PROLOG

5.9K 378 18
                                        


Bola kasti mengelinding masuk kearah sebuah bangunan besar dengan pagar menjulang tinggi. 2 anak yang mengejar bola berhenti tepat didepan pagar kokoh berwarna hitam kelabu tersebut.

Keduanya terdiam dan saling memandang satu sama lain, seolah menebak siapa yang paling berani untuk memasuki tempat itu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Keduanya terdiam dan saling memandang satu sama lain, seolah menebak siapa yang paling berani untuk memasuki tempat itu.

"Tidak apa-apakan? Inikan hari minggu, pasti setannya ingin liburan juga." Ucap anak yang memegang pemukul kasti sedikit resah.

Anak yang bertopi merah mengangguk kecil, "Mmm, Aku tungguin disini, Kau harus mengambilnya cepat."

Anak itu membalas dengan mengangguk cepat, pemukul kasti ia pegang erat lalu mendekati pagar besi tersebut. Tubuhnya yang kurus memudahkannya untuk memasuki pagar. Sebelum melangkah jauh ia sempat menatap temannya yang berada diluar pagar sebentar lalu berlalu.

"Hati-hati Seongho-ah..."

Sedikit berlari ia melewati kawasan lapangan depan gedung. Gedung kokoh itu tidak lain adalah Sekolah mewah yang berdiri ratusan tahun. Sekolah bercat Bata Dark sangat kontras dengan alam sekitarnya membuat gedung dengan 4 lantai itu sangat megah namun terkesan suram.

Si Anak mencari dengan cepat bola yang dimainkannya bersama teman-temannya tadi. Hingga ia berjalan ke kiri gedung.

"Iish, tau begini Aku bawa dua bola tadi." Keluhnya, sedikit ia menatap samping gedung yang ditumbuhi bunga-bunga plum musim korea yang saat itu belum mekar. Sedikit ragu ia berjalan pelan kearah taman.

"Nah, itu dia hehe..." Dengan semangat ia berlari kearah bola yang terletak didekat tumbuhan berduri.

Tanpa sengaja ia menginjak batu besar sehingga kaki tergelincir dan membuatnya terjatuh.

"Akh... aduh duh!" Keluhnya menduduki tubuhnya dan meraih lututnya yang berdarah. "Huhuhu perihhh..."

Keadaan yang sepi membuat isak tangisnya terdengar sendirian, Anak tersebut menangis pelan dan menatap disekitarnya.

"Huhuhuhuhuhu-"

Huhuhuhuhu

"Hik huhuhuhu..."

Huhuhuhhhhhhhh

Keadaan mencekam melimputi si Anak, jantungnya berdesir kuat dan peluh membanjiri tubuhnya. Suara tangisan parau itu mengikuti jejak tangisnya. Ia diam membisu dengan tubuh bergetar.

Huhuhuhu

Tangisan kembali terdengar kuat dan berasal dari arah belakangnya.

Huhhhhhh hhhhh

Si Anak telah menangis ketakutan dalam diamnya, tubuhnya bergetar kuat bahkan tanpa ia sadari celananya telah basah oleh air kecingnya.

Dengan perlahan dan menahan nafasnya ia menoleh kebelakang tubuhnya,

"WAAAAAA!!!"


Burung-burung senja mengepakkan sayapnya dan terbang segerombolan meninggalkan atap gedung, sayup-sayup suara gagak berkumandang menyiratkan kesedihan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Burung-burung senja mengepakkan sayapnya dan terbang segerombolan meninggalkan atap gedung, sayup-sayup suara gagak berkumandang menyiratkan kesedihan. Teriakan hilang dan suasana kembali sunyi dan seolah mati tanpa suara.

Warna biru sore menjadi jingga kelabu, dan anak itu tidak juga kembali.







Masih Prolog nih, cuzz lanjut nanti malam:^

FANATIC | sungjakeStories to obsess over. Discover now