POV Cowok :
Hai namaku Riono Apri Mahmud
Saat itu aku berusia 17 tahun, bocah kemarin sore yang dulunya sempat disukai oleh seorang perempuan, namun semua itu teralihkan ketika perempuan yang menyukai diriku ini membawa seorang teman ketika ingin bertemu denganku.
Kita berjabat tangan saling memperkenalkan diri dan menyebut nama masing-masing, awalnya terlihat normal tapi lama kelamaan semua pandanganku malah fokus kepada teman perempuan yang menyukaiku saat itu.
Saat itu aku bingung dengan perasaan ku sendiri, aku tidak jatuh cinta dengan perempuan yang menyukaiku saat itu namun kita sudah saling memberikan perhatian.
Setelah dari pertemuanku dengan perempuan itu, aku pun meminta nomor telepon teman nya dengan alasan ingin menyimpan nomornya as a friend aja.
Setelah itu, aku save nomornya lalu ku chat dia dan dia pun menyimpan nomor ku juga.
Akhirnya saat itu perasaan ku langsung berbunga bunga dan tidak sabar untuk menanti hari berikutnya dengan teman perempuan ku saat itu.
POV Cewek :
Hallo semua kenalin nama gue Bianca Diara Adiyaksa, hari ini gue mau ngajak kalian liatin duo bucin yang janjian ketemu, iya panggil saja aku aca, ara, atau yaksa yah pilih lah sesuka kalian, hari ini aku mengantar sahabatku untuk bertemu cintanya
" aca tolong ya temani, aku takut jika sendirian mengerti kan? "
aku yang tak bisa menolak ajakannya hanya dapat mengiyakan saja, karena sahabatku pun sudah berbicara sejak jauh hari sebelum hari ini kita akan berangkat menemui cinta nya yang menurut nya sangat ideal baginya, yah aku juga sedikit penasaran dengan siapa yang bisa menaklukan si keras kepala ini
" baiklah, aku tak mau lama jika lama kau harus mentraktir ku makanan atau minuman sebagai tutup mulut pada mamah mu ah tidak, mamah kita. "
" tentu mengerti, aca kau memang sahabat terbaikku, ah kalau di pikir-pikir bukan sahabat seperti kakak yang membela adiknya. "
" lihat saja nanti. "
akhirnya aku mengantar nya bertemu di tempat janjian mereka tentu saja karena aku bukan siapa siapa, hanya menyimak mereka tentu nya, terlihat disana dia sudah menunggu dengan seksama aku memperhatikan mereka dari jarak sedekat 5 cm sedikit kesal saat aku sama sekali tak di anggap.
" bagus, bucin kalian depan aku. "
mereka tak menjawab apapun dan tetap mengobrol dengan senangnya hingga lupa aku ada disana, yah mungkin memang begitu manusia yang sedang di mabuk cinta, analisis ku terhadap pria yang menaklukan si keras kepala ini baik, aku menyimpulkan nya karena ia bisa mengabaikan aku dengan begitu hebatnya yah kurasa itu cukup untuk patokan ku mengiyakan dia sebagai penakluk si keras kepala
" hah ayo pulang, ini sudah sore. "
" iya aca, ayo pulang aku baru ingat ada acara kan? sampai jumpa lagi ya, senang bertemu denganmu. "
basa basi yang membuat mual mendengar nya, yah pada akhirnya aku hanya bisa menerima tanpa berkomentar pada si keras kepala itu, dan kami pun pulang ke rumah masing-masing, ah tentu saja kegiatan ku setelah menemani kedua bucin itu mandi kembang 7 rupa
tring
sebuah pesan masuk dari nomor tak di kenal ke ponsel ku, sedikit heran namun tetap tenang menanggapi siapa dia
" apa kau tau kesukaan sahabat mu itu apa? "
ah sial si bucin ini ternyata, aku tak ingin begitu cepat merespon nya dan mengabaikan nya sambil merebahkan tubuhku dan mencoba memejamkan mata untuk menghilangkan penat dari kejadian hari ini yang menguras emosi sang jomblo siapa lagi kalau bukan aca ya itu diriku
Sekian cerita dari kami
See you with US and stay in OUR STORY
YOU ARE READING
2 0 1 8
Romance2 0 1 8 Ada apa dengan tahun 2018? Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di cerita ini. [ NOTE ] • CERITA INI DIAMBIL BERDASARKAN PERSPEKTIF 2 ORANG YANG DULUNYA PERNAH SALING SAYANG •
