1

33 4 0
                                        

Lelaki berambut coklat itu menghela nafas  ketika ia melihat orang yang sama, pada saat yang sama di sekolahnya

"oh ayolah kita-san, kau itu murid pindahan, dan kau baru seumur jagung bersekolah disini. Untuk apa kau selalu datang ke sekolah sebelum semua orang menginjakan kaki di tanah sekolah ini". Ujar lelaki itu

Lelaki yang disapa "kita-san" itu, menoleh
" Tak ada masalah yang akan timbul jika aku datang terlalu cepat". Jawabnya

"yah, memang tak ada. Tapi setidaknya terlambatlah beberapa jam, agar aku bisa menemukan aib mu". Balas suna

Kitashin meletakan sapu yang digunakannya tadi ke tembok.  "kau tidak muak mencari aib ku? "

"yah, itu benar. Lihatlah, aku mempunyai aib semua orang disekolah ini tak terkecuali kepala sekolah, hanya aibmu yang belum mendaftar disini". Suna menunjukan galeri ponselnya.

"tidak ada gunanya mendaftarkan aibku disana". Kitashin berlalu dan pergi ke arah toilet. Ia mengabaikan suna begitu saja.

Merasa diabaikan, suna akhirnya menyerah untuk hari ini, ia melangkahkan kakinya menuju kelasnya.

+++

Suna berjalan pulang bersama dua orang temannya yang sedang berkelahi di jalan saat ini

"aku lahir lebih awal" jawab si surai kuning
"tapi kau kekanak kanakan". Sahut yang lainnya tak mau kalah.

Pada saat ini, suna menolak jadi nyamuk, jadi sedari anak kembar itu mulai adu mulut, suna menangkap semua foto mereka. Ia berencana untuk mengirim foto mereka di grub lambe turah nya.

Setelah merasa puas, suna menyimpan kembali ponselnya. Matanya mengedar mencari pemandangan yang patut untuk di pandang. Dan, matanya menangkap sesuatu yang sepertinya menarik. Ia membiarkan miya kembar itu pulang lebih dahulu,sedangkan ia mengikuti seseorang yang tadi menarik di pandangannya

Suna melihat kitashin keluar dari sebuah klinik dengan wajah datar. Karna penasaran dengan seniornya ini, ia pun mengikutinya. Raut wajah lelah,kesal,dan datarnya bercampur menjadi satu, hingga suna bingung harus menggambarkan seperti apa wajahnya saat ini.

Kitashin melipat semua kertas yang ada di tangannya dan membuangnya ke tong sampah. Setelah kitashin berlalu, barulah suna mendekati tong sampah itu.

"apa yang kita-san buang? Nilai ulangannya? ". Gumam suna.
"tapi untuk apa ia membuangnya? semua nilainya sempurna bukan? ". Monolog suna.
"but, wait. Jika ini nilai ulangannya untuk apa ia membuangnya? Apakah nilainya buruk? ". Tanya suna pada dirinya sendiri. Kemudian ia tersenyum licik. Membayangkan gosip yang akan ia ciptakan.

Suna mengambil kertas yang kitashin buang dan menyimpannya di saku kemudian berjalan pulang.

Keesokan harinya.....

Suna berjalan riang ke kelasnya. Entah mengapa ia sangat bahagia hari ini. Ia tanpa sadar telah lupa akan aib kitashin yang ia temukan kemarin. Bahkan ia belum membaca lembaran surat itu.

Hari ini, ia akan menghampiri kitashin di kelasnya. Itu adalah kebiasaan suna sejak kitashin pindah ke sekolah ini.

Saking bahagianya,ia ingin berbagi kebahagiaan ini dengan kitashin.

"kita-san, bagaimana pagimu?". Tanya suna ketika ia sampai di kelas kitashin

Tak ada jawaban

Suna membuka matanya dan melihat ke sekeliling.

Tak ada siapapun di kelas itu.

Suna melirik jam tangannya. "seharusnya, kita-san sudah berada di kelas sekarang"

"ah sudahlah,mungkin ia akan terlambat hari ini". Suna berjalan menuju kelasnya.

Namun, hingga senja menyambut suna belum melihat kitashin untuk hari ini. Padahal ini adalah kesempatan suna untuk menyebarkan bahwa kitshin si sempurna tidak bersekolah hari ini. Ini bisa menjadi gosip yang besar di sekolah. Tapi entah kenapa suna tak bernafsu untuk membuat gosip itu.

"mungkin ia mempunyai acara keluarga hari ini, jadi ia tak bersekolah ". Gumam suna.

Dua hari.......

Tiga hari......

Seminggu....

Dan sebulan telah berlalu. Tapi suna tidak melihat makhluk bernama kitashin itu di sekolah. Apakah ia pindah?

"atsumu". Panggil suna
"apa? ". Tanya atsumu

"apakah kau sadar, makhluk sempurna sekolah kita tidak terlihat selama sebulan terakhir? ". Suna memainkan sumpitnya.

"makhluk sempurna? Siapa yang kau maksud? ". Tanya atsumu heran
"kita-san".
"ah aku tidak menyadari nya". Atsumu menatap suna.
"kira kira mengapa ia tak bersekolah lebih dari sebulan ini". Monolog suna
"entahlah". Atsumu mengangkat bahunya dan menlanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi.

Kringgg......

Bel pulang sekolah berbunyi. Semua anak berhamburan keluar. Ada yang langsung pulang kerumah, ada juga yang pergi kerja sambilan.

Suna dan atsumu berjalan pulang bersama
"kemana osamu, dia tak terlihat beberapa hari terakhir? ". Tanya suna memulai topik

"oh, beberapa hari yang lalu ia kerasukan dan sekarang ia sedang masa pemulihan."

"kerasukan? Bagaimana bisa? ". Tanya suna dengan wajah terkejut.

"entahlah". Jawab atsumu.

Ddddrrrrrtttt

Atsumu dan suna saling pandang.

"ponsel siapa yang berbunyi? ". Tanya atsumu sambil meraba sakunya.

"ponselku". Jawab suna. Ia mengangkat telpon tersebut setelah melihat nama ibu
tertera di layar ponselnya

"suna, datanglah ke rumah sakit sekarang, dua pulu menit lagi ayahmu akan melakukan operasi pengangkatan tumor".

"ya, aku akan pergi kesana". Suna memutuskan sambungan sepihak.

"ada apa? ". Tanya atsumu

"ayahku sebentar lagi akan di operasi, aku harus pergi sekarang". Suna menyimpan ponselnya di saku.

"oh baiklah, semoga operasinya berjalan lancar dan ayahmu lekas sembuh. Aku rindu masakan ayahmu. ". Ujar atsumu

"semoga saja. Aku pergi". Ucap suna yang diangguki oleh atsumu.  Ia berlari ke halte bus terdekat untuk menaiki bus ke rumah sakit.

+++

2

"suna, apa yang kaulakukan di sana? ". Tanya ibunya dengan mata sembab.

Dah, sampai sini dulu. Author cape
Kalau ada kesalahan tolong beritahu, disini author masih belajar. Kalau ada typo mohon di maklumi.






oodal || kita x sunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang