mungkin mudah untuk mengatakan jika kita mencintai seseorang dan mudah untuk mengatakan kita mampu berkorban untuk orang yang kita cintai.
tapi. dari mana kau bisa melihat kata kata yang manis itu nyata adanya.
bagaimana kau bisa melihatnya...
" permisi Nona . Maaf menganggu anda. Tapi Nona anda sudah 1 jam di sini. Kami akan tutup , jadi bisakah anda pergi. Bukan saya ingin mengusir. Tapi , kami sudah menunda tutup 15 menit. Jadi , jika anda Tidak keberatan. Datanglah besok ". Ucap salah seorang penjaga galeri yang dari tadi di sana mengunggu wanita muda itu untuk pergi.
" Jika anda mau melihat yang lain. Anda bisa datang lain kali. Tapi , ini sudah waktunya tutup". Dengan baik pria tinggi itu memintanya Ruby untuk pergi.
sadar jika ini juga sudah larut malam. Ruby sadar jika ia sudah menganggu orang lain , " Baik. Maaf membuat mu terganggu". Ucap Ruby pelan .
Dengan senyuman. Pria tinggi itu mengeleng pelan. " Tidak apa-apa. Kami tidak keberatan. Hanya saja ini sudah Waktunya Tutup. Tapi lain kali kami akan menunjukan yang lain kepada anda".
" Ya , terima kasih sudah datang , semoga hari anda mengenakan ".
.....
23.000
" Aku pulang"
" Kau dari mana?". Tanya pria tinggi yang sudah satu 3 jam lalu berdiri di ruang tamu menunggu kedatangan Ruby. " Maaf ". Sahut Ruby. " Aku terlambat pulang Doyoung Sunbae ".
Doyoung menatap Ruby kesal. " Ini jam berapa. Apa kau tidak memikirkan ku ?". Ucap Doyoung memasang wajah kesal dan juga cemberutnya.
" Aku akan pulang. Kenapa kau menunggu ku?". Ucap Ruby melewati Doyoung. Yang mengikutinya ke meja makan.
" Karena aku--- " Harus bangun pagi dan bergegas ke kampus untuk mendapatkan nilai baik dan aku tidak boleh menganggu jam tidur mu". Sela Ruby menatap Doyoung malas
" Eoh..jika sudah tau kenapa kau tidak mengikuti peraturan yang kita buat ?". Tanya Doyoung melipat kedua tangannya.
Sedikit mendengus. Ruby berbalik dan menatap Doyoung santai. " Aku pergi untuk menemui teman lama. Apa kau keberatan dengan itu?".
" Siapa ?, Nail , Arin , Jian , atau pria tinggi aneh itu?". Bertubi-tubi Doyoung melontarkan pernyataan yang membuat Ruby tersenyum lucu melihat sikap pria yang sudah 2 tahun ini tinggal bersamanya di apartemen ini.
" Bukan. Tapi hanya melihat lukisan di galeri saja ". " Kau kesan lagi?". Kening Doyoung berkerut Mendengar apa yang Ruby Katakan. " Eoh ". Jawab Ruby santai meminum susu dingin di kulkas.
" Apa yang bagus dari tempat itu? Galeri lama itu sudah akan tutup. Kenapa kau masih kesan?". Tanya Doyoung duduk di meja makan menatap Ruby.
" Hanya ingin datang saja ". Senyum Ruby duduk di depan Doyoung sambil memainkan kotak susu di meja.
" Kau masih sulit tidur ?". Tanya Doyoung memperhatikan Ruby dengan raut lelah di wajahnya.
" Tidak". Jawab Ruby melirik Doyoung sekilas. " Hanya ingin ".
Doyoung seorang dokter. Atau mahasiswa jurusan kedokteran. Ia tau bagaimana mimik wajah seseorang saat berbohong.
" Aku akan memberikan mu obat tidur dan makan. Karena kau terlihat seperti anak tidak terurus dan terbuang ". Ejek Doyoung mencoba untuk menghibur Ruby.
Dan itu berhasil membuat Ruby tersenyum.
Sejenak hening. Ruby bernafas berat menyandarkan dirinya di sandaran.
" Doyoung Sunbae ". Panggil Ruby.
" Apa?. Apa Sekarang kau sadar aku ini senior mu?" Tanya Doyoung mengejek Ruby.
Menarik nafas dalam . Ruby menatap Doyoung. " Apa aku ini terlihat buruk dan menyedihkan ?". Tanya Ruby langsung.
Sedikit tertawa. " Apa yang kau bicarakan. Apa kau sedang latihan drama?".
" Katakan Saja. Menurut mu apa aku ini seperti itu?". Sejenak diam , Doyoung memperhatikan bola mata Ruby yang terlihat lelah dan juga sendu. Sepertinya itu adalah pertanyaan yang memang ingin ia tanyakan.
"...apa itu penting?". Tanya Doyoung. " Tentu..kau adalah seseorang. Menurut mu Apa aku seperti itu?". Ulang Ruby.
" Jika tidak . Bagaimana ?". Jawab Doyoung memasukan kedua tangan ke dalam saku celana. " Bagaimana. Jika aku mengatakan bahwa kau tidak buruk dan tidak menyedihkan?".
Tersenyum manis. " Aku senang ". Sahut Ruby menatap Doyoung. " Jika kau mengatakan itu aku senang".
Doyoung tersenyum menahan tawa melihat sikap Ruby. " Ada apa dengan mu. Apa cuaca dingin mempengaruhi pemikiran mu?. Lain kali bawa pemanas untuk kepalamu itu. Agar berhenti memikirkan hal aneh ".
" Aku tidak aneh ". " Kau tidak aneh. Tapi mengudang keanehan". " Mana mungkin. Itu bohong". " Itu bukan bohong. Tapi fakta". " Ais... Sunbae". " Apa ?".
.......
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ini cerita baru BOOM SEMOGA KALIAN SUKA.
DAN JANGAN LUPA FOLLOW YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT BUAT CERITANYA OK.