Suga Ganghan

4 0 0
                                        

#Tugas7&8_KND-ATS11

Nama : Um Aqne
Judul : Suga Ganghan

Min Yoongi menengadah menatap langit, yang sore ini  tidak bisa bersahabat ribuan bintik hujannya seakan tidak ingin lekas reda. Tidak deras hanya berupa gerimis, namun itu membuat Min Yoongi harus lebih ekstra sabar. membiarkan tubuhnya kedinginan, di terpa hujan.  Bertahan diantara desakan kendaraaan yang  membeludak.

Min Yoongi melambatkan goesan, memencet rem, membuat sepedahnya berhenti tepat di samping mobil hitam. Lampu sedang merah, dia mengalihkan pandangan pada pertigaan di depan yang ramai di lalui kendaraan, juga beberapa pejalan kaki yang menyeberang dua meter dari posisinya.

Min Yoongi mengetuk - ketukan jari tangan di setang sepedahnya, tidak sabar. Menghela napas, mengusap wajah dari terpaan hujan. Merapal doa dalam hati, berharap hujan segera reda, dan lampu lekas berganti hijau.

Sedetik setelah lampu berganti hijau, setelah puluhan kendaraan di pertigaan depan gantian berhenti, menunggu. Setelah merapatkan Jas hujan yang membungkus tubuh, meski  tidak mampuh menutupi rasa dingin, hujan, dan angin, Min Yoongi menggoes sepedahnya kuat.

Semangatnya berlipat lebih besar, setelah memastikan jika alamat si pemesan hanya tinggal 200 m² lagi.  Min Yoongi menatap angka yang tertera di arloji, waktunya tersisa dua jam sebelum debutnya akan di mulai.

Namun memang manusia hanya bisa merencanakan, dan Tuhan yang mentakdirkan. Bukan soal mau tapi memang tidak ada satu pun manusia yang bisa menghindar.

Dari jarak sepuluh meter, sebuah cahaya yang menyilaukan mata. Bersamaan decitan ban yang di paksa berhenti, bunyi kelakson yang melengking. Dan dalam seper sekian detik suara berdebam, membuat semua orang yang ada di sekitar menjadikan pusat perhatian. 

Suara - suara jerit tertahan, semua terjadi begitu cepat dan dia, Min Yoongi, tidak sempat menghindar. 

Tubuhnya terpelanting, pesanan yang akan di antarnya jatuh berceceran menghambur tumpah. Min Yoongi mengaduh merasakan sesuatu terjadi di bahu kirinya.

Sebelum kemudian semua terasa berat, pandangan  Min Yoongi meremang dan gelap.

------------

"Min Yoongi, eodie issnayo? ('kamu ada di mana'). Satu jam setengah lagi, debut akan di mulai."

Min Yoongi mendesah pelan, dari sebrang V sedang menghubunginya lewat telepon.

"Ahaah! Aku ... Aku lupa, Kim Taehyung. Baik aku akan segera berangkat."

Min Yoongi mematikan sambungan telepon dengan sepihak, Dokter baru saja memasuki ruangannya di ikuti seorang suster.

"Anda sudah siuman, Tuan ... Min Yoongi?" Dokter itu membenarkan kaca mata minusnya, tersenyum.

"Aku baik, bahkan jauh lebih baik. dokter." Min Yoongi berseru memamerkan deretan gigi putihnya.

Dokter dengan id card Joon Woo, menunjuk Min Yoongi. Membuat dia mengkerut bingung. Sedangkan suster sedang memeriksa bebat di kepalanya.

"waeyo? 'kenapa'." Tanya  Min Yoongi dengan ekspresi wajah.

"Ada masalah dengan bahumu, kecelakaan itu membuat ksmu cedera dan meski segera di tindak lanjuti sekarang juga."

"Aku nggak apa - apa, Dok."

"Kamu yakin?"

"Aku harus debut, ah lakukan sesuatu demi mengurangi rasa sakit di sini." Min Yoongi menunjuk bahu kirinya.

"Kamu yakin? Bagian itu justru harus di tindak lanjuti dengan serius. Harus di scan."

"Aku janji, aku akan kembali. Tapi tidak untuk hari ini. Aku harus hadir dan tampil debut." Min Yoongi mengatup tangan di depan dada.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 19, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SugaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang