great sage another word

243 20 0
                                        

Whusssss~

Angin bertiup pelan menerbangkan asap beserta debu disebuah hamparan Padang gersang seluas mata memandang dan disana terlihat dua orang pemuda berdiri sejajar menatap tajam kearah sesosok wanita bersurai putih panjang bahkan hingga menyentuh tanah yang juga menatap mereka tanpa ekspresi.

"U-gh! Sasuke" salah seorang pemuda bersurai pirang berucap pelan kearah pemuda bersurai darkblue disampingnya membuat pemuda yang bernama Sasuke tersebut melirik kearahnya dan mengangguk pelan.

"Kau berharap apa Naruto? 2 orang ninja sekelas kita yang hanya mendapat kekuatan dari Rikudo Sannin hanya sebagai reinkarnasi dari Ashura dan Indra untuk melawan seorang pemilik pertama chakra? Ibu dari Chakra?" Sasuke mendecih pelan tanpa menurunkan kewaspadaanya, dirinya tidaklah bodoh untuk mengetahui situasinya saat ini, dimana untuk menang melawan ibu dari chakra sangatlah mustahil meskipun sudah diberi petunjuk oleh Rikudo Sannin untuk menyegelnya dengan menggunakan segel Bulan& matahari 'Great seal Chibaku Tensei'.

Sedangkan Naruto yang mendengar kalimat terpanjang yang pernah diucapkan sahabatnya tersebut hanya memejamkan kedua iris safirnya sesaat sebelum terkekeh pelan, dirinya juga tidaklah bodoh untuk memahami situasi saat ini, dimana Kakashi serta Sakura telah dikalahkan beberapa saat lalu dan ditelan oleh pohon shinju sama seperti seluruh orang di Elemental Nation.

Set!

Pemuda bernama Sasuke tersebut terdiam sesaat ketika melihat Naruto yang mengulurkan kepalan tangan kearah dirinya, namun didetik berikutnya ketika paham arti dari kepalan tersebut perlahan sebelah tangannya juga terangkat kemudian menyatukannya membalas uluran tangan Naruto.

"Kheh! Kurasa tittlemu sebagai ninja pirang yang pantang menyerah hanyalah bualan belaka, Naruto" ucap Sasuke pelan membuat Naruto hanya tersenyum kecut namun sesaat kemudian dirinya tertawa pelan.

"Dan kau seorang Uchiha yang keras kepala juga sepertinya hanya tittle belaka, Sasuke" Balas Naruto dan didetik berikutnya kedua pemuda yang sedang menyatukan kepalan tangan tersebut tertawa pelan, "Namun untuk kali ini hanya untuk kali ini hal tersebut sangatlah berbeda" sambungnya pelan.

"Kurasa pantang menyerah memanglah bagus namun disatu sisi kita juga memerlukan apa yang namanya menyerah"

"Ma~ meskipun begitu akulah yang paling banyak menanggung dosa." Pemuda bersurai pirang dengan whisker disetiap masing masing pipinya tersebut memejamkan kedua irisnya sesaat, "Dosa semua orang, kau, Sakura, Kakashi, Hinata dan yang lainnya, sebab aku telah berjanji dengan mereka untuk membawa kedamaian namun apa yang terjad-!?"

"Kau dan aku sama Naruto"

Naruto seketika menghentikan kalimatnya ketika mendengar perkataan Sasuke barusan yang juga menatap dirinya beberapa saat sebelum akhir sebuah senyuman kecil tercipta dimasing-masing bibir kedua pemuda tersebut.

"Sasuke&Naruto!"

Kedua pemuda tersebut saling berteriak memanggil nama mereka kemudian lonjakan energi emas dan ungu meledak diarea tersebut.

"Mari kita selesaikan ini Sasuke! Aku akan mentraktirmu Ramen Ichiraku nanti saat kembali ke Konoha" ucap Naruto nyaring yang saat ini berlari kencang kearah Kaguya dalam mode Ashura.

"Hn" sedangkan Sasuke hanya tersenyum tipis dan ikut berlari kencang diikuti kerangka Susanoo mulai terbentuk disekitar tubuhnya.

great sage Where stories live. Discover now