22-01-2021 merupakan momen yang tak terlupakan bagi Bertrand dan Anneth, pasalnya mereka telah melangsungkan upacara pernikahan di sebuah Gereja Katedral di Jakarta.
Setelah mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan Yang Maha Esa kini acara resepsi keduanya di gelar di sebuah ballroom mewah di salah satu Hotel terkenal.
Banyak yang mendoakan mereka karena memang keduanya adalah penyanyi terkenal yang berbakat. Selain cantik dan tampan mereka juga humble, baik, tidak pernah sombong terhadap fans mereka, itu juga salah satu alasan mereka sangat di sayangi oleh semua orang.
Tanpa Mereka sadari hari ini mereka menjadi Raja dan Ratu. Semua orang tertuju pada mereka di pelaminan, tapi keduanya tampak asyik dengan dunia mereka, seolah-olah yang lain hanya ngontrak.
" Ini undangannya kok gak putus-putus ya Nyo? Berapa undangan sih?" Tanya Anneth
" Gak tau deh yank, berapa. Ini kebanyakan undangan dari orang tua kita. Perasaan teman-teman kita gak sebanyak ini deh." Jawab Bertrand.
"Duh pengantin baru bisik-bisik aja. Sabar atuh" goda Ayah Ruben yang merupakan orang tua Bertrand.
"Bukan gitu yah ini tamunya banyak banget. Aku lapar yah."
" Iyaa sabar bentar lagi kelar ni." Jawab Mami Debby. Ibu dari Anneth.
Akhirnya jam menunjukkan pukul 11.00 malam para tamu sudah pulang dan hanya tersisa beberapa orang saja.
Anneth yang kebetulan sudah lelah meminta izin untuk naik ke kamar yang sudah di sediakan oleh pihak hotel sebagai kamar pengantinnya. Anneth diantar oleh bunda sedangkan Bertrand masih di bawah menemani beberapa orang.
" Neth, bunda pamit dulu ya, nanti ada orang yang bantuin buka gaun dan makeup kamu. Kalau ada apa-apa bunda sama mami ada di lantai bawah kamar ini. Nanti telpon saja ya." Pesan bunda
" Baik Bun, makasi ya" Anneth sangat bersyukur karena di berikan Mertua yang sangat baik, serta perhatian. Dia yakin tidak akan terjadi perseteruan antara mertua dan menantu seperti di film-film itu. Gak kebayang deh kalo hal itu sampai terjadi. Sungguh mengerikan.
Beberapa saat setelahnya orang dari WO sudah datang untuk membantu dirinya berbenah, saat ini Anneth sudah mandi dan merasa segar.
" Aku harus ngapain ya? Ini malam pertama kan? Duh kok deg-degan ya?" Sehari sebelumnya Anneth mencari tau apa yang harus di lakukan saat malam pertama dan itu membuat wajahnya memerah.
Sambil menunggu Bertrand, dia berbaring sambil membuka sosial media yang banyak notifikasi dari instagramnya. Banyak yang mengucapkan selamat serta doa untuknya.
Cklek, terdengar suara pintu terbuka, ternyata Bertrand memasuki kamar. Membuat seketika hatinya berdebar. Padahal Bertrand hanya masuk kamar saja. Wajahnya sudah memerah.
" Kamu kenapa? Kok memalingkan wajah begitu?" Tanya Bertrand sambil melepaskan jam tangan juga dasinya.
" Gapapa dih, kenapa sih? " Jawab Anneth ngegas, padahal dia tidak berniat begitu hanya saja dia menutupi kegugupannya. Astaga siapa yang tidak gugup di depannya sekarang ada suaminya. Catat. Suami. Masih belum terbiasa dan tidak menyangka ternyata dia sudah menikah.
" Ck, kok ngegas?, Nanya baik-baik loh aku nya"
" Gapapa, sana ah kamu mandi dulu,"
" Mau ikut mandi? Sekalian gosok punggungku yang," tentu bertrand tidak serius dia hanya menggoda Anneth saja, lucu sekali wajahnya yang memerah seperti sekarang.
"Gaaakkk apaan sih, sana mandi, kamu ga usah goda aku ya?.
"Hahaha habis kamu lucu sih," tawa Bertrand masih terdengar hingga dia memasuki kamar mandi.
Sambil menunggu Anneth sebenarnya gugup, dia tidak tau harus ngapain, tak lama kemudian Bertrand sudah selesai mandi. Ikut menyusul Anneth ke ranjang. Sumpah sebenarnya dia gugup juga. Walau dia bisa mengendalikan kegugupannya dengan bersikap santai.
" Kamu lapar gak?" Tanya Bertrand ketika sudah menyibakkan selimut.
"Enggak, kamu lapar? Mau makan? Biar aku pesenin Room Service."
"Enggak, kita tidur aja yuk, capek banget tau gila banget undangannya ga habis-habis,. Besok harus siap-siap ke bandara juga jam 10.00 pagi." Terang Bertrand.
Rencananya mereka akan berangkat bulan madu ke Jepang. Sebenarnya mereka berdua hanya ingin ke Raja Ampat saja untuk destinasi bulan madunya karena Anneth tau Bertrand suka dengan laut, tapi apalah daya ketika tiket serta akomodasi sudah di persiapkan oleh orangtuanya. Katanya hadiah pernikahan.
" Iya aku juga capek" jawab Anneth
"Siniin dong yang, masak kamu jauh- jauh di pinggir kasur begitu. Nanti jatuh. Aku mau ngomong sama kamu" ucap Bertrand.
"Ngomong apa?" Sambil mendekat ke arah suaminya. Astaga masih geli saja benaknya menyebut Bertrand suami.
" Makasi ya udah hadir dalam kehidupan aku, aku beruntung punya kamu, makasi udah bersedia jadi istri aku." Ucap Bertrand sambil mencium kening istrinya.
"Sama-sama. Ini awal dari kehidupan yang sebenarnya. Kita bisa kerja sama jika ingin rumah tangga kita berhasil."
" Iyaa pasti. Kamu tau seberapa cinta nya aku sama kamu."
Malam itu mereka tidur berpelukan melewati malam yang indah itu.
To be continue..
YOU ARE READING
Love Life
RomanceSetelah melewati Lika liku pendekatan dan berpacaran, kedua insan ini akhirnya berani melakukan komitmen yang lebih serius lagi.
