note ; maklumi dalam segala bentuk ketypoan. silahkan membaca. semoga suka
---
sekitar pukul tujuh tiga puluh jennie selesai mematut dirinya dicermin. Setelah dirasa cukup dia beranjak dari kamar menuju kotak sepatu yang berada dibalik pintu depan, semua alas kaki mereka letakkan disana. Itu adalah permintaan jisoo agar tetap rapi katanya, sedang didalam rumah tidak diperkenankan memakai alas kaki apapun.
'kau tampak berusaha keras malam ini untuk mengesankan seseorang' gumam sebuah suara dari balik punggung si gadis kucing. Namun karena dia tau siapa pemilik suara itu, jennie hanya menarik ujung bibirnya keatas.
Dia berbalik, 'aku tidak perlu berusaha untuk itu, kurasa dengan sendirinya mereka akan datang padaku.' Sahutnya. Dia tersenyum. Dia tau maksud sindiran gadis ini.
'begitu...?' gadis didepannya menyeringai, mengejek. 'bukannya jennie yang terkenal itu suka sekali menggoda, tebar pesona dan s.o.k cantik.' Dia menekankan kata terakhir dengan maksud menyinggung, tapi jennie sudah terbiasa dengan kata-kata pedas gadis mungil yang sedang berusaha mengintimidasinya. Memang punya nyali sekali dia pikir jennie.
''kurasa kau cukup memperhatikanku selama ini, jika tidak....tidak mungkin gadis psikopat sepertimu sadar jika aku memang cantik dan mempesona meski tanpa mencoba." jennie terkekeh kecil. Tidak ingin kalah dari anak ingusan yang menyebalkan. "apa jangan jangan kau naksir padaku."
''cih,... kau menjijikan sekali nona.'' Gumamnya, tatapannya menunjukan iritasi yang berlebih. Jennie terkekeh mendengarnya, ketika melihat gadis kecil itu terganggu sangat menyenangkan.
sebelum jennie bersikap provoaktif tehadap ella lebih lanjut lisa menyela, dia menghela napas.
''yak! apa yang kalian berdua lakukan disini,jika kalian sudah siap kita bisa berangkat sekarang.'' Seru lisa yang rupanya sudah menunggu diluar, namun ketika jennie dan ella belum keluar dia berinisiatif untuk mengecek keduanya, takutnya mereka berakhir saling membunuh. Kemungkinannya sangat besar jika saja lisa tidak menghentikannya segera.
Jisoo dan chaeng pun sudah menunggu sejak tadi dimobil untuk memenuhi undangan somi ke pestanya mala mini.
Berangkat menggunakan mobil audi milik jisoo, lisa yang memilih mengemudi, dan chaeng disisi penumpang, sementara jennie,jisoo,ella duduk dikursi belakang. Jisoo sadar dia harus berada diantara kedua gadis yang tidak akur itu. Meski disepanjang perjalanan dia harus banyak bersabar dan menghela napas beberapa kali. Ketegangan itu sangat terasa, jisoo bahkan lelah lalu kemudian menyerah untuk membuat keduanya berdamai, beruntungnya sejauh ini tidak melibatkan fisik melainkan hanya bertengkar secara verbal.
"kau terlihat menakjubkan sekali malam mini jen, meski terkesan berlebihan untuk mengesankan seseorang." Puji lisa namun terdapat sindirian diakhir. Dia hanya suka menjadi kompor.
Jisoo melirik penampilan si gadis kucing yang ia akui memang sempurna, dia mengalihkan pandangan lagipula ella berkata,"tentu dia berusaha keras untuk menarik banyak perhatian disana, bagaimanapun dia adalah ratu pesta dan tidak akan melewatkan kesempatan yang ada."
Lisa melihat lewat spion wajah jennie yang berusaha tenang, tidak ingin terprovokasi.
"aku hanya menghargai orang yang mengundangku." Jelas jennie.
"oh maksudmu somi? Atau kakaknya somi, sunmi." Balas ella, "ku dengar dia juga seorang model sepertimu, ahh...aku lupa, bukannya kalian memang sudah saling follow diinstagram,tentu saja kalian sudah dekat." Dia tesenyum mengejek, terutama melihat reaksi jisoo yang melirik tajam pada jennie.
ESTÁS LEYENDO
ENTERTAINER (2)
Romanceini adalah lanjutan dari ceritaku diakun lama, bagi yang penasaran lanjutannya gimana, pantengin disini yaa~
