Prologue

424 23 9
                                        

"Kamu sendirian?" ucap seorang anak laki-laki berambut coklat dan bermata biru dengan penutup mata yang menutupi mata kanannya.

"Huh? Uh ... Hmn ...." Yang diajak bicara hanya bergumam kecil.

"Apa kamu ... Mau jadi temanku?" Anak laki-laki berambut coklat itu mengukir sebuah senyuman hangat dan mengulurkan tangannya, menunggu lawan bicaranya menjabat tangannya.

"K-kau ingin berteman denganku?" Anak berambut hitam yang menjadi lawan bicara anak berambut coklat itu bertanya, melemparkan tatapan tidak percaya pada lawan bicaranya.

"Tentu saja, kenapa tidak?"

"Ta-tapi orang bilang ... Aku anak aneh-"

"Kamu sama sekali tidak keliatan aneh bagiku, jadi ... Apa kau mau berteman denganku?" Masih dengan tangan yang menunggu untuk dijabat.

"A-aku mau ...," ucap anak berambut hitam itu, yang kemudian menjabat tangan anak yang di depannya.

"Oh ya, namaku Romansyah, panggil saja Roman. Dan kamu?"

"Azuya, Azuya Surya."

"Senang berteman denganmu Azuya!"

"Senang berteman denganmu juga, Roman!" Azuya mengukir senyuman manis di bibir tipisnya.

.
.
.

"Oh ya, Roman, aku boleh bertanya?" Azuya membuka suaranya, menatap Roman penasaran.

"Iya, silahkan!" jawab Roman sembari tersenyum hangat.

"Kenapa kau selalu menutup mata kananmu?" Pertanyaan Azuya membuat Roman sedikit gugup awalnya.

"Oh itu ... Ahaha ... Kamu tahu heterochromia tidak?" Azuya menggeleng.

"Itu apa?" Mendengar itu, Roman menggerakkan tangannya, perlahan membuka penutup mata yang ia kenakan. "Ini yang disebut heterochromia Azuya."

Azuya terpana melihat mata Roman yang berbeda warna, itu pertama kalinya ia melihat mata orang berbeda warna.

"Hei, kau mendapatkan mata itu darimana? Itu terlihat keren! Apa aku juga bisa memilikinya???" ucap Azuya bersemangat.

"Hahaha ... Maaf Azuya, tapi mata ini sudah ada sejak aku lahir, dan aku juga tidak tau kenapa aku bisa mendapatkan ini." Azuya sedikit kecewa mendengarnya.

Roman yang melihat raut bahagia Azuya yang berubah menjadi sedikit sedih, mencoba menghibur anak itu.

"Azuya, kamu tahu tidak?"

"Hm?"

"Kamu itu tidak perlu terlihat keren karna ingin keren, karna kau sudah keren di mataku," ucap Roman sekali lagi sambil tersenyum.

"Sebenarnya aku sama sekali nggak ngerti, tapi ... Makasih ... Oh ya, mata itu, kau tidak perlu menyembunyikannya, itu keren!"

"Ok, aku akan memperlihatkan mataku ini pada semua orang!!!" jawab Roman dengan semangat.

᯾To be continued༄

Author note : ok....aku, mo nyoba remake cerita lama yang menurutku cringe....

So bye

Selamat menikmati!

From Friend to Lover [RomanZuya]Histórias para pegar e não largar. Descubra agora