Pancaran sinar matahari membangunkanku dari tidur yang lelap ini. Sepertinya beberapa gelas whiskey semalam cukup membuatku tertidur nyenyak.
Aku mulai mencoba untuk membuka mata yang berat ini. Samar-samar terlihat langit-langit yang tidak familiar bagiku. Sejenak aku tertegun, hingga akhirnya aku teringat jika tidak pulang ke apartemen setelah acara semalam.
Kusibak selimut yang menutupi sebagian tubuh. Terasa ada pelukan hangat melingkar di perutku. Sembari memiringkan badan ke sebelah kiri, kupegang tangan putih nan halus itu. Kutaruh tangan kiri yang halus itu ke sebelah mukanya, kemudian kupeluk pinggang ramping gadis itu. Raut senang langsung terpancar di balik wajah putihnya.
"Good morning sleepyhead," Ujarku sambari mengelus punggung mulusnya. Nampak wajah gadis itu memancarkan senyum walaupun matanya masih terpejam. Dia lantas melingkarkan kembali tangannya di perut sampingku.
"Aah Alva. Jam berapa ini?" Ia bertanya sembari perlahan membuka matanya.
"Cukup siang untuk kita mandi dan siap-siap checkout," Jawabku sembari mengelus pipinya yang halus
Ia membuka mata indahnya, menatapku dengan tatapan tajamnya yang khas. Ditatap seperti itu membuatku tak tahan. Dengan refleks aku mengecup bibir indahnya .
"Cuupphh .. hhmm .. slluurrpph .." Ia membalas ciumanku dibibirnya dengan cukup ganas, mengembalikan memori akan pertempuran liar kami tadi malam.
Aku menghentikan permainan bibir indah ini. Sakali lagi, ia memberikan tatapan tajam yang mengisyaratkan, "Cium aku lagi, Alva!" Ingin sekali aku menuruti permintaan tersirat itu, namun sepertinya sudah tidak ada waktu untuk mengulangi permainan indah semalam.
"Kita emang ga mau extend aja? Semalem lagi Va, aku masih kangen yang semalam," rengeknya sembari mengalungkan tangannya ke punggungku. Dadaku pun kemudian dia elus.
Jujur saja, diperlakukan seperti itu, membuatku gemas dan ingin saja mengulang permainan kami tadi malam. Namun aku teringat sesuatu.
"Ga bisa sweetie, aku harus berangkat ke kantor dan ada meeting sore nanti. Kita masih bisa ketemu lain waktu kok."
"Kan masih nanti sore, Alvaaa. Kamu ga mau lagi yang semalam?" ucapnya dengan suara seraknya, yang membuat libido ku meninggi. Suara serak khasnya, sungguh sangat sexy ditelingaku
"Cuupphh .. mmmhh... mmmhhhh.."
Ia kembali menyerbu dengan bibir manisnya itu. Tak tahan dengan rangsangannya, kubalas ciuman bibir liarnya. Ciumanku kemudian turun menuju leher putih gadis itu, leher yang membuatku tergila-gila kepadanya.
"Cuuupphhh .. mmhhh .. yeessh.. aaaah Al..mmhh vaaa.. mmhh .. Gimme more .. aaahh"
Aku ingin saja menuruti permintaannya. Namun, aku sudah keburu menjadwalkan untuk bertemu dengan client ku siang ini. Aku tidak menyangka pertemuanku dengan mantan idol ibu kota ini, akan berakhir di ranjang hotel. Sesuatu yang dulu hanya bisa aku impikan saat bertemu dengannya secara daring.
"It's not like we're not gonna meet again," ujarku setelah menyudahi permainan bibir kami.
"Promise me this won't be the last time," ucapnya dengan berbisik sembari masih memainkan jemarinya di dadaku.
"I promise. We're gonna do this again. A lot," jawabku meyakinkannya.
"By the way, thank you ya Va semalem. It was a fun night," ucapnya sembari merapatkan badanya dan dapat kurasakan bibir indahnya kembali mendarat dibibirku.
*****
Delapan jam sebelumnya
Jam menunjukan pukul lima sore. Aku sudah harus bersiap untuk menghadiri acara yang cukup penting. Sahabatku baru saja membuka restorannya. So, sepertinya tidak ada salahnya untuk datang ke acara soft launching-nya.
YOU ARE READING
A Certain Romace
FanfictionCerita tentang perjalanan hidup seorang pria bernama Alvaro Aditya serta kehidupan disekitarnya. Alva yang bisa dibilang cukup sukses dari sisi pekerjaan, namun tidak dengan hatinya. Akan seperti apa perjalanan Alva, dengan beberapa wanita disekitar...
