapi, tanpa pikir panjang Flavia langsung bertanya kepada pak satpam soal letak kelasnya. Ternyata kelasnya persis bersebelahan dengan perpustakaan, dalam hati Flavia reflek ngomong 'asyikk! setiap istirahat, setiap pulang sekolah bisa mampir dulu'.
Ketika masuk kelas, terlihat sudah banyak sekali orang, rasanya Flavia ingin pulang saja, karena di kelas yang sekarang ia tempati, ia belum mengenal satupun orang untuk dijadikan temannya. Akhirnya dia memilih untuk duduk, sambil menuju ke kursi yang akan ditempatinya ia menundukkan kepala, karena malu. Akhirnya sudah tenang, karena Flavia sudah duduk, tetapi kursi yang ada di kelas tersusun duduknya berdua-berdua, Flavia jadi makin takut, bingung, karena memikirkan siapa yang akan duduk di sebelahnya.
Bel sudah berbunyi, tetapi kursi disebelah Flavia masih saja kosong, belum ada seorang pun duduk di sebelahnya. Dalam hati Flavia 'yahh yaudah deh gak apa-apa'. Flavia melihat-lihat sekeliling kelasnya, rasanya ingin sekali dia berkenalan kepada salah satu orang yang ada di kelasnya dan menjadikannya teman pertamanya.
"assalamualaikum" tiba tiba, seorang guru perempuan memasuki kelas dan memberi salam.
"waalaikumsalam buuuu" jawab seluruh siswa yang ada di kelas.
Tiba-tiba tak lama dari guru itu datang, seorang anak laki-laki bertubuh tinggi, memakai jaket hitam, dan terlihat menggenggam kunci motor datang. Dan dia langsung melihat sekeliling, termasuk melihat kearah Flavia juga.
"assalamualaikum bu, mohon maaf saya telat masuk kelas soalnya tadi motornya mogok dijalan, sekali lagi saya minta maaf bu" kata laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya dan sedikit tergesa-gesa.
"waalaikumsalam, ya ampun, kamu ini masih anak baru, peraturan memakai jaket disekolah juga berlaku kan? Sudah telat, melanggar peraturan lagi, jangan diulang! Sekarang buka dulu jaketnya, lalu langsung cari tempat duduk."
Posisi dia masih di depan kelas, tepatnya membelakangi papan tulis, dan di depan kelas pula ia membuka jaketnya. Ketika sudah membuka jaketnya, dia melihat lagi ke sekeliling untuk mencari tempat duduk yang tepat, dan matanya tertuju kepada tempat duduk sebelah...
Flavia!
Flavia tadi sedikit terkejut dengan kedatangan anak laki-laki yang telat itu, berusaha menghiraukan dan tidak menaruh harapan lebih kepada laki-laki tersebut dalam segala hal apapun termasuk hal ia duduk di sebelahnya. Flavia menghiraukan momen tersebut dengan membaca komik yang dia bawa, dibawah meja. Ketika sedang membaca komik, laki-laki tersebut meghampirinya. Tepat di sebelahnya.
Flavia spontan menengok kearah laki-laki tersebut dan laki-laki tersebut hanya menaikkan alis nya dan tanpa basa-basi duduk disebelahnya. Akhirnya disitulah momen Flavia merasa tidak nyaman, mungkin belum.
"baik anak anak ayo kita mulai dengan perkenalan dulu ya, ...blablabla...." ucap guru tersebut.
"baik perkenalannya Ibu sambil absen aja ya, nanti kalian yang dipanggil namanya silahkan berdiri ditempat bilang hadir dan perkenalkan tentang diri kalian ke teman-teman kelasnya"
Flavia merasa dirinya tidak siap untuk berdiri didepan teman teman sekelasnya saat itu. Tak lama bu renny mulai mengabsen satu satu siswa dikelas. Flavia berada di absen 12. Jadi menurutnya namanya tak lama lagi akan dipanggil.
"Asep Maulana"
"hadir bu, halo semuanya salam kenal..blablabla..."
Guru itu sibuk mengabsen dan memperhatikan satu-satu anak-anak muridnya itu berkenalan. Sampai akhirnya..
"Elfino Hamzah Alkahfi"
Tiba-tiba cowok yang duduk disebelah Flavia berdiri, Flavia spontan langsung menoleh kearahnya.
"hadir bu" jawab cowok tersebut dengan menundukkan kepala.
"ohh kamu yang telat itu,, coba perkenalkan diri kamu dulu" ucap Guru tersebut.
"halo semuanya, udah pada taukan namaku? Aku biasa dipanggil Zahfi, taukan singkatan dari apa? Ya, nama panjangku. Semoga kalian mau jadi temanku di jangka waktu setahun ini, atau mungkin seterusnya" kata Zahfi, dengan sedikit gugup.
Satu kelas melihat kearahnya, beberapa perempuan yang ada di kelas itu seperti terpesona dengannya, termasuk Flavia.
Lalu mendadak Flavia jadi merasa sangat gugup, malu, dan sedikit kaku. Dipikirannya hanya 'hah? Kenapa aku sebangku sama orang kaya dia, sih?!'.
...
YOU ARE READING
eyesight
Romance- Ternyata, yang setia akan kalah sama yang serius. - Original Story, Made By @miinefl since 2022. This novel is still on-going. Enjoy! (─‿‿─)♡
