Jenandra Abimanyu Baskara salah satu pengagum rahasia Denandra Danil Biantara, bagaimana tidak Jenan menganggumi sosok kepribadian Danil yang sangat ramah kepada siapapun, lemah lembut saat berbicara dengan yang lebih tua dan juga Danil termasuk mahasiswa yang berprestasi dikampusnya. selain ramah dan pintar wajah Danil sangat tampan sekaligus manis kulitnya yang putih bersih membuat orang terpukau jangan lupa dengan bibir tipisnya dan juga jemari lentiknya yang membuat semua orang terpesona.
Awalnya Jenan mengira bahwa dirinya straight ternyata tidak setelah melihat sosok Danil yang begitu cantik mengalahkan perempuan akhirnya Jenan sadar bahwa dirinya tidak straight, Jenan menganggumi fisik Danil selain itu Jenan juga sangat menyukai kepribadian Danil.
Jika Dimata Jenan begitu lain pula Dimata Haikal sepupu Danil, menurut Haikal Danil adalah orang yang cerewet dan juga sering berteriak kepadanya padahal Haikal tidak melakukan apa-apa tetap saja Danil berteriak dengannya, bagaimana tidak? Haikal sering mengusil Danil membuat harimau didalam diri Danil terbangun.
"kenapa sih lo bisa suka sama Danil, Nan."ujar sahabat Jenan, yuda. saat ini Jenan memandang Danil yang keluar dari kelasnya.
"santai aja kali liatnya, gak kasian apa sama tu mata?"ucap Johan.
"loh? lo juga ngeliatnya kek Jenan bang, gak kasian tuh mata?"sindir Marka.
"aelah cantikan pacar gua."kata Theo membuat ketiga sahabatnya memandangnya tajam, tidak semuanya sih hanya Jenan dan Johan.
"awas lo bang ntar suka juga sama bang Danil."Marka menepuk pundak Theo.
"gak akan, yang punya melon lebih menarik."balas Theo.
"kita liat aja, kalau misalnya Theo suka sama Danil juga gua yang ngaceng."cercos Yuda.
"ngaceng?"Johan memiringkan kepalanya mendengar perkataan temannya yang ambigu.
"ngakak kenceng."ujar Yuda.
"gua setia sama pacar gua."Theo berucap membuat semuanya terdiam, sampai Jenan membuka suara.
"gua gak cuma suka sama fisiknya,"gumam Jenan"gua juga suka sama kepribadiannya yang dewasa."lanjut Jenan sambil menghidupi rokoknya.
"gak biasanya lo kek gini Nan, ngeri dah gua liatnya."Johan sambil meminum airnya.
"tapi bang kalau kata Haikal bang Danil tuh suka marah-marah terus cerewet."Marka mengambil ponselnya lalu bermain game.
"lo deket sama Haikal ka?"tanya Theo.
"Haikal mah gebetan gua bang."ujar Marka dengan cengeriannya.
"yeuuu kok bilang sekarang? gak setia kawan lo."kata Yuda sambil memakan siomay yang baru ia pesankan tadi.
"gua cabut dulu."ucap Jenan sambil mengambil jaket denimnya lalu beranjak dari sana.
"pasti mau ngikutin bang Danil."ujar Marka tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"emang Danil mau sama Jenan? dengar-dengar Danil keknya straight."Yuda
"dari mana lo tau?"tanya Johan.
"gatau pokoknya ada yang pernah bilang kalau Danil straight."
"kalau danil straight gak ada kemungkinan buat Jenan."
"yahhh.. kasian deh bang Jenan ntar jadi sedboi."
"doa aja Danil mau sama Jenan."
"keknya bang Danil gak suka deh sama bang Jenan."ucapan Marka membuat semuanya terdiam dan menatapnya.
"dari mana lo tau?"tanya Theo.
"gua denger dari Haikal bang Danil gak suka sama orang yang brengsek, kan bang Jenan..."
