Anak laki-laki kisaran 7 tahun, dia bisa merasakan ada yang mengguncang tubuhnya, menepuk pipinya beberapa kali lalu membuka matanya dengan paksa. Cahaya putih menyilaukan menembak tepat ke retina matanya membuat kesadarannya kembali perlahan. Ada banyak orang berkerumun memandanginya dengan berbagai macam ekspresi yang sulit diartikan, tapi dia sama sekali tidak peduli.
Dia menoleh ke sampingnya, tampak tangan terjulur berlumuran darah lalu ketika pandangannya bergulir, dia melihat seseorang yang begitu ia kenali tengah menerobos kerumunan sambil menangis dan berteriak, tapi semuanya seperti mimpi, dia tidak mendengar apapun hingga orang itu sampai di hadapannya dan berteriak lagi
"BANGUUUN!!!"
"BANGUUUUUUNN!!!!"
Sial, lagi-lagi dia bermimpi aneh.
Nafasnya memburu payah, keringat dingin memenuhi sekujur tubuh atasnya bahkan bantal yang ia pakai sampai basah, mimpi malam tadi benar-benar yang terparah dari seminggu belakangan. Sejak dia pindah ke rumah sewa yang baru sebulan lalu dia sering sekali dihinggapi dengan mimpi buruk dan aneh-aneh. Seseorang pernah berkata kalau kau pindah ke tempat baru maka kau harus tidur membelakangi jendela, dan mungkin karena selama ini dia tidur menghadap jendela jadilah dia selalu bermimpi yang aneh-aneh.
Tapi apakah dia perduli? Tidak, tentu saja.
Kim Younghoon, pemuda 23 tahun yang telah hidup mandiri sejak lama. Wajahnya tampan seperti pangeran di negeri fantasi, tubuh tinggi semampai dengan bahu yang lebar sangat membantu pekerjaannya sebagai seseorang kurir. Dia sangat suka pekerjaan itu.
Younghoon bukanlah pemuda yang terlahir kaya, pun dia bukan seseorang yang berpendidikan tinggi, dia hanyalah pemuda sederhana dengan kehidupan yang pas-pasan dan tidak tahu kapan dia akan mati.
Iya, meskipun memiliki aura yang baik tapi sebenarnya Younghoon hanyalah seorang pemuda yang putus harapan. Semua hal yang terjadi pada dirinya sampai detik itu adalah suatu kesalahan baginya, tapi mau bagaimanapun dia menolak takdir, hidupnya akan tetap seperti itu.
Dia menenggak beberapa pill sekaligus lalu mendorongnya dengan setengah gelas air kemudian pergi ke toilet, mematut rupa dirinya pada sebuah cermin yang menempel langsung di dinding kamar mandi, agak berembun tapi wajahnya masih terlihat jelas disana.
Menyedihkan sekali, tulang selangkanya semakin terlihat jelas seperti akan tembus keluar dari kulitnya. Rahangnya semakin tajam dan rambutnya sudah mulai panjang. Younghoon sudah lupa bagaimana rasanya daging panggang atau bahkan samgyetang, setiap hari dia hanya mengkonsumsi mie instan dan kimbab yang dijual di toko klontong, begitu terus setiap hari tanpa sadar sudah sebulan lebih dia melakukannya hanya karena dia marah pada keadaan lalu dia menghukum dirinya sendiri dan membiarkan tubuhnya sendiri kekurangan nutrisi.
Hari ini Younghoon akan membiarkan perutnya merasa kenyang dan makan apapun yang dia mau, untuk hari ini dia akan melakukannya sepulang kerja. Karena mati dalam keadaan lapar itu sangat tidak lucu.
"Oh, Younghoon! Kau rupanya, lama tidak bertemu" seorang pria paruh baya menyapa ketika Younghoon melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko tempat dia bekerja, sebut saja Pak Kim.
Younghoon hanya tersenyum seraya berjalan mendekat padanya lalu membungkuk hormat sekali, dia menunjuk kunci mobil pick up yang tergantung di pilar hendak mengambilnya tapi pria itu dengan cepat menariknya menuju ke meja kerjanya lalu Younghoon diminta duduk di hadapannya.
YOU ARE READING
ATARAXIA [Yunho x Yunghoon]
Fanfiction'Rasanya seperti kehausan di tengah lautan, kau nyaris mati tapi sebanyak apapun air laut disana tetap tidak akan bisa menyelamatkanmu'
![ATARAXIA [Yunho x Yunghoon]](https://img.wattpad.com/cover/327957639-64-k369847.jpg)