P R O L O G

4 3 0
                                        

Bab 00:
Cleo dan Patra

Jerman—Januari, 2056.

Cleo dan Patra. Banyak yang mengira bahwa mereka berdua bukanlah sepasang anak kembar, karena biasanya anak kembar akan disuguhkan dengan hal-hal yang berbau kembar.

Cleo Eileen Malevendrick, anak laki-laki pertama di keluarga Malevendrick generasi ke 3 dengan Patra Aileen Malevendrick sebagai anak perempuan pertama di keluarga Malevendrick generasi ke 3.

Mereka berdua memang sepasang anak kembar yang memiliki kepribadian yang sama, namun berbeda selera.

Cleo lebih suka hal-hal yang berbau lokal namun masih terbilang elegan berbanding dengan Patra yang lebih suka hal-hal yang berbau mewah nan glamor.

Akan tetapi penampilan keduanya tidak akan jauh dari baju berwarna hitam atau gelap.

Kalau pun kalian mengira mereka berdua berasal dari keluarga Mafia, itupun tidak sepenuhnya salah.

Malevendrick generasi ke 3 memang telah memasuki dunia gelap tersebut jauh sebelum keduanya lahir.

Dan saat ini, Cleo dan Patra tengah bersiap-siap akan berangkat untuk penerbangan balik ke Indonesia.

"Barangnya sudah semua?" Patra menoleh lalu mengangguk tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikitpun lalu berjalan meraih jaket berwarna hitam dengan tulisan ‘Patra sang Panglima’ abstrak.

"Aku mau ke bawah dulu, mencari sesuatu yang wajib kita bawa sebelum bertugas!" Cleo menoleh lalu mengangguk tersenyum misterius, sepeninggalan Patra didalam kamar.

Cleo hanya duduk diatas kasur Queen Size dan memikirkan rencana yang sudah dipersiapkan matang oleh keduanya. Rencana gila yang akan menghancurkan semua orang yang terlibat.

Ting.

Suara denting ponsel membuat atensi Cleo teralih ke arah ponsel miliknya.

Semuanya telah siap, tinggal menunggu dirinya dan Patra saja yang harus mendarat ke Indonesia terlebih dahulu lalu menjalankan semuanya tanpa terhalang oleh banyaknya masalah

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Semuanya telah siap, tinggal menunggu dirinya dan Patra saja yang harus mendarat ke Indonesia terlebih dahulu lalu menjalankan semuanya tanpa terhalang oleh banyaknya masalah.

Cleo bangkit dari duduknya lalu mengambil sebuah masker hitam dan membawa koper miliknya dan Patra ke bawah menggunakan lift.

Patra tengah menelpon seseorang dengan beberapa kertas ditangannya, Cleo menghampiri lalu memberikan masker tersebut dan mengode lewat picingan mata.

Patra mengangguk, "Bagus. Aku akan segera berangkat ke Indonesia, tunggu dan jangan bergerak terlebih dahulu. Tinggal menunggu Kak Zakary saja lalu berangkat." Kepala Patra nampak mengangguk-angguk lalu mematikan sambungan dan menatap kakaknya yang tengah menatap dalam dirinya.

"Kematian ini akan segera terungkap, mulai dari anak-anaknya lalu mereka-mereka yang keluarganya terlibat."


Nikmati sensasinya lalu rasakan setiap pergerakan.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Oct 24, 2022 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Hai, Cleopatra!Donde viven las historias. Descúbrelo ahora