YAKINKAN dirimu untuk menulis ini, Langit.
Halo, Awan. Kalau kamu baca ini, itu artinya aku sedang berusaha dan harapannya, aku sudah melupakanmu. Melupakan kisah tentang kamu. Menyerah untuk berusaha menjadikan kamu tokoh utama dalam kisah hidupku. Menyerah untuk menunggu kamu. Menyerah untuk berharap kalau akan ada yang bisa disebut kita.
Kalau pas kuliah, pasti kita sering kan mencatat hal-hal yang perlu kita lakukan. Ketika kita sudah mencatatnya, secara tidak sadar, kita membebastugaskan otak kita dari usaha untuk mengingat hal tersebut. Toh sudah dicatat.
Awan, sesungguhnya inilah hal yang sedang aku lakukan sekarang.
Untuk melupakanmu, membebastugaskan otakku dari segala hal tentangmu. Aku izin mengabadikan kisah kita, yang bahkan mungkin kamu gak sadari, tapi sangat berharga buatku. Setidaknya kamu akan abadi menjadi tokoh utama walau hanya dalam rangkaian kata. Tapi menurutku ini sudah sangat cukup. Karena sejujurnya, kamu seberharga itu buatku.
Awan, jujur sangat sulit. Aku masih berharap akan secuil kemungkinan itu. Namun satu sisi dalam diri menyadarkanku.
Langit tak bisa selamanya berharap bahwa Awan akan selalu di sana untuk menemani. Nyatanya, Awan lebih memilih turun ke bumi untuk menemani Tuan Putri bermain. Atau tokoh yang tidak aku sadari, yaitu Sang Mawar dengan kelopak dan warnanya yang elok nan menawan.
Untuk itu, dengan adanya rangkaian kata ini, aku, Langit, memutuskan untuk menyerah.
Aku bisa saja berteriak, memaksa Sang Empunya Semesta untuk merajut kisahku dengan kamu. Tapi itu berarti ada kisah yang harus koyak. Kisah kamu dengan Sang Mawar yang senantiasa menunggu kamu sebagai hujan di muka bumi sana. Aku gak mau sampai hal itu terjadi. Apalagi harus kamu yang jadi korban, Awan. Lebih baik kamu berkorban untuk Sang Mawar, bukan aku.
Lagi-lagi aku tekankan, supaya aku sendiri ingat dan semakin teguh untuk menyerah. Langit hari ini memutuskan untuk menyerah menunggu Awan.
YOU ARE READING
Catatan Langit tentang Awan yang Pernah Singgah
RandomNyatanya, Awan lebih memilih turun ke bumi untuk menemani Tuan Putri bermain. Atau tokoh yang tidak Langit sadari, yaitu Sang Mawar dengan kelopak dan warnanya yang elok nan menawan.
