K

17 4 16
                                        

  Di sebuah rumah tua terdengar suara mesin tik. Seorang pria duduk dengan santai di kursi dengan ukiran mewah namun tetap bertahan dengan gaya klasiknya. Entah apa yang dia ketik. Jari jemarinya menari di atas mesin tik. Kertas kertas berserakan begitu saja di sudut ruangan, bahkan sebagin sudah di jadikan rumah oleh para laba laba.

   Entah berapa halaman yang dia buat. Rumor mengatakan orang yang tinggal di rumah tua itu adalah seorang penyihir jahat yang suka memakan anak kecil. Sehingga tidak ada yang berani menyentuh rumah itu. Sesaat jari tangan pemuda itu berhenti. Tanganya meraih secangkir kopi lalu menubrukanya ke bibirnya.

  Wajahnya terlihat puas. Sepertinya ia akan beristirahat sejenak. Pemuda itu pergi beranjak dari kursinya dan meninggalkan mesin tik tua itu disana, sendirian.
"William tolong bisakah kau siapkan aku sarapan dengan cepat?" pemuda itu menyuruh seseorang disana.
 
Percayalah tidak ada seorangpun selain dia disana. Akan tetapi, terdengar sebuah balasan entah darimana asalnya.
"Baik Tuan Rasakha, akan segera saya laksanakan." entahlah siapa dia. Dia cukup aneh untuk dikatakan sebagai manusia normal.

  Tubuhnya besar dan banyak sekali jahitan ditubuhnya, bahkan dua buah paku besar menancap di kepalanya.

  Pemuda itu membetulkan posisi kacamatanya lalu beranjak dari tengah ruangan menuju jendela. Matanya mengamati setiap inci dari lingkungan yang ada di depanya, seperti orang yang mencari inspirasi.

   Siapa sebenarnya Rasakha? Kenapa dia hidup sendiri? Rasakha selalu sebatang kara. Akan tetapi pada suatu hari di saat dia menginjakan kaki di rumah tua itu, apa yang ia tulis menjadi sebuah kenyataan. Mungkin bisa jadi makhluk penuh bekas jahitan tersebut adalah salah satu hasil dari sihir yang ia dapat secara instan. Tetapi ada satu kutukan yang ia dapat ketika mendapat ilmu sihir tersebut. Raga dan jiwanya takkan pernah bisa keluar dari tempat itu, takkan pernah.

Usianya kini menginjak 15 tahun. Yang ia ketahui ia mempunyai kakak yang bodoh. Rambutnya tak beraturan tetapi suatu hari ia hilang tanpa jejak. Hatinya hancur, ia memilih pergi dari tempat yang ia tinggali sebab perlakuan orang orang disana berubah saat kakaknya menghilang. Ia pergi lalu sampai di sini.

  Pintu ruangan itu terbuka. Sebuah kereta berisi makanan mewah tersaji disana. Kali ini bukan mahkluk penuh bekas jahitan yang masuk, melainkan seorang wanita dengan tubuh seperti boneka. Disetiap sendinya terlihat seperti sendi buatan. Dan ada gulungan benang di atas pinggulnya.

"Silahkan dinikmati tuan sarapan kali ini." setelah menata makanan itu di ruangan, wanita dengan tubuh boneka itu meninggalkan ruangan perlahan dengan anggun.

"Waktunya makan sebelum akhirnya kita menyelesaikan babak akhir dari kisah seorang ksatria tanpa jiwa." ruangan itu sunyi kembali, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang berulang kali keluar masuk mulut Rasakha.

RasakhaWhere stories live. Discover now