00. perkenalan

21 0 0
                                        

Hari ini, hari pertama aku kenal novan, laki laki yang di idamkan banyak wanita aku mengenalnya karna ayah ku dengan ayah nya cukup dekat. Sekitar pukul 07.00 malam  novan datang ke rumahku mengantar beberapa buku yang ayah ku titip dari luar kota. "Assalamualaikum bah, ini novan mau anter buku titipan" salam novan terdengar malas, oiya ayah ku biasa di panggil abah Mirza dan ibu ku umi nula, nama lengkap abah itu mirza qalbi al islamy dan umi kanula airani. Saat itu anaya yg mendengar suara novan segera menjawab dan menghampiri nya, "waalaikumsalam sebentarr" jawab ku terburu buru mencari kerudung, "iyaa" balas novan sangat singkat. Tak lama pintu ku buka, wangi parfum laki laki ini benar' mencekat di hidung ku, aroma yg sangat wangi ini selalu teringat, "ada apa ya? mau cari abah?" tanya ku perlahan, " iya cari abah lo " jawab nya ketus, "duduk dulu biar aku panggil abah" suruh ku lalu aku pergi ke atas untuk memanggil abah, "wangi si iya, tapi baju nya ga ada yang lebih sopan lagi apa ya, padahal mau ketemu abah tapi pakaian nya begitu, ketus bgt lagi jawab nya" celoteh ku dalam hati sembari berjalan cepat.
Tok.. tok.. tok..
"abah ada yang cari tu, laki laki anak muda gitu" ucap ku di depan pintu kamar
"iya sebentar" jawab ayah ku lalu membuka pintu
"kamu masuk kamar ya" pinta ayah ku yg ku balas anggukan.
"MasyaAllah novan, masi suka nongkrong kamu nak?" tanya abah
"ya lumayan la bah, biasa ama anak belakang indomart" jawab novan sembari tertawa kecil
"tadi putri abah? ko baru liat" lanjut novan
"iya, anaya emg ga pernah keluar van takut klo keluar malah nakal, soalnya kan blm ada yg bisa abah percaya van"
"oalaa iya di bah, takut ya klo anak perempuan"
"iya van, kamu mau kenalan? cantik anak abah"
"aduh bah ko jadi bahas begini ya, tapi boleh bah"
"gapapa, abah percaya klo kamu, walaupun ketua geng tapi ya insyaAllah ga bandel' amat"
"aamiin bah insyaAllah, selalu inget Allah ko, oiya ini buku nya bah novan gabisa lama lama, mau lanjut nongkrong"
"ni anak pikiran nya nongkrong mulu, anaya ajak juga gapapa tapi jam 9 harus udah di rumah"
"hah gapapa bah? Alhamdulillah tapi kenalin novan dulu bah, tapi novan mau pura' ga mau ama dia dulu ya bah, jangan kasi tau bah kita cs kan"
"iya jangan di bikin sakit hati, jangan di galakin"
"siappp bahh" memberi hormat
"sebentar, tunggu 10 menit" ucap abah di balas anggukan oleh novan. Abah berjalan menuju kamar anaya, kala itu anaya sedang terfokus kepada layar ipad. "anaya" panggil abah, anaya yang mendengar itu langsung terkejut, dan segera menjawab panggilan abah, "iyaa pah apaa" jawab anaya sedikit teriak lalu membuka pintu, " apa bah? cari aya? anak laki' berandalan itu udah pulang?" ucap anaya tanpa dosa
"shuttt, gabole gitu dia anak baik' sana rapih rapih yg wangi mau abah kenalin dan mau di ajak keluar" ucap abah lalu meninggalkan anaya, "HAH KO GITU, ANAYA MAU NONTON" teriak anaya
"uda sana cepat" jawab ayah anaya tanpa menoleh, "ih dasar anak berandalan nyebelin, awas aja klo galakin anaya" celoteh anaya sembari berfikir untuk menggunakan baju apa.
10 menit berlalu..
Anaya keluar dengan celana kulot hitam dan atasan kemeja yg di jadikan outer dan tidak lupa ia mengenakan pashmina warna cream sesuai warna baju nya, dengan parfum wangi sweet itu membuat anaya terlihat sangat cantik dan anggun.
"abah aya udah rapih" ucap anaya dari balik pintu, "sini ay, keluar" suruh ayah.
"buset gua harus stay cool ni" batin novan. Pintu terbuka wangi anaya langsung tercium sangat wangi manis, "anjing, wangi banget ni orang" batin novan kembali bersuara, "sini duduk, ini Novan arsenio mahendra, anak nya pak mahen yang suka main kesini" kenal abah kepada anaya
"Novan ini Anak abah, Anaya eleanor clarissa" perkenalan abah untuk novan. "yauda sana" suruh ayah anaya. "ayo" ajak novan
"pamit ya bah assalamualaikum" pamit anaya serta menyalami tangan abah yg di ikuti oleh novan. Di jalan tidak ada sepatah kata pun yg di keluar kan oleh novan dan aya sekitar 10 menit di perjalanan novan mengeluarkan suara, "udah makan? klo blm sebelum ke markas kita makan dulu" tanya novan ketus, "udah ko ka, kita mau ke mana?" tanya aya kembali
"ga denger tadi gua bilang markas? kita mau ke markas"
"oh" balas anaya singkat
"gapapa kan ke markas, kita nongki' ntar gua kenalin ama anak situ santai" perjelas novan
"iya gapapa"
Perjalanan begitu cepat, tak lama mereka sampai di markas belakang indomart, yang sudah banyak di kenal warga.
"assalamualaikum broooo" salam novan sedikit teriak
"waalaikumsalam cuy, dari mana aja si lu lama banget buset" tanya Samuel erlangga selaku ketua geng
"nganter buku dulu gua, btw gua bawa cewe gapapa kan" tanya novan
"buset cakep juga gua liat liat" ucap angkasa Playboy sana
"hai, aku anaya salam kenal" kenal anaya
"Haii, gua angkasa pramada salam kenal juga" balas angksa sembari menyodori tangan
"i-iya ka" membalas salaman itu
"aya disini cewe sendiri, jadi mending kita keluar jangan disini gaenak klo diliat warga" ucap novan
"iya bener, semua siap siap kita muter bekasi" ucap Samuel yg di bales teriakan oleh anak'
"ayo" ajak novan seraya menarik tangan anaya
"duduk dulu di motor situ" suruh novan
"iya makasi" jawab anaya
"ini markas gua tongkrongan belakang indomart, oiya jangan lo pikir gua ngajak lo itu karna gua demen sama lo ini di suruh sm bapak lo"
"iya tau"
"jangan ada paparazi apapun disini, mengenai gua atau anak' yang lain sampe ada lo yg kena gue ga pernah bonceng cewe sama sekali jadi nnti klo ada yg nge labrak lu bilang gua"
"aku juga gabakal paparaziin kalian, masalah labrak aku bisa ngadepin nya"
"buset keren juga ni cewe, yakin lo bisa?" saut bara wakil ketua geng
"yakin" kekeh anaya 
"kita liatt aja, sekolah dimana lo?" tanya novan
"sma Bright sky"
"oh anak besky"
"kita anak SMAN Galaxy III, tau ga?" tanya bara
"tau ko, yang deket supermarket itu kan?"
"iya"
"AYO ABANG ABANGKUU" teriak jason dari dalam
"gas" jawab Samuel menaiki motor dan di ikuti anak anak yang lain
"aku sama siapa?" tanya anaya polos
"ya sama gua lah tolol, mau sama siapa emg lo?" balas novan ketus
"gausah di tolol tolol in, itu cewe" jawab Samuel, Samuel adalah laki laki yg sangan lemah lembut kepada wanita tapi sampai sekarang ia blm mempunyai pacar. Kita berjalan menuju suatu tempat yang ramai dengan anak muda di malah hari, Singgahsara bekasi, itu adalah tempat nongkrong yang paling tepat. "singgahsara aja el" pinta novan
"ya" jawab Samuel singkat. Tempat ini tidak terlalu ramai jika di hari biasa tapi klo di weekend itu sangat sangat ramai. "disini aja" ucap Samuel, tempat outdor karna ada angkasa yg sudah psti akan menghisap rokok, mereka kesini dengan 8 orang, tidak terlalu banyak tapi menjadi pusat perhatian banyak orang, bagaimana tidak mereka semua membawa motor gede dengan knalpot bising nya, menggunakan jaket kulit warna hitam dengan kaos polos serta celana Levi's yang bolong' di lutut, biasa lah pakaian anak jaman sekarang. Oiya disini ada Samuel Erlangga, Novan arsenio mahendra, Albaraq rafaeyza, Angkasa pramada, Jordan Dharmendra, Habibi keegam alfatih, Arrafki reza shyam, dan Anaya eleanor clarissa. Mereka berbincang dari waktu ke waktu, "sebentar ini nama geng kalian belakang indomart? ahahah aneh banget kenapa ga alvros aja?" ucap anaya memberi saran, "si bangsat malah ngeledek geng kita ni orang, tapi alvros boleh juga nay" ucap Samuel, "ya gak?" lanjut nya
"boleh juga" setuju bara
"asikk keren sekarang namanya, anw jangan panggil aku anaya panggil aja aya" pinta aya
"okee deh bos kecil" suara angkasa gemas. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tiba tiba sudah pukul 08.30 malam novan yang melihat jam sontak berdiri dan terkejut, "anjing udah jam segini, gua harus nganter aya gua duluan gapapa ya? kasian ni anak klo pulang kemaleman" ucap novan terlihat khawatir, "aku masi mau disini ka novan" ucap aya
"ngga ngga, ayo pulang ntar gua di omelin ayah lu bisa mati gua" jawab novan memakai jaket nya, "udah sana pulang dulu ay uda malem, kapan' kita main lagi" ucap Samuel menenangkan aya, "iya deh" suara aya lemas, "ayo ah cepet" ucap novan seraya menarik tangan aya, "duluan ya kaka kaka, makasi" ucap aya lembut
"iya ayaa sama sama" balas Samuel dan yang lain, "rumah lo dari sini ga deket, jadi kita harus pulang dari sekarang" ucap novan, "iya ka novan bawel" jawab aya meledek
"gabawa jaket? atau outer gitu?" tanya novan perhatian
"ngga, gapapa ko"
"gapapa gapapa, lu masuk angin gua di marahin ayah lo, nih pake dulu jaket gua" memberi jaket dari badan nya
"ka novan gimana?"
"gausa mikirin gua"
"kaka pake aja, aku gapapa"
"angin malem ga bagus, lu pake atau gua pakein tapi gua lakban sekalian badan lo"
"iya iya"
"ayo" menurunkan pijakan kaki dan memberikan tangan, "ya Allah cobaan apa lagi ini, kenapa jadi dag dig dug begini ya"  batin aya sembari menaiki motor, "uda siap?" tanya novan memastikan, "udah" balas aya.
Sekitar 10 menit mereka jalan akhirnya sudah hampir sampai, mereka tidak banyak bicara karna novan sedikit ngebut. "ka novan pelanin dikit dong, kan udah mau sampe" pinta aya
"oh iya maaf, tadi ke kencengan ya?"
"iya aku takut, maaf juga tadi sempet meluk reflek soalnya ka"
"kenapa ga bilang klo takut"
"gapapa, maaf ya ka"
"gua yang harus nya minta maaf"
"gapapa ka"
"udah di telfon abah lo?"
"belum, sekarang masi jam 08.40 papah nelfon klo udah jam 09.00 pasti"
"alhamdulillah"
Sebenarnya baru kali ini novan sedekat itu dengan perempuan, karna sebelum nya novan adalah laki laki yang sangat enggan berbicara dengan wanita, bahkan bisa di rumorkan bahwa dia gay, karna benar' terlihat tidak ter tarik pada wanita. Sesampai di rumah anaya dan novan segera menghampiri abah mirza, "bah maaf ya klo kemaleman, ga liat jam soalnya" ucap novan menyalami tangan abah mirza
"iya gapapa, sing penting anak abah aman" balas ayah anaya sembari tersenyum, "yaudah bah novan langsung balik ya, assalamualaikum" pamit novan kemudian kembali menyalami tangan ayah anaya, "iya waalaikumsalam" balas ayah anaya, "waalaikumsalam, makasi ka novan" ucap anaya lembut, "iya sama sama" balas novan kemudian pergi, ia langsung pulang ke rumah tanpa kembali ke tempat nongkrong.
Suara handphone bara berbunyi, sudah pasti novan yang menelfon nya.
"halo van, ngapa? kaga balik lagi lu?" tanya bara langsung
"kaga, gua langsung ya salamin aja ke yang laen"
"i"
Nit.. nittt
Tidak sempat menjawab novan sudah langsung mematikan telfon itu, "si bangsat, blm juga gua jawab udah di matiin aja anjing" ucap bara kepada yang lain kesal
"ya biasa lah mamang novan mah begitu" jawab habibi kemudian menghisap rokok nya
"eh tapi lu sadar ga si, si novan tadi bawa cewe njing, berarti si novan tuh lurus bukti nya tadi dia bawa cewe, pake segala ngobrol lagi" ucap Samuel heran
"iya juga ya, alhamdulillah lah klo begitu, si aya juga cantik si 08 berapa ya kira kira" canda angkasa yang di tertawai anak anak lain.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 25, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

4ever(?)Where stories live. Discover now