"Kau tahu Sam, katanya cinta itu artinya kalah. Kalau kau menyatakan cintamu duluan, artinya kau sudah kalah"
"Aku mencintaimu Yu"
"Bodoh"
***
Sam berlari secepat yang ia bisa, mencari tempat sembunyi yang paling aman adalah tujuannya saat ini. Tubuhnya sudah kelelahan. Ia tidak sanggup lagi berlari, namun orang-orang berpakaian hitam yang mengejarnya belum juga lelah.
Sam, detektif muda yang kebetulan terjebak dalam kasus perdagangan narkoba. Awalnya ia hanya detektif baru didalam timnya yang sedang menyelidiki kasus narkoba.
Lalu, tim barunya itu menemukan petunjuk bahwa sebuah klan besar menjadi dalang dari perdagangan narkoba itu.
Sam yang belum sepenuhnya beradaptasi hanya mengikuti penyelidikan tanpa mengeluh dan kadang tidak terlalu mengerti pekerjaannya. Hanya menjalankan perintah atasan.
Sampai akhirnya, sebulan lalu, tiba-tiba atasan Sam datang ke rumahnya dengan wajah ketakutan setengah mati. Atasannya itu memberikan dua disk kepada Sam dengan sebuah pesan yang membingungkan.
'Disk ini bisa menghancurkan klan sialan itu! Kau simpanlah! Jangan dibuka jika kau mau hidup, suatu saat berikan kepada orang yang kau anggap punya kekuatan untuk melawan klan itu. Jangan serahkan kepada sembarang polisi. Mereka tidak bisa dipercaya'
Seminggu setelahnya, atasan Sam ditemukan meninggal dunia karena jatuh dari tebing.
Lalu setelahnya, secara berturut-turut semua orang di tim Sam mengalami kecelakaan aneh. Ada yang meninggal dan ada yang masih koma di rumah sakit. Sam satu-satunya yang masih selamat.
Kejadian itu membuat Sam sadar kalau ini bukan kebetulan. Ada seseorang yang memang menargetkan timnya. Dan hal yang pertama terpikirkan oleh Sam adalah pemilik dari disk itu. Milik 'klan' yang diduga sebagai dalang perdagangan narkoba terbesar di Taiwan.
Sam takut. Karena sepertinya target selanjutnya adalah dirinya. Sebagai anak baru dia tidak tahu harus melakukan apa. Tidak tahu harus meminta tolong pada siapa.
Dugaan Sam benar. Beberapa hari kemudian, seseorang masuk ke rumahnya. Menggeledah rumah Sam hingga hancur berantakan. Saat Sam ingin melaporkannya, kepalanya dipukul.
Sam tidak ingat setelahnya. Yang jelas, saat terbangun, Sam harus berhadapan dengan penyiksaan yang tidak ada habisnya.
Orang-orang yang menculiknya terus bertanya keberadaan disk itu.
Sebenarnya Sam hampir menyerah dan ingin memberitahu semuanya. Tapi harga diri sebagai detektif dan rasa keadilannya, membuat Sam mempertahankan informasi itu.
Sam tidak tahu berapa lama dia ditahan oleh orang orang itu. Mungkin sudah 3 hari, entahlah. Sam hanya bisa mengira-ngira lewat gerak gerik penjaga yang berdiri di depan pintu.
Selama Sam di sana, ada dua penjaga ya bergantian menjaganya. Sam menduga mereka pasti berganti setiap setengah hari. Dan jika dihitung, kemungkinan ini sudah 3 hari.
Lalu akhirnya hari ini Sam mendapat kesempatan untuk kabur. Entah bagaimana, tiba-tiba ada masalah yang membuat semua orang sibuk dan pergi dari ruangan Sam.
Mereka bahkan lupa untuk mengikat kembali Sam yang habis dipukuli.
Sam yang ditinggal sendiri mencari cara untuk bisa membuka pintu yang dikunci. Menggunakan segala teknik yang ia tahu. Hingga akhirnya pintu terbuka.
Saat itulah Sam kabur. Meski tidak lama orang-orang sadar dan mengejar Sam.
Sam keluar dari bangunan yang cukup luas itu. Berlari di hutan buatan hingga melompati gerbang yang cukup tinggi.
