Meet Peter

26 3 2
                                        

Bau obat khas rumah sakit terasa menusuk di hidungku. Aku memandang kosong ke arah perawat cantik yang sedang menyuntikkan sebuah cairan padaku.

"Halo cantik. Gimana kabarmu hari ini? Aku kasih kamu vitamin ya biar sehat dan bisa main-main." Sapa perawat itu dengan ramah.

Aku tidak membalas sapaan nya dan mengalihkan pandangan ke arah jendela yang menyajikan pemandangan taman di luar sana.

"Cantik. Aku tinggal dulu ya, nanti aku balik lagi ke sini." Kata perawat itu dengan mengelus pelan rambutku.

Aku masih bergeming. Memandangi rerumputan asri di luar sana. Namun tiba-tiba cahaya matahari yang terik bergerak mengecil di suatu sudut. Ada yang keluar dari sana.

Aku mengernyit. Memandang pergerakan di depan dengan bingung. Tak lama, muncullah sesuatu yang terbang mengitari ruangan. Aku mengikuti kemana dia terbang, hingga kemudian sosok itu berdiri di depanku.

"Hai." Sapa sosok itu. Dia laki-laki tampan berhidung mancung dengan pakaian mirip peri.

"Kamu siapa?" Tanyaku.

"Aku Peter. Namamu?"

"Anna."

"Hai Anna. Nama yang cantik seperti orangnya." Peter tersenyum, menampilkan gigi putihnya.

Laki-laki itu kemudian berjalan ke sekeliling dan duduk di kasur.

"Kamu sudah lama tinggal disini?"

Aku mengangguk dan berjalan mendekatinya. Aku masih bingung dengan situasi sekarang. Tanganku bergerak memegang wajah laki-laki itu. Wujudnya tampak sangat nyata.

Laki-laki itu, Peter, tersenyum dan memegang tanganku yang masih menempel di pipinya.

"Hangat."

Kami berdua tertawa.




"Kamu darimana?" tanyaku yang kini duduk berdua dengannya di kasur.

"Neverland."

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. "Neverland? Kamu tinggal bersama Tinkerbell?"

Peter tertawa.

"Yah.. Tinkerbell versi laki-laki sih. Kamu mau kenalan sama mereka?"

Aku mengangguk dengan antusias.

"Ayo."

Peter menarikku ke tempat cahaya tadi dan menggendongku untuk terbang.

Peter terbang mengikuti cahaya matahari, anehnya kami tidak silau sedikit pun dan malah merasakan angin sejuk yang menerpa kami.

Perlahan cahaya-cahaya itu berubah menjadi serbuk-serbuk kuning menyala. Lalu kami memasuki lubang yang menghubungkan ke sebuah dunia lain, yang Peter sebut sebagai dunia peri.

Aku mengagumi sekitar. Ada bermacam-macam sosok seperti Peter yang terbang kesana kemari. Rumah-rumah pohon dikelilingi oleh bunga-bunga cantik yang bermekaran. Tak lupa serbuk-serbuk kuning yang masih berterbangan di udara.

Peter membawaku terbang mengitari semak-semak yang diatasnya ada bermacam-macam kumbang.

"Wahh." Aku tanpa sadar bergumam.

Peter terkekeh.

"Peter lihat, ada pelangi." Seruku.

"Kamu beruntung Anna karena datang hari ini karena pelangi tidak setiap hari muncul."

Aku tersenyum menatap Peter.

Peter membawaku ke sebuah rumah pohon dengan bunga berwarna biru, bunga iris. Peter menurunkan ku dan membawaku masuk ke dalam rumah pohon itu.

"Ini rumahmu?"

Peter pan mengangguk.

Aku mengamati sekeliling. Hanya ada tempat tidur, dapur, dan kamar mandi. Sederhana, namun bentuk nya sangat unik. Banyak bunga iris yang menghiasi. Aku mendekati bunga itu.

"Kamu suka?"

"Suka."

Peter pan mengambil setangkai bunga iris dan memberikannya padaku.

"Untukmu nona cantik."

Aku tersipu dan menerima bunga itu.

Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara brisik dan muncul dua orang peri laki-laki. Salah satunya membawa keranjang.

"Peter, aku membawa ini untukm-. Ahh ada tamu?" Teriak salah satu peri.

"Halo aku Windy." Peri itu mendekat dan mengajakku bersalaman.

Aku pun membalasnya, "Anna."

"Wow, a beautiful name. Like you."

"Hai, aku Garnett." Peri yang satunya ikut mendekat padaku.

"Hai Garnett. Aku Anna."

"Hei, ayo kita kenalan dengan yang lain." Windy dan Garnett menarikku keluar. Aku memandang Peter di belakang dan dia hanya tersenyum menyusul kami.




 Aku memandang Peter di belakang dan dia hanya tersenyum menyusul kami

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Youngk as Peter

Wonpil as Windy

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Wonpil as Windy

Dowoon as Garnett

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Dowoon as Garnett

Another UniverseWhere stories live. Discover now