The first series of [Energy]
****************************
Every human being will be determined about his energy---some get positive and some get negative---but what if there are humans who have stable energy that is more than perfect?
**************...
"Aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian sampai kapan pun!" bentak lelaki paruh baya tersebut saat tahu jika putra satu-satunya hendak menikahi wanita yang 'berbeda'.
Putranya pun bersimpuh di bawah kaki ayahnya seolah tidak peduli akan harga dirinya demi bisa menikahi sang kekasih. "Ayah, tolong restui hubungan kami. Biarkan aku menikahi Ria—apakah itu salah, Ayah?"
Sang ayah menendang tubuh putranya dengan tega. "Apakah kau gila, Jovie? Dia itu berenergi negatif sedangkan keluarga kita berenergi positif! Apa kata orang-orang nanti jika seorang pemilik energi positif menikahi seorang pemilik energi negatif? Apa kau memikirkannya, Jovie?!" tanya sang ayah dengan penuh amarah.
"Apa masalahnya? Aku dan Ria saling mencintai; perbedaan energi bukan masalah untukku!" Sang ayah meninju wajah putranya. Pria paruh baya itu kemudian menunjuk wanita yang membantu putranya untuk berdiri.
"Dan kau, jika kau memang masih memiliki harga diri maka tinggalkan putraku! Kau sama sekali tidak pantas untuk putraku!" Makian itu sukses membuat wanita itu sedih—ia benar-benar tidak diterima oleh ayah dari kekasihnya.
Jovie meradang dan berteriak, "BERHENTI MEMAKI RIA, AYAH!! TOLONG JANGAN MEMBUAT KEKASIHKU SEDIH, DIA SEDANG MENGANDUNG CUCUMU!!"
Sontak orang tua Jovie terkejut akan hal tersebut. Sedangkan Ria hanya diam tanpa tahu harus melakukan apa—hubungan mereka telah melampaui batas, sebuah batas yang pada akhirnya mendatangkan sebuah anugerah di dalam perutnya.
"Berani-beraninya kalian,"—pria paruh baya itu mendorong Jovie dan Ria keluar dari rumahnya—tidak peduli sekalipun Jovie adalah putranya dan Ria yang sedang mengandung cucunya—"jangan pernah kalian datang kembali ke sini! Dan kau, Jovie; mulai sekarang kau bukanlah putraku lagi!"
BLAM!!
Pintu tertutup keras dan meninggalkan sepasang kekasih yang hanya berdiri diam di depannya.
Ria menangis terseguk-seguk membuat Jovie mau tak mau menjadi khawatir.
"Kenapa kamu menangis, Sayang?"
"Aku telah membuat hubunganmu dan ayahmu menjadi hancur, Jo. Benar apa yang dikatakan ayahmu, aku hanya wanita yang tidak mempunyai harga diri. Seharusnya aku sadar statusku yang merupakan pemilik energi negatif—tidak sepertimu yang merupakan pemilik energi positif," papar Ria membuat Jovie memeluknya erat.
Jovie memeluknya dengan erat dan mengelus punggung Ria lembut, "Tidak, ini bukan salahmu sama sekali. Ini salahku, aku yang tidak bisa kendalikan diriku sendiri. Sudah, ini bukan salahmu, Sayang."
Untuk pertama kalinya, manusia pemilik energi positif dan negatif bersatu dalam sebuah cinta terlarang. Jovie tahu bahwasanya hubungannya dengan Ria adalah hubungan yang dilarang oleh hukum dan alam, tetapi persetan dengan apa pun itu, Jovie sudah telanjur sangat mencintai Ria meskipun ia tahu jika dirinya dan Ria sangatlah berbeda.
Aku akan mencintaimu tidak peduli akan ketidaksetujuan dunia dan alam karena pada dasarnya aku sudah jatuh terlalu dalam kepadamu, Ria.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
A/N: Cerita ini merupakan cerita dengan universe lain [AU] dari drama Korea yang berjudul "Tomorrow".