Seperti terbuang!

0 0 0
                                        

"Tentang derita yang tertutupi
dengan senyuman. "

"Saya akan menceritakan kisah hidup saya dari kecil hingga saat ini...
Nama saya Aleta Putri, biasa di panggil leta saya lahir pada tanggal 31 Desember 2001 di bandung. Masa kecil saya tidak jauh beda dengan anak-anak lainnya, tidak lain dari yang lain.
Saya anak satu satunya dari Ibu ayah saya, kedua orang tua saya sangat sayang kepada saya, tapi semuanya berubah waktu begitu cepat.Saat saya beranjak usia 4tahun saya masih ingat jelas ibu dan ayah saya sering bertengkar, melihat ayah saya memukul ibu saya, saya sangat ketakutan sekali di usia yang segitu saya hanya bisa menangis.
Hidup saya di mulai ketika Ibu dan ayah saya berpisah, sangat sedih rasanya di usia yang masih kecil harus berpisah dengan Orang tua saya, waktu itu ibu saya berangkat berkerja untuk menghidupi Saya, lalu Saya di asuh oleh nenek dari ibu, beliau sangat sayang kepada saya.
Setelah saya berumur 6 tahun, saya masuk. Kesolah TK (Taman Kanak-kanak), waktu TK saya sangat pendiam, saya sangat senang menulis.
Pada masa-masa TK saya sudah mandiri,, artinya berangkat ke sekolah TK sendiri tanpa di antar orang tua seperti anak-anak lainnya, yang mana seharusnya di usia segitu lagi dapat perhatian di sayang orang tua, tapi saya tidak pernah mengeluh atau menangis seperti teman yang lainnya.
Setelah masa-masa TK, saya lanjut ke SD (Sekolah Dasar) pada umur 7 tahun, waktu itu saya sudah bisa menulis dengan benar membaca, saya tidak pernah maju ke depan kelas untuk membaca seperti teman lainnya.
Singkat cerita saya beranjak dewasa, masa-masa SMP (Sekolah Menengah Pertama) saya lalui dengan suka duka, setelah masa-masa SMP, saya lanjut ke SMA (Sekolah Menengah Atas).
Saya semakin dewasa semakin mengerti, tentang sebuah kesedihan,kebahagian, orang tua yang tak lagi bersama, dimasa-masa rejama mental saya benar-benar sangat di uji tapi saya tak pernah mengeluh, karna saya sangat yakin, Alloh sangat sayang kepada saya,dan sangat yakin dengan pundak saya sehingga ngasih cobaan yang begitu masya Allah.
Setelah lulus SMA saya binggung mau kedepannya mau seperti apa, nenek saya yang maunya Saya kuliah tapi saya tidak mau, saya sangat tau biaya kuliah tidaklah sedikit.
Oleh karena itu saya memutuskan untuk mencari-cari kerja,alhamdulillah tak lama saya mendapatkan pekerjaan, saya berangkat merantau ke kota orang untuk membantu memenuhi kebutuhan nenek saya.
"Dengan rasa syukur, alhamdulillah hidup kami selalu merasa cukup."!!!

The Forgotten Me! Stories to obsess over. Discover now