Part 1

27 5 0
                                        


Drap... drap... drap... langkah kaki yang terburu-buru terdengar sangat bising. Semua orang pergi menyambut kereta kuda yang datang ke akademi. Seorang laki-laki keluar dari kereta kuda itu. Rambut merah stowbery, kulit putih seperti salju, lalu pakaian mewah yang di pakainya merupakan pakaian anggota kerjaaan, selanjutnya senyuman manis yang di keluarkan membuat semua orang terpana.

"Yang mulia Anda sudah datang, selamat datang di akademi waiji" ucap tuan jinan kepala dewan di akademi tersebut

"Iya. Mohon bantuannya" ucap laki-laki itu dengan senyuman mautnya

"Mari yang mulia saya antar ke kamar asrama" ajak tuan jinan. Laki-laki itu mengikutinya.

Sepanjang perjalanan menuju asrama, semua orang tidak ada yang tidak memperhatikan laki-laki itu.

"Ini kamar anda yang mulia. Silahkan masuk" ucap tuan jinan

"Terimakasih, tuan jinan sudah repot-repot mengantar saya" ucap laki-laki itu

"Suatu kehormatan saya bisa membantu yang mulia" ucap tuan jinan. Setelah itu dia pergi.

Para pelayan yang ikut dengan laki-laki itu sibuk membereskan kamar. Sekitar 20 menit semuanya telah rapi dan para pelayan undur diri untuk kembali ke kerajaan. Laki-laki itu duduk di ranjangnya. Kini ia sendirian. Ia menatap pintu kamarnya

"Ksatria sejak kapan kau datang?" Tanyanya pada laki-laki yang sudah ada di hadapannya

"Yang mulia putra mahkota, saya datang sesuai perintah anda. Saya sudah menunggu 10 menit" ucap laki-laki itu.

"Asahi panggil nama aja, kita kan udah temenan dari kecil" ucap laki-laki yang duduk di ranjang

"Mohon maaf yang mulia, sepertinya saya tidak bisa" ucap ksatria asahi

"Owh iyah, aku udah bilang ke Raja. Kamu juga perlu belajar kan. Jadi aku udah mendaftarkan kamu di akademi ini, Di tambah tugas kamu ksatria yang harus melindungi aku,  jadi sudah seharusnya kamu ikut dimanapun dan kemanapun aku pergi" ucap laki-laki itu dengan santai

"Baik yang mulia saya akan menjaga anda dengan baik" ucap ksatria Asahi

"Hei aku kan udah bilang, jangan bicara formal. Sungguh aku jadi gak nyaman karena harus bicara formal sama teman kecilku" keluh laki-laki itu

"Saya permisi, kebetulan kamar saya ada di sebelah kamar anda" ucap ksatria Asahi tak menghiraukan laki-laki itu untuk bicara nonformal

"Ya udah. Aku juga mau istirahat" ucap laki-laki itu sembari menghempaskan dirinya ke ranjang. Kstaria Asahi pergi ke kamarnya

"Dia masih sama seperti dulu. Tidak banyak bicara" gumam laki-laki itu

"Bosan juga"

laki-laki itu berdiri menghampiri jendela. Ia menatap keluar melihat siswa dan siswi akademi yang berlalu-lalang. Ia menatap seorang wanita dengan rambut biru yang cerah tersorot sinar matahari.

"Indahnya" gumam laki-laki itu

Kelas akademi kini dipenuhi oleh murid-murid bangsawan dari kelas tinggi sampai kelas rendah bersatu di ruangan ini.

"Nona lily, apakah anda sudah liat putra mahkota" tanya seorang siswi ke siswi yang berambut hitam

"Iyah aku sudah dengar kabar putra mahkota, masuk akademi tahun ini. Tapi aku belum melihatnya"

"Sayang sekali nona lily melewatkannya. Kemarin saya ikut menyambut kedatangan putra mahkota. Sesuai rumor yang beredar dia sangat tampan dan juga ramah" jelasnya

"Nona olive, kita akan sekelas dengan putra mahkota. kenapa harus repot-repot melihatnya" ucap lily agak mengejek

"Anda benar" olive merasa tersindir.

Olive merupakan bangsawan tingkat menengah sedangkan lily merupakan putri bangsawan tingkat tinggi yang merupakan anak dari Duke Juonhe. Duke yang menjadi orang kepercayaan raja untuk mengurus perdagangan.

Putra mahkota datang bersama ksatria asahi

"Wah tampan"

"Tampan"

"Tampan"

Semua orang terkesima oleh putra mahkota
"Wahh dia... tampan" ucap wanita berambut biru

"Iya betul nona Lossie, putra mahkota sangat tampan"

"Eh (aku kan gak bilang yang tampan putra mahkota)" ucap lossie dalam hati

"Tidak hanya tampan yang mulia putra mahkota juga ramah dan baik hati" pujinya

"Nona mille sepertinya berlebihan yah. Apa kita harus memanggilnya yang mulia putra mahkota lengkap begitu?" Tanya lossie

"Kita kan bangswan sudah seharusnya menjungjung tata krama" ucap mille

"Tapi di akademi ini tidak ada penentuan derajat. Semua yang belajar memiliki status yang sama sekalipun itu putra mahkota" jelas lossie

"Iyah sih, tapi aku lebih suka memanggilnya lengkap" ucap mille sambil memandangi putra mahkota

"Kamu manggilnya kayak gitu karena nggak tahu nama putra mahkota kan?" Ejek lossie

"Owh tidak mungkin saya tidak tahu. Nama yang mulia putra mahkota adalah Yoshi. Nama yang indah dan sempurna. siapa di negeri ini yang tidak tahu namanya. Sungguh mereka yang tidak tahu hanya mereka yang tidak belajar silsilah kerajaan dengan baik atau berasal dari hutan" oceh mille. Lossie hanya terdiam

"Nona lossie anda..." ucap mille kaget

"Ya aku emang nggak tahu nama putra mahkota itu" ucap lossie santai. Mille terdiam

"Sudahlah aku memang bosan dengan pelajaran silsilah itu makanya aku nggak tahu. Owh iyah bicara nonformal aja. Kita kan di akademi lagipula kita di bebaskan agar lebih akrab kan" ucap lossie. Mille mengangguk. Ia menatap lossie

'Di pikir-pikir aku belum tahu nona lossie berasal dari bangsawan mana' pikir mille

"Mille" panggil lossie. Mille tersentak kaget.
"Iyah nona lossie" jawab mille dengan cepat.

Lossie memandang mille, wajahnya penuh penekanan menolak ucapan formal itu.

"Ah lossie ada apa?" Mille mengulangi ucapannya

"Yang di samping yoshi itu siapa?"

"Eh" mille sangat kaget mendengar lossie menyebut nama putra mahkota tanpa ragu

"Kenapa kaget?"

"Owh nggak papa kok. Yang di sebelah putra mahkota adalah ksatria Asahi. Ksatria yang sudah dinobatkan sejak lahir. Anggota kerajaan memang sudah diberikan ksatria sejak kecil karena ksatria adalah orang yang melindungi mereka sehingga perlu kedekatan untuk membangun kepercayaan" jelas mille

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 19, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BLING LIKE THISWhere stories live. Discover now