Jeong Tae Eul menatap rekan kerjanya dengan tatapan kosong. Dia harus menggelengkan kepalanya sampai dirinya mendapatkan kesadarannya kembali.
"Detektif Park, apa yang kau katakan?".
"Kita akan menangani kasus Blues". Kang Shin Jae lah yang menjawab pertanyaan Tae Eul dengan nada tenang.
"Itu! Kenapa?". Jeong Tae Eul mengangkat jarinya ke udara. Dia menoleh ke semua rekan satu timnya dan menginginkan penjelasan sesegera mungkin.
"Tidak ada departemen yang mau mengambil ini sehingga mereka menyerahkannya kepada kita". Jawab Detektif Park, beliau menepuk-nepuk bahu Kang Shin Jae.
“Lalu? Kalau mereka bisa menolak, kenapa kita tidak?”.
"Karena kita yang terakhir dan tidak ada yang mau menerima ini. Jadi ini sudah pasti harus kita ambil". Detektif Park menoleh padanya.
Tae Eul memutar matanya. "Konyol. Aku tidak akan pergi. Terakhir kali kita sampai di sana, kita bahkan tidak bisa memasuki gerbang!".
Kang Shin Jae mengangkat bahu. "Ini 3 tahun yang lalu. Sesuatu berubah. Mungkin".
Tae Eul membuka mulutnya. "Pasti. Membayangkan mereka lebih kuat dan perlindungannya? Sudah lebih sempurna".
"Tapi kita juga lebih kuat". Balas Shin Jae, tak suka dengan pemikiran pesimis Tae Eul.
"Tae Eul ayolah, kita hanya perlu melakukan ini sekali saja. Lagipula kita bukan peringkus utama, kita hanya bertugas mengalihkan perhatian mereka." Detektif Shim berusaha membuat Tae Eul yakin.
Mereka semua tahu kalau Tae Eul masih ragu maka kemungkinan besar Shin Jae juga akan mengikuti Tae Eul.
Mata Tae Eul membesar. Ia melotot kaget. "Jadi kita cuma bertugas untuk mengalihkan perhatian lalu tim utama akan meringkus?"
Mereka semua mengangguk.
"Memangnya kau pikir pergi kesana berempat saja?" Shin Jae tertawa. Tidak sanggup membayangkan bayangan superhero di kepala Tae Eul. Pasti gadis itu sudah berpikir untuk sok keren dengan menangkap mereka semudah menepuk nyamuk.
"Did i say it's only 4 people?"
Pertanyaan yang seharusnya tidak ditunjukkan kepada siapapun itu membuat seluruh pandang mereka fokus pada Detektif Park.
"Hah? Kita tidak berempat?!" Shin Jae berteriak dengan heboh. Sangat amat kaget.
"Aku kira aku sudah memberitahu kalian perihal anggota team yang baru." Detektif Park berkata dengan horor.
Mereka semua melongo. Siapa orang gila yang menawarkan diri untuk bergabung dengan team Violent Crimes Squad 3?!
"Hari ini? Kau yakin? Kau tidak salah memeriksa formulir atau sesuatu?" Tae Eul bertanya dengan nada khawatir. Ia tidak percaya ada orang sinting yang mau bergabung dengan departemen orang-orang seperti mereka.
Orang yang selalu menjadi superhero namun terlupakan.
"I-iya. Aku lupa ya bilang pada kalian?" Detektif Park meringis takut. Ia nampaknya sangat menyesal telah melupakan pengumuman tentang keputusan yang besar ini.
"Dimana orangnya?" Tanya Detektif Shim. Pria yang seumuran dengan Detektif Park itu melihat ke arah pintu masuk ruangan mereka dengan antusias.
Setelah terakhir menerima Tae Eul dan Shin Jae sebagai anggota team baru, akhirnya ia akan menyambut anggota baru lainnya.
"Ah aku lupa lagi. Aku menyuruhnya untuk tunggu di luar. Sebentar ya biar ku panggilkan." Detektif Park yang memang sudah 43 tahun dan merupakan anggota tertua di team memang harus sering kali di ingatkan karena ingatannya yang tidak lagi muda.
YOU ARE READING
The King Of Hiding
RomanceKasus itu kembali ke tangan team Violent Crimes Squad 3! Lee Gon- seorang pria berbahaya yang punya seluruh dunia di telapak tangannya. Jeong Tae Eul- wanita bernasib sial karena bertemu dengannya. Ketika Lee Gon yang seharusnya menyandera Tae Eul...
