Namaku Allesia Anderson, mama meninggal saat melahirkan ku dan papa telah tiada saat aku berumur 5 tahun. Aku besar di panti asuhan karena keluargaku yang sederhana onkel dan tante tidak mampu untuk menerimaku dikeluarganya. Saat ini usia ku sudah cukup dewasa untuk meninggalkan panti asuhan dan memulai kehidupan baru seorang diri.
“Bibi, aku pamit terimakasih sudah merawat ku dengan baik sampai saat ini” pamit ku.
“Apa kau sudah mendapatkan tempat tinggal baru nak?” tanya cemasnya.
“Sudah, aku juga sudah mendapatkan pekerjaan paruh waktu dekat kampus”
“Syukurlah, jika kau ingin kembali lagi kesini aku akan menyambutnya dengan senang hati”
“Terimakasih Bi, aku akan mengingat tawaran mu” ucapku dibarengi oleh senyuman manis.
“Baik lah sampai jumpa Bi!” kataku sembari melambaikan tangan.
Sekarang aku tinggal dikosan dekat kampus jadi tidak perlu lagi menaiki bus untuk berangkat kuliah hanya dalam 10 menit aku sampai dengan berjalan kaki. Dan hari ini adalah hari pertama aku masuk kuliah.
“Hy! Mau ke kantin bersama ku?” Ajak seseorang yang entah siapa namanya.
“Em... oke, tapi bolehkah aku tahu siapa namamu?”
“Oh kenalkan nama ku Jesica Fawke dan kamu?”
“Allesia Anderson! Senang berkenalan dengan mu!”
***
“Allesia apa kau tahu? Teman sebangku mu itu adalah anak dari pemilik kampus ini” jelas Jesica.
“Oh benarkah? Patas saja dia terlihat angkuh”
“Tapi dia juga tampan kan? Andai saja aku jadi kekasihnya” ucapnya yang membuatku tertawa lepas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Before You Go
RomanceBertemu akan berpisah, awal akan berakhir itu memang sudah hukum alam namun jika pada saat waktu berpisah tak ada kata pamit apa itu bisa dikatakan perpisahan?
