Malam ini suasana hati kedua orang itu sedang tidak baik-baik saja, pertengkaran kecil mulai terdengar diantara keduanya. Di satu sisi, pria yang berperawakan tinggi mulai mendesah lelah mendengarkan ocehan dari pria mungil cerewet yang kini sedang mengeluarkan amarahnya.
"Udah berapa kali sih, gue bilang? Jangan suka nunda-nunda jam makan, Daniel! Lo tuh punya maag! Kalo udah sakit kaya gini siapa juga yang repot? Gue, anjing!" Lelaki bertubuh kecil itu harus menahan kesal karena sang pacar malah asik baca novel dengan judul HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS.
"Lo kalo nggak mau ngurus orang sakit, senggaknya jangan ngomong kasar ke gue! Lagian, gue juga nggak pernah minta di urusin sama lo, Lay!" Dengan tegas pria bernama Daniel itu membalas ucapan Lay.
Daniel dan Lay, merupakan sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama setahun. Mereka tinggal di apartemen yang sama...tidak! lebih tepatnya, Lay lah yang menumpang di tempat tinggal milik Daniel. Maklumi saja, Lay itu mantan anak jalanan dulunya. Tapi semenjak berpacaran dengan Daniel, pria 23 tahun itu menyuruh Lay untuk tinggal bersamanya.
"Niel, sorry. Gue nggak bermaksud ngatain lo" Lay yang tahu letak kesalahannya, mulai berujar pelan setelah beberapa menit mereka tenggelam di antara keheningan.
"Lay, kadang gue capek negur lo yang terus-terusan ngomong kasar ke gue. Seakan-akan tuh gue nggak ada harga dirinya banget. Usia lo saat ini udah nginjak 18 tahun, Seenggaknya hormatiin gue dikit kek. Gue ini pacar lo."
"Maaf, janji deh lain kali-"
"Ini udah janji lo yang ke seribu kali, sebanyak itupula lo terus-terusan bikin kesalahan yang sama. Kalo udah nggak nyaman sama hubungan ini, lo boleh pergi dari gue dan cari orang baru diluar sana."Jujur saja, itu hanyalah ancaman semata untuk Lay. Kadang anak itu tidak cukup di bilangin sekali, bahkan Daniel sempat kewalahan dengan sifat childish pacarnya.
"KOK NGOMONGNYA GITU SIH? LO NGAJAK PUTUS? IYA?" Lay yang mendengar semua ucapan Daniel tentu saja marah. Dirinya kan sudah minta maaf, kenapa Daniel malah ngomong ngelantur kemana-mana sih!
"Perasaan, gue nggak nyebut kata putus deh."
"Tapi perkataan lo yang tadi tuh nyakitin banget! Gue cuma takut lo masuk rumah sakit lagi karena penyakit sialan itu, Niel!" Oke, sudah habis kesabaran Lay saat ini. Bahkan air matanya sudah tak bisa ia tampung dan tumpah begitu saja.
Daniel yang melihat itu sontak bangun dari tidurnya dan mendekati Lay yang sedari tadi berdiri di tepi kasur.
"Hey, kok nangis sih?" Tangannya yang besar mulai membelai lembut pipi sang pacar.
"Hiks...Lay nggak mau putus sama Kak Niel...huaaa" Pecah sudah tangisan Lay, kalo kayak gini bagaimana Daniel bisa marah.
"Lay, Gue nggak minta putus sama lo. Yang tadi itu ancaman doang, astaga!" Lihat, sekarang Daniel lah yang menjadi panik akibat ucapannya sendiri.
"Ja-jadi beneran nggak putus kan?" Lay bertanya dengan nada pelan sambil sesenggukan.
"Nggak, sayang."
"Janji nggak boleh ngomong gitu lagi, lho."
"Okey, i'm promise."
"Lay cinta Kak Niel, hehehe"
Ah, bagaimana sanggup Daniel melepas kekasih lucunya ini? Jika hanya dengan senyumannya saja, ia sudah jatuh cinta berkali-kali.
-Tag
AsterAzalea, PhoenixWriter_, lorddevil__, eya7sia, CandleMits, YooFreiZhuh, RaindeAlthera
YOU ARE READING
MACARON - □ Tugas 3 Phoenix □
RomanceHubungan percintaan itu nggak selalu manis kaya Macaron dan nggak selalu mulus kayak kertas HVS. Pasti ada aja noda-noda nggak ngenakin yang menghiasi hubungan lo, right? Entah itu kesalahpahaman, kurangnya kedewasaan, atau rasa egois. Sama kaya hub...
