Sekelibat cahaya muncul bak film putih di depan mata Juyeon. Juyeon seperti melihat 2 anak kecil menaiki sepeda dan saling mengejar satu sama lain, beserta dengan seseorang anak yang lebih tua berlari di belakangnya.
"Lino! Joel! Jangan cepat-cepat! Kak Jaehyun cape ngejar kalian!"
Joel, anak yang berada tak jauh dari seseorang yang bernama Jaehyun itu, menghentikan laju sepedanya dan menengok ke belakang. "Ayo kak Jaehyun! Naik sepeda sama aku! Aku bonceng kak Jaehyun!!" Jaehyun lalu berjalan mendekati Joel dan mengusakkan tangannya ke kepala Joel. "Emangnya Joel kuat ngeboncengin kakak?" "Kuat dong!! Liat nih otot Joel!!" Joel mengangkat tangannya, memamerkan otot kecilnya. "Ah segitumah kecil. Sini kak Jaehyun aja yang bonceng Joel." Si kecil tersenyum senang, dan turun dari sepedanya. Memposisikan dirinya untuk menaiki belakang sepeda dan bersiap untuk dibonceng Jaehyun.
"AYO KAK JAEHYUN! KITA KEJAR LINOOOO"
"PEGANGAN YANG ERATT! PESAWAT MELUNCUR" teriak Jaehyun yang disambut oleh tawa riang Joel.
Juyeon memutar kepalanya dan melihat sisi lain dari film tersebut. Ia melihat kedua sosok anak kecil yang berpegangan tangan dengan sosok yang dewasa sambil tertawa riang. Tanpa mereka sadari, sebuah truk melaju kencang menuju ketiganya. Juyeon yang mencoba membuka suara, akhirnya gagal dan terlambat..
Namun bukan sedih yang ia rasakan, namun pedih. Jantungnya terasa seperti ditikam. Kepalanya terasa seperti dibenturkan oleh sesuatu yang keras. Dan ketika ia berkedip, ia melihat muka kak Jaehyun dengan jelas. Dengan darah yang mengalir di kepalanya dan senyuman terakhir sebelum akhirnya Jaehyun menutup matanya.
"Kak Jaehyun, jangan tinggalin aku." Juyeon mengangkat tangannya, lalu menutup matanya kembali dengan aliran air mata yang tak terbendung.
---
"Juyeon?"
Juyeon mendengar panggilan lirih disebelahnya. Ia melihat ada Changmin, Younghoon, dan... kak Jaehyun?
Juyeon yang melihat sosok itu langsung menegakkan tubuhnya dan memeluk sosok itu dengan erat. Tangisan tak terbendung keluar mengucur begitu saja.
"Ka...k Jae...hyu...n, ja....ngan.. ti...ng...gal...in Jo..jo..el. Ka..k, Jo..jo..joel janji.... akan jad...jaddi an....ak y...ya..ang bb..ba..aik d..ddan a...kka..kan jja..gga kk..ak Jae...hyun tte...ter..us.." Jaehyun, atau Hyunjae yang kaget, langsung menghempaskan pelukan Juyeon.
"APA-APAAN KAMU, JUYEON?" Hyunjae menatap Juyeon dengan marah dan menampar Juyeon yang sudah dipenuhi dengan air mata itu. Juyeon menggeleng sesegukkan dan
"HYUNJAE! UDAHLAH" Tahan Younghoon ketika Hyunjae mencengkram erat rahang Juyeon. "Stop. Tenangin diri lu dulu baru lu bisa kesini lagi." Hyunjae menatap tajam Younghoon, lalu melepaskan genggamannya pada rahang Juyeon, dan pergi meninggalkan kamar tersebut. Changmin yang melihatnya, langsung memeluk Juyeon. "Kamu ingat aku? Aku kyu, yang kamu selalu bilang mirip tupai saat kecil." Juyeon menutup matanya berusaha mengingat sosok kecil dengan kedua gigi susunya yang khas dan mata seperti tupai di kelas adiknya. "K....yu." Changmin tersenyum senang dan mengangguk. "Terima kasih sudah mengingatku, Joel. Terima kasih." Juyeon menutup kedua matanya dan menghela napas. Ia membalas pelukan Changmin sama eratnya.
--
"Lu kenapa, Jae?" Younghoon membuntuti Hyunjae ke ruangannya. Ia melihat Hyunjae memegang kepalanya dengan keras dan terlihat sangat frustrasi. "Gue ga inget apa-apa, Hoon. Siapa itu Jaehyun? Kenapa semua orang manggil gue Jaehyun? Jelas-jelas nama gue HYUNJAE bukan JAEHYUN!" Hyunjae mengerang keras dan menjambak rambutnya. Younghoon yang melihatnya, langsung menahan tangan Hyunjae dan melepaskan tangan tersebut dari kepala Hyunjae.
YOU ARE READING
ERROR - MilJu
Science FictionHyunjae memesan robot wanita. Namun yang ia dapatkan seorang robot laki-laki yang bernama Juyeon. Ia membenci Juyeon karena ia harus menunggu selama setahun lagi untuk mendapatkan robot yang ia inginkan. Tetapi Hyunjae sadar, 1 tahun bukanlah waktu...
ERROR - CODE 09
Start from the beginning
