I : Pria misterius

18 4 5
                                        

Selena buru-buru berlari ke kelasnya. Alarm yang ia pasang di sebelah ranjangnya sudah berbunyi berkali-kali namun wanita itu malah terlelap dalam tidurnya. Ia lupa bahwa ada kelas hari ini. Dirinya tidak sempat sarapan pagi ini bahkan memoles make-up ke wajahnya pun tidak sempat. Karna itu, kantung matanya dapat terlihat dengan jelas. Orang-orang pasti menganggap wanita ini habis begadang. Rambut cetar yang indah pun berantakan dari biasanya.

Semalam, Selena tidur larut malam. Otaknya yang lamban baru memunculkan ide tugasnya kemarin. Selama ini ia tak punya ide sama sekali untuk menuangkan karyanya. Meriset sana-sini lewat google, museum, tetap tidak ada inspirasi yang ia dapat. 

Tepat jam 11 malam matanya masih terjaga memikirkan lukisan 2 dimensi ini. Arsiran gambar yang ia corat-coret, ia hapus lagi berulang-ulang. Kalender handphone tiba-tiba memunculkan bunyi notifikasi tersisa 5 hari lagi tenggat waktu sebelum dikumpulkan. Lukisan nya baru saja menjadi sketsa belum bagian mewarnainya. Selena mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia pasrah dengan nilainya.

Beruntung, ia memiliki waktu 4 menit sebelum dosennya masuk ke kelasnya. Setidaknya ada waktu untuk sampai ke kelasnya. Tangga demi tangga telah ia lewati. Wajahnya sudah dibasahi oleh cucuran keringat.

2 menit lagi kelas nya akan dimulai. Ia semakin mempercepat langkahnya. Tiba-tiba ada seorang pria yang datang dari arahnya lalu menabrak bahu Selena membuat ia terjatuh.

"Astaga, maafkan aku, aku harus buru-buru." Pria itu segera membantu Selena berdiri dan langsung berlari meninggalkan Selena yang mematung ke arah buku novel yang terjatuh. Buku milik pria itu tertinggal di lantai. Buku itu mengingatkan pada buku yang ia lihat di toko buku minggu kemarin. Selena beralih menatap kebelakang, sosok pria misterius itu telah menghilang dari pandangannya. Ia kemudian mengambil buku novel tersebut dan kembali ke tujuannya. 

"Selenaaa, gue belum ngerjain lukisannya" Kayleen mengeluh pada Selena. Raut wajahnya terpampang lesu. Kepalanya ia sandarkan pada meja. Akan tetapi, sahabatnya tidak kunjung membalasnya. Selena sedang sibuk mengamati novel tersebut. Ia dilanda kebingungan akan buku ini.

"Lu kagak denger gue, Sel?" Tanya Kayleen. Lagi-lagi Selena tidak menjawabnya. Lalu, ia mengikuti pandangan Selena, "lu habis beli novel ya?"

"Novel ini.. berbeda," akhirnya Selena membuka suaranga. Buku novel berjudul 'After LI(K)E,' sampulnya menarik perhatiaannya, menggambarkan Satu wanita yang matanya berkaca-kaca sambil tersenyum di tengah bersama dua pria disampingnya yang auranya berbeda. Pria di sebelah kanan wanita itu tersenyum tulus sedangkan pria di sebelah kiri tersenyum seringai. Pikirannya masih ingat tentang buku novel ini. Judulnya sama tetapi sampul dan isi ceritanya sangat berbeda. "Kenapa ini berbeda? Tidak mungkin karna stok buku versi ini habis, apakah ini cerita aslinya?" batinnya.

"Tapi ini bukan milik gue." Lanjutnya, ia segera beralih menatap ke depan.

"Simpen aja, jangan dikasih" Ucap asal nya. Selena langsung menyentil jidat Kayleen. Benar-benar, tidak memikirkan ucapannya. Bagaimana jika pemilik novel ini mencari-cari bukunya? Dan ternyata bukunya ada di tangan Selena Evaluis.

TBC

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 06, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

IrisWhere stories live. Discover now