nightmare

5 0 0
                                        

"kamu itu kenapa si gabisa buat papa bahagia!?"

"Dasar anak bodoh!, segitu ga ada apa apa nya"

"Ga guna kamu!"

"Kamu dan mama kamu itu sama saja, sama sama menyusah kan"

"Kenapa diam saja!?"

"Berani melawan kamu ya!?"

"Enggak pa... jangan.." Gumam laki laki itu di setiap tidur nya

" Maaf...maaf.." kata itu selalu terucap dari nya saat Ter tidur
"Ga boleh... Mama..jangan..pa.." ia selalu gelisah dalam tidur nya

"Huh! Jangan!" Ucap nya saat ia terbangun dari tidurnya, ia mendudukan badan nya sembari terus mengusap dada nya.
"Gapapa..gue gapapa..tenang oke..huft.." ucap nya coba tenang kan. ia melihat jam pada hp nya, sekarang masih pukul 01.14  dan dia harus terbangun gara gara mimpi buruk nya itu.

Ting!
Nana: Jeje lo gapapa kan? kok gue ngerasa ga baik ya?
Dia melihat siapa yang mengirim pesan padanya pada saat malam hari, ternyata teman baiknya, Nana.

"Gue kenapa Napa na.." ucap nya lirih sambil menyimpan kembali handphone nya di atas laci.

Dia memutuskan untuk pergi tidur kembali.

Oiya, laki laki ini bernama jeandra, jeandra Abimanyu. Lelaki dengan tatapan mata yang tajam, tapi sangat manis saat tersenyum. Lelaki yang irit bicara pada temannya. Lelaki yang tak mau kelihatan lemah di depan 'orang lain' yang tak tahu tentang hidup nya. Jeandra, putra tunggal dari tuan Abimanyu yang selalu di paksa melakukan semua hal yang ia inginkan. 'jeandra Abimanyu' laki laki yang menyimpan banyak cerita, tapi seakan akan ia bisu. Sikap acuh nya karena keluarga nya sendiri, karena papa nya.

___________________________________

"JEANN!! WOYY" panggil seorang laki laki yang tengah melambaikan tangan  sambil berlari ke arah nya

"Haduh, cape banget anjr.. huh..huh.." ucap lelaki itu sambil ngos ngosan.

"Siapa suruh lari?" Ucap Jean pada nayaka atau kerap di panggil naya oleh orang lain.

"Ya..gue mau? Oh iya! Lo semalem gapapa kan?" Lagi lagi ia menanyakan keadaan dirinya dari semalam.
alih alih mendapat jawaban ia malah di tinggalkan oleh laki-laki itu. "Sialan Lo je" umpat nya sambil mengikuti Jean.

___________________________________

"nan, gue balik duluan ya! Maaf ga bisa bareng gue ada urusan" ucap nya pada hanan, teman nya.

" Oh iya gapapa, tapi Lo emang nya bawa kendaraan?" Tanya hanan

"Ngga si, tapi gue bisa naik taxi nanti" jawab nya sambil mengacungkan jempol.

Beberapa menit ia diam di depan univ, mahasiswa/i sudah banyak yang pergi untuk pulang namun ia menunggu seseorang di sana.

"Ngapain?" Tanya Jean yang tiba tiba berada di belakang nya.

"Nungguin Lo." Jawabnya
"Kenapa nungguin?"
"Ih banyak tanya banget, ayo pulang pegel nih" ucap nya sambil melipat kedua tangannya di dada
"Yaudah ayo" ajak jean sambil berjalan duluan ke parkiran.

Mereka berdua telah berada dalam mobil dan Jean mulai menghidupkan mesin nya sebelum ia melajukan mobil nya ia melirik kepada Nana sambil bertanya

"mau langsung kerumah apa mau kemana dulu?"

"Hmm, ke..." 'aduh kemana ya biar bisa lama?' "beli makan dulu kali ya, gue laper nih nungguin Lo" ucap nya sambil mengusap perut.

"Resto atau pinggir jalan?" Tanya nya sekali lagi

" Pinggir jalan aja kali, kek mau nge date aja resto haha"
'boleh tuh nge date, wkwk. Ga mungkin lah mikir aja Lo na, na.' ucap nya dalam hati sambil tersenyum

"Oke." Setelah itu Jean langsung melajukan mobilnya menuju warung makan yang sering ia dan Nana kunjungi.

Setelah makan jean langsung mengantarkan Nana kerumah nya.

"Jee, gue masuk yaa~" ucap Nana sambil melambaikan tangan sebelum ia menghilang di balik pintu berwarna putih itu.

"Ok, we are always alone here... so now where are we going? Apa gue harus ke rumah? Oke gue balik." Ucap nya sebelum melajukan mobilnya, menuju..rumahnya.

Saat sesampainya di rumah ia langsung membuka pintu dan ..

Bughh!!

"Dasar anak tidak guna! Kenapa baru sampai? Apa kamu sibuk mencoba wanita wanita di sana!? Bodoh!" Ucap  laki laki yang telah menonjok pipi kirinya dengan begitu keras.

"..." Ia terdiam, pandangan nya buram seketika.

Plakk!

"Jawab! Apa kau bisu!?" Papanya yang geram karena anak itu hanya diam.

Setelah ia di pukul, lalu ia di tampar. oleh papa nya.

"Makasih sambutan nya, pak." Ucap Jean sambil melengos pergi ke kamar nya.

"Sialan kau! Beraninya!" Teriak papa pada Jean sambil membanting vas

Prangg!

Jean langsung menutup pintu kamar nya, ia kunci kamar nya dan ia tutup telinganya.

Ia tertidur dengan posisi terduduk di depan pintu kamar nya dan memeluk kaki nya

Mama, Jean takut.

To be continued ✓

Separuh JiwaWhere stories live. Discover now