<1>

2 0 0
                                        

Dirga Andrean..
Anak seorang pengusaha yang tegas dan kaya raya. Ia mempunyai kebiasaan buruk, ia gemar menghisap vapor ketika sedang dilanda banyak masalah, tapi untungnya sekarang ia sudah sedikit menghilangkan kebiasaan buruknya itu demi sang kekasih. Laura Hwang selalu menasehati Dirga agar ia mau mengurangi kebiasaan buruknya itu. Dirga Andrean memang terlihat seperti sosok yang tegas, jika ia sudah berada di hadapan ibu dan kekasihnya ia akan berubah menjadi bayi kecil. Sayangnya, beberapa tahun terakhir ia belum bisa melupakan masa lalunya dan ia juga tidak bisa menceritakan hal tersebut kepada Laura.
Dirga takut jika nantinya Laura akan kecewa dan pergi meninggalkannya sedangkan Dirga tidak ingin kehilangannya.
Egois memang, tapi begitulah hidup di dalam hubungan yang dibayang-bayangi oleh masa lalu.
Dua tahun sudah mereka bersama, semua berjalan seperti biasanya. Masalah kecil pun sering datang dan mampu mereka atasi dengan berdiskusi berdua. Dirga rutin bekerja di kantornya, Laura rutin mengecek caffenya dengan sesekali mengunjungi Dirga untuk sekedar makan siang bersama. Tak jarang juga Dirga menjemput sang kekasih di caffe untuk dinner dan menghabiskan waktu berdua. Laura memutuskan untuk membangun bisnisnya sendiri setelah ayahnya meninggal, karena ia tidak ingin terlalu membebani kakaknya dan ibunya. Tidak disangka bisnis yang ia rintis dari nol berkembang pesat sehingga pendapatan Laura semakin besar, tetapi sang ibunda bukannya merasa seneng ia malah mempertanyakan bagiannya.
Laura rajin memberi uang bulanan kepada ibunya. Dirga terus mendukung sang kekasih dengan memberikan motivasi dikala penjualan bisnisnya sedang menurun.

"Tenang, nanti juga akan naik lagi.. jadikan ini pengalaman untuk kedepannya supaya kamu bisa mengeluarkan ide dan ke-inovatifan kamu" ucapnya sambil merangkul bahu Laura malam itu.

"Ciptakan sesuatu yang berbeda dari caffe-caffe yang lain" ucapnya memberi saran.

Kata-kata itu sederhana namun, mampu membuat Laura berhenti menangis. Laura pun mendongak ke atas, mata mereka bertatapan.
"Ide bagus" ucapnya sembari menampilkan senyum manisnya.

"Mau ku bantu?" ucap Dirga Andrean sembari mengelus pucuk kepala kekasihnya.

"Boleh, aku punya ide untuk mengubah beberapa tampilan menu menjadi tampilan yang lebih menarik dan aku ingin mengubah beberapa tempat di caffe supaya tidak membosankan" ucap Laura Hwang.

"Kamu benar-benar memikirkannya, sayang?" ucapnya tak percaya.

"Hahaha.. seorang Dirga Andrean rupanya tidak terlalu mengenal kekasihnya.. itu harusnya bagus menjadi headline news Minggu ini" ucap Laura sembari tertawa.

"Iya sekarang aku tau kamu lebih pintar dariku" ucapnya sembari mempererat rangkulannya.

Malam itu berjalan dengan indah ada yang sedang putus asa namun, salah satu dari mereka mampu untuk memberikan support berupa motivasi dan saran bukan malah saling tidak memperdulikan satu sama lain.

Bersambung~

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 01, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PriorityWhere stories live. Discover now