Chapter 1 [18+]

42.9K 986 178
                                        

Kuperingatin hati-hati!
Baru chap 1 udah ada adegan 18+ nya ;-;










Isagi Yoichi, remaja yang terpaksa bekerja di sebuah bar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ia tidak tau di mana orangtuanya sekarang. Sejak kecil ia terpisah dari orangtuanya. Ia dulu mengalami kecelakaan yang menyebabkannya hilang ingatan dan terpisah dengan keluarga kandungnya, hanya tersisa sebuah kalung dengan namanya yang tersisa.

Kemudian ia diasuh oleh seorang nenek-nenek yang menemukannya saat itu dan dirawat sampai menjadi remaja seperti ini. Nenek-nya meninggal 3 tahun lalu saat ia masih kelas 8 JHS.

Kini ia hidup sendiri dan harus bekerja demi kelangsungan hidupnya.

"Isagi!" bentak seorang pria yang menghampiri nya. Yoichi sedikit tersentak dari lamunan-nya. Lagi-lagi ia melamun saat bekerja.

"Maafkan saya. Saya tidak fokus hari ini," ujar Yoichi sambil membungkuk-kan badannya guna meminta maaf pada orang yang berstatus sebagai atasannya itu.

"Kau sudah sering kali melamun. Fokus lah jika kau tidak ingin kehilangan pekerjaanmu."

"Sekali lagi maafkan saya." Yoichi kembali membungkuk dan orang itu pergi meninggalkan nya.

Yoichi menghela napasnya entah untuk apa. Tapi ia merasa sangat lelah.

"Hei, kau."

Yoichi mengerjap-kan matanya beberapa kali saat seseorang menegur nya. Yoichi menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan apa orang yang di maksud itu orang lain yang ada di sekitarnya.

"Aku?" tanya Yoichi sambil menunjuk dirinya sendiri.

Orang itu memutar bola matanya malas, "Iya tentu saja kau. Kemari," suruh orang itu.

Yoichi mendekatinya. "Butuh bantuan?" tanya Yoichi saat sudah sampai di hadapan pria yang memanggilnya tadi.

"Aku mendengar sedikit pembicaraanmu dengan orang tadi. Dan sepertinya kau kurang nyaman bekerja di sini," ujar orang itu.

Yoichi diam mendengarkan. Lalu apa maksudnya?

"Apa kau mau kerja ditempat temanku? Dia butuh seorang pelayan pribadi," tawar orang itu. Yoichi mengernyit bingung.

"Pelayan pribadi?"

Orang itu terkekeh mendengar jawaban Yoichi. "Memang kenapa? Mau atau tidak? Bayarannya cukup tinggi."

"Apa ... aku akan diterima?" tanya Yoichi ragu.

"Kalau gitu ikut denganku sekarang." Orang itu hendak menarik tangan Yoichi, tapi Yoichi segera menahan dirinya. "Ada apa?" tanya orang itu.

"Pekerjaanku belum selesai."

"Masa bodo dengan itu. Bilang kalau kau mengundurkan diri." Orang itu kembali menarik Yoichi menuju mobil-nya, mengabaikan panggilan Yoichi yang meminta untuk dilepaskan.

"Oh ya, Michael Kaiser, namamu siapa?" tanya orang itu begitu mereka sudah berada di dalam mobil.

"Isagi Yoichi." jawab Yoichi seadanya. Mobil pun mulai jalan membelah jalanan kota pada malam hari.

⋆⋅⋅⋅≻∘──── ★ ────∘≺⋅⋅⋅⋆


Setelah beberapa saat perjalanan, mobil Kaiser memasuki pekarangan rumah yang sangat mewah. Yoichi terkagum melihatnya sampai tidak sadar mulutnya menganga sekarang.

Kaiser terkekeh kecil melihatnya, kemudian membuka pintu mobil-nya dan berputar untuk membukakan pintu untuk Yoichi.

Yoichi keluar dan mengucapkan terima kasih pada Kaiser. Mereka secara beriringan berjalan menuju pintu utama. Kaiser mengetuk nya beberapa kali namun belum ada jawaban dari yang punya rumah.

Sweet Butler [18+]Stories to obsess over. Discover now