O1

18 7 4
                                        

Hari Pertama ;

Hari Pertama ;

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Kenapa...?"

Itulah kalimat yang Kenma lontarkan pagi ini. Dia berdiri terpaku. Melihat ibunya yang sedang memasukkan pakaian Kenma ke koper.

"Mama mau ngusir aku, ya?" ucap Kenma polos.

"Enak saja!" sang Mama menjawab. "Mama sedang memasukkan baju-bajumu untuk pergi ke rumah Tante besok."

"Besok? Kita akan pergi ke rumah Nenek?"

"Bukan kita. Tapi kamu, Kenma sayang." Mama mencubit pipi Kenma dengan gemas.

Ah iya, Kenma ingat. Hari ini adalah hari pertama liburan di sekolahnya. Dan hal yang paling menyenangkan, dia liburan selama satu bulan penuh!

Woo hoo! Dia bisa menghabiskan waktunya untuk bermain game seharian. Ini benar-benar keberuntungan.

"Tapi video game-nya Mama sita, ya." Mama memberitahu. Seakan-akan bisa membaca pikiran Kenma.

DEG. Dia langsung terpaku. "B... berapa lama aku akan di sana?"

"Satu bulan, sayang."

Satu bulan? Di perdesaan? Tidak ada internet? Ini benar-benar neraka. Terlebih lagi, dia akan bertemu dengan orang itu lagi. Menyebalkan.

Kenma sedang merenung, menatap jalanan dari kaca mobilnya. Memikirkan bagaimana nasibnya di sana nanti.

"Maa, kenapa aku harus berlibur di rumah Tante?" rengeknya.

Sang Mama menatap Kenma dari kaca mobil. "Karena Mama tidak mau kamu menghabiskan waktu hanya untuk bermain gim. Seperti tahun lalu."

Kenma melipat tangannya, mem-poutkan bibirnya. "Tapi, aku 'kan masih sering latihan voli!"

"Kamu masih bisa bermain voli bersama Kuroo, Nak." Kali ini giliran ayahnya yang berbicara. "Toh, katanya dia juga suka voli."

Kenma mendecih. Aah, Kuroo lagi, Kuroo lagi! Dia sudah muak dengan si rambut gagak itu. Orang itu kerap mengganggu Kenma di manapun dan kapanpun dia berada.

Kenma ingat dengan kenangan buruk yang alami beberapa tahun yang lalu. Waktu itu, Kuroo terus menerus memberikan smes kencang padanya.

"Mama yakin kamu akan betah bersama Kuroo, sayang. Dia anak yang baik."

***

Kenma merasa mual ketika berada di mobil tadi. Jalanan terasa naik-turun. Jangan lupakan jalanan yang curam, serta belokan yang tajam. Begitu memusingkan.

Kenma turun dari mobil dengan terhuyung-huyung. Ketika dia keluar, udara yang dingin langsung datang menyambutnya.

"Ayo, sini masuk ..." Dia bisa mendengar Tantenya memanggil.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 17, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Another LocationWhere stories live. Discover now