Naomi.
-Vandrean Aniell
***
Hari liburku selama 2 minggu ku habiskan untuk bermain dengan Viora dan teman teman ku. Tapi tidak hari ini,hari ini aku sudah ada janji dengan sepupuku dari Indonesia.
"Oppa ayo cepat!!"
"Iya Viora Aniella. " jawabku sambil mengelus lembut rambut Viora.
5 menit kemudian aku sampai di sebuah taman di area perumahan ku untuk menunggu sepupuku.
"Vandrean!!!" teriak seorang yeoja yang suaranya sangat familiar di telinga ku.
"Eonni!!!"teriak Viora kepada yeoja tersebut.
Aku pun membalikkan tubuhku dan mendapati seorang yeoja yang sedang menggendong bayi namja yang sangat tampan berketurunan Korea - Indonesia.
"Aurora??wahh... Akhirnya kau datang juga.Kau juga mengajak Gain? " tanyaku heboh sendiri sambil mengambil alih tubuh kecil Gain dari gendongan Eommanya itu.
" ya,lagi pula kalau Gain ditinggal di Indonesia dia tidak ada yang menjaganya karena Appanya sedang ada di New York." jelas Aurora
***
Author POV
Siang ini Naomi dan Lennard akan pergi ke taman dekat sebuah perumahan mewah di daerah Seoul. Entah mengapa Naomi sangat ingin sekali ke taman itu bersama Niell namun saat Naomi ingin menghubungi Niell,Naomi takut mengganggu Niell.
Lennard menggenggam tangan Naomi saat ia tersadar bahwa Naomi sedang melamun "Kau kenapa Naomi?"tanya Lennard masih tetap menggenggam tangan Naomi.
Naomi hanya menjawabnya dengan senyuman manis lalu memandang ke sekeliling taman dan seketika langkahnya berhenti mendadak lalu sebuah senyuman terlukis di wajah nya.
"Bukan kah itu Niell dan Viora?"tanya Naomi.
"ya..." jawab Lennard.
"Ayo kita kesana."kata Naomi lalu menarik narik tangan Lennard secara paksa membuat Lennard pasrah dengan keadaan.
"Hi Niell!!"sapa Naomi sambil melambaikan tangannya.
"Naomi?kenapa kau ada disini?"tanya Niell bingung karena jarang - jarang Naomi akan kesini kecuali jika bersama Niell.
"Baiklah Niell,Naomi.Aku pulang duluan ya, tiba tiba eomma ku menyuruh ku mengantarnya ke Bandara." kata Lennard tiba-tiba.
"Baiklah. Hati hati di jalan Lennard!!!" kata Naomi sambil menggenggam tangan Lennard sebentar.
"Ehem." tiba tiba Aurora berdeham karena sadar bahwa Niell sedang memandang ke arah Naomi sedangkan Naomi memandang ke arah Lennard yang semakin jauh dan akhirnya tak terlihat.
Niell dan Naomi pun menengok ke arah Aurora secara bersamaan membuat Aurora tertawa cekikikkan akan tingkah laku mereka berdua karena peristiwa ini terjadi seperti di sebuah film yang pernah Aurora tonton di Indonesia.
Niell pun berniat membuka percakapan "emm.. Naomi,kenalkan ini Aurora sepupuku dari Indonesia.dan Aurora kenalkan ini Naomi sahabatku." katanya sambil tersenyum salah tingkah.
Aurora dan Naomi pun saling sapa menyapa.Di perjalanan pulang Mereka berdua sangat asyik berbincang bincang tentang apa pun yang mereka tanyakan.Sedangkan Niell dibiarkan sendiri jalan paling depan bersama dengan Gain.
"Gain.Jika kau besar nanti,kau jangan seperti eomma mu yang sngat senang menggosip."bisik Niell kepada bayi mungil yang ada di gendongannya sedang mengemutkan ibu jarinya.
"Oh ya.Niell,aku dan Naomi akan ke Mall sebentar jadi tolong jaga Gain sebentar oke?" kata Aurora lalu melanjutkan kembali perbincangannya dengan Naomi.
***
"Hei Gain,eomma mu itu memang sering ke mall dan meninggalkan mu seperti ini saat kalian di Indonesia?" tanya Niell sambil mengayun ngayunkan tempt tidur Gain karena sudah hampir lebih dari 1 menit Gain menangis.
Gain terus menangis dengan kencang,semakin kencang,dan lebih kencang dari sebelumnya membuat Niell frustasi tak tau harus berbuat apa dan hanya ada 1 cara yang bisa membuat Gain berhenti menangis.
minum susu.
"OK Gain tunggu sebentar,aku akan membuatkan mu susu. " kata Niell sambil mencari botol susu Gain beserta dengan susu bubuk nya.
"Oh My God,aku tidak tau takaran air panas dan susu bubuknya." pasrah Niell sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan nya.
"Niell?" Sebuah suara terdengar dari luar kamar yang sekarang ditempati oleh Gain dan Eommanya itu membuat Niell mendongakkan kepalanya dan langsung menjawab "masuklah,pintu tidak di kunci."
"Naomi?" lanjut Niell.
"ne?Gain?kenapa kau menangis?" tanya Naomi.
"Sepertinya dia menginginkan susu, tapi aku tidak tau takaran nya. Kemana Eommanya?"tanya Niell sambil mencari setiap sudut ruangan.
"baiklah akan ku buatkan. Eommanya sedang merapihkan belanjaan di bawah." jawabnya langsung menggendong Gain dan memberikan botol yang berisi susu vanilla.
Niell masih tidak percaya bahwa seorang Naomi bisa secepat itu membuatkan susu botol untuk Gain karena bagaimana tidak?Naomi tinggal sendiri di sebuah apartement dan dia pasti disibukkan dengan pekerjaannya sebagai designer.
Niell mendekati Naomi dan Gain untuk melihat Gain yang dalam gendongan Naomi sedang tertidur pulas. Perasaan Niell sekarang tidak karuan antara marah,senang dan sedih.Marah akan Aurora yang sangat lama berbelanja sedangkan anaknya ditinggal begitu saja.Senang karena Niell pikir saat ini dia,Naomi dan Gain adalah sebuah keluarga kecil yang harmonis.Sedih karena dia tidak yakin bahwa nanti dia akan bisa membuat keluarga tersebut selama hidupnya.
"Wah...kalian terlihat seperti keluarga sejahtera." ledek Aurora dari ambang pintu tempatnya berdiri.
"Kau ini." decak Niell.
"mian,sepertinya aku harus pulang karena kakak ku akan datang ke apartement ku sebentar lagi." kata Naomi sambil memasang wajah sedih sambil melirik ke arah Aurora,Niell dan Gain.
"Baiklah.Niell,kau kan seorang namja jdi kau hrs mengantarkan Naomi selamat sampai tujuan" kata Aurora sambil mengambil alih Gain kembali kedalam dekapannya.
"Baiklah Nyonya. Ayo Naomi aku antar " Niell langsung menarik pelan tangan Naomi sehingga Naomi mengikutinya.
Diperjalanan mereka terlihat sangat gugup, menekuni pikirannya masing masing. Mereka menuju Apartement dengan berjalan kaki karena Naomi menolak menaiki mobil karena dia bilang "apartement ku dekat jadi tidak usah naik kendaraan, itu hanya menghambur hamburkan bahan bakar."
"Sampai Jumpa Niell." kata Naomi tersenyum lalu Niell langsung kembali kerumahnya karena mengingat di rumah nya ada Aurora dan Gain.
Niell berjalan dalam diam memandang lurus ke depan sambil menyipitkan matanya setelah melihat seorang namja dan yeoja sedang bergandengan tangan sambil tertawa.
"Lennard?" Kata Lennard sambil memandang remeh ke arah yeoja dengan tatapan -murahan-
"Honey" panggil Na Eun.
Ya.Na eun adalah yeoja yang dikenalkan Naomi kepadaku saat di café dekat sekolah.
"Niell,jangan sampai kau memberi tau tentang ini kepada Naomi!Ingat itu!" ancam Lennard membisikkan ku.
Aku hanya menghembuskan nafas dengan kasar dan hanya ada satu pemikiran di otakku.
'lihat keadaan Naomi sekarang!'
