Suara dering ponsel membangunkan Hongjoong pagi hari. Lelaki 22 tahun itu menggerutu kesal. Semalaman penuh ia begadang mengerjakan tugas kuliah dari dosennya, dan baru bisa bergumul dengan kasur pukul tiga dini hari.
Perlahan Hongjoong menurunkan kaki kirinya yang terbalut dengan gips dan berusaha meraih ponsel yang masih berdering dari atas nakas. Ngomong-ngomong tentang kaki Hongjoong, delapan minggu yang lalu ia terlibat kecelakaan yang membuat kaki kirinya patah. Adu banteng dengan sebuah mobil pick up pengangkut sayuran di turunan lereng Gunung Lawu, beruntungnya ia masih selamat meski harus menderita patah tulang dan mengganti rugi kepada pengemudi mobil pick up yang ditabraknya.
"Sat, sudah ku bilang kalo masi jam delapan pagi gak usah repot-repot nelpon. Kelas kan mulainya jam sepu--" . "Di majuin kuliah e, mas! Professor Tari masuk kelas jam setengah sembilan!" Mendengar ujaran sang lawan bicara, mata Hongjoong terbelalak lebar. Ia mendongak dan mengamati jam dinding yang ada di atas pintu kamarnya. Pukul delapan kurang sepuluh.
Hongjoong meloncat dari kasur nya. Sayangnya, sedetik kemudian ia mengerang kesakitan karena kaki kirinya bergerak terlalu spontan, "Kenapa ngasi tau ga dari tadi sih, bangsatt! Kalo gitu lu jemput gua sekalian berangkat!" Titah Hongjoong sambil meringis menahan rasa sakit.
Yang diseberang tertawa kecil, "Sori mas, gua barusan udah sampai kampus. Hehe... Elu sih ga ngangkat telepon gua dari awal. Gua tungguin deh ya, semoga kaki lo ga lepas pas sampai di kampus,"
"ANJING LO SATRIYA!!!"
~~~
Hongjoong tak sempat sarapan, hanya menggerutu sepanjang bersiap untuk berangkat kuliah. Sekarang pukul delapan lebih lima dan ia malah temenung di teras rumah. Ia menghubungi semua orang yang masuk kelas Professor Tari hari ini, namun semua sudah berangkat. Minta bantuan orang tuanya pun tidak bisa karena mereka sudah berangkat ke kantor sejak pukul tujuh pagi.
"Masa iya sih, gua harus lari sampai kampus--" gumam Hongjoong sambil mengelus kaki kirinya yang terbalut dengan gips -- tidak mungkin.
Tiba-tiba lelaki muda itu menjentikkan jarinya ketika melihat sekelebat bayang berjaket hijau lewat melintasi jalan depan rumah menggunakan motor. Segera ia membuka aplikasi ojek online dan memesan layanan ojek menuju kampus nya.
"Pak Setyanto, tolong cepat ya. Saya bisa terlambat masuk kelas ini," gumam Hongjoong sembari jemarinya mengetik pesan kepada sang driver yang menggunakan display name 'Setyanto' -- menyuruh untuk cepat datang menjemputnya. Pesannya itu dibalas dengan satu kata 'Y' dan emoji jempol. Tipikal bapak-bapak yang amat kental.
Tiin... Tiin...
Hongjoong terlonjak kaget begitu mendengar suara klakson motor dari depan rumah. Sebuah motor matic lengkap dengan seorang pengemudinya terparkir rapi di depan gerbang rumah Hongjoong.
Mulut Hongjoong menganga lebar. Hei, bukannya sang driver baru saja membalas pesannya? Bagaimana bisa sampai secepat itu?
Tak mau membuang waktu dengan memikirkan kecepatan berkendara si driver ojol, Hongjoong segera keluar dan mengunci gerbang rumahnya, "Mas Handika?" Hongjoong mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan sang driver. Driver tersebut memberikan helm kepada Hongjoong.
Hongjoong memakai helm sembari mengamati postur tubuh sang driver dari atas sampai ke bawah, "Kok seperti masih muda? Suaranya juga masih halus. Terus ini kenapa pula drivernya gak ngangkat visor? Apa jangan-jangan driver bodong ini?" Batin Hongjoong.
Ah, Hongjoong jadi berpikir yang tidak-tidak.
"Mas? Liatin apa sih? Ayo cepetan dong pakai helmnya, katanya udah telat," Hongjoong tersedak begitu suara sang driver menyadarkannya. Cepat-cepat ia membenarkan chin strap dan naik ke boncengan motor dengan hati-hati, "Maaf ya mas saya bawa kruk," ujar Hongjoong yang meminta maaf karena harus membawa kruknya.
YOU ARE READING
Ride With Love (JoongHwa) -END-
FanfictionHanya cerita seorang Hongjoong yang bertemu cinta pandang pertamanya. Seorang driver ojek online berpenampilan sederhana dengan wajah yang tampan sekaligus ayu di mata Hongjoong. Tapi, bagaimana cara Hongjoong bertemu kembali dengan driver tersebut...
