Kulepas semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila ku menanti
Pernahkan engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah ku menanti
Dinginnya udara malam tak menghentikan kakinya untuk melangkah, menapaki setiap sudut kota, menyusuri gang-gang kecil dengan warung-warung kumuh di sepanjang nya. Netra kelam nya tak mengindahkan pemandangan segerombolan pemuda dan bapak-bapak yang menghiasi beberapa warung tenda untuk menghabiskan malam mereka.
Apa yang tengah ia lakukan?
Apa yang tengah ia cari?
Entah.
Senandung lagu dari band favoritnya menemaninya, mengarungi malam hampa. Mulutnya ikut sibuk merapalkan setiap lirik yang kini mewakili hatinya. Mengulang kenangan manis nan pahit yang memenuhi memori otaknya. Seakan memaksa segala penyesalan keluar mengungkung jiwa.
Rindu.
Itu yang dia tau.
Itu yang ia rasa .
Itu yang kini tengah melandanya bersamaan dengan patah hati yang tak seharusnya.
Aneh, hubungannya telah berakhir satu tahun yang lalu, bahkan ia telah mempunyai kekasih lagi setelahnya, tapi mengapa begitu menyakitkan ketika melihat Senju berpelukan dengan Wakasa? , melihat senyum tawa bahagia Senju ketika bersama Wakasa?
Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat
Kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja
Katakan ia menyedihkan. Tapi bolehkah? Bolehkah ia tetap menginginkan Senju? Mengharapkan Senju kembali? Berada di peluknya lagi? Karena sungguh Tuhan, mikey takkan pernah lelah menanti Senju, cintanya takkan hilang untuk Senju.
Tapi ia tau, Senju telah begitu jauh, dinding antara mereka sudah begitu tinggi, bahkan mungkin jalan menuju hati Senju baginya sudah tak ada lagi.
Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa
Maka dengan itu biarkan Mikey memeluk Senju dalam kenangannya. Biarkan ia memeluk hati yang terdalam pada relungnya. Biarkan untuk terakhir Senju menjadi kenang dalam hatinya sampai habis tiada cinta yang tersisa di jiwanya.
End~
YOU ARE READING
Yang Terdalam
FanfictionA Maisenju shortfic Mencintaimu sebesar ini baru kusadari ketika aku benar-benar kehilanganmu. ini tulisan pertamaku. Masih amburadul ga jelas. harap maklum. thank you~ happy reading~
