Sekolah

8 2 6
                                        

Pagi hari yang cerah dengan aman dan damai dengan sinar matahari yang belum sepenuhnya terbit. Disebuah kamar seorang perempuan cantik sudah melakukan rutinitas paginya. Perempuan itu sudah menyiapkan beberapa buku dan alat tulis kedalam tas sekolahnya. Setelah selesai semuanya, dia segera pergi menuju kamar sebelahnya untuk membangunkan seseorang yang tengah tertidur.

Tok tok tok

Pintu diketuk dengan kencang dan membuka pintu kamar dengan hati-hati menuju gorden kamar itu dan membukanya. 'srek', gorden terbuka dan menampilkan kamar yang rapi dengan empat orang didalamnya yang masih tertidur pulas dengan selimut hangat masih menempel ditubuhnya. Perempuan cantik itu pun segera membangunkan keempat anak itu dengan lembut seraya tersenyum kecil saat anak tersebut mulai terusik dan bangun dari alam mimpinya.

"Duduk dulu. Minum airnya terus mandi ya. Mama mau kekamar sebelah dulu." Ucap perempuan cantik yang sudah berada diambang pintu. Dibalas anggukan dan gumaman yang keluar dari anak-anak itu, diapun menutup pintu dan menuju kamar sebelahnya.

Jam sudah menunjukan pukul 06.12 yang membuat Mansion semakin ramai karena dihuni lebih dari enam puluh orang termasuk pelayan. Mereka akan berangkat kesekolah, masih pagi memang, namun karena sekolah mereka yang relatif jauh itu maka mereka terpaksa bangun pagi-pagi untuk berangkat bersama. Meskipun begitu mereka tampak antusias dengan itu.

"Lya, nanti kamu pulang jam berapa?" Tanya seorang perempuan cantik berambut coklat dengan manik biru Sapphire'-nya yang indah. "Nggak tau Bun, tapi dari grup kelas ada rapat guru. Jadi mungkin pulang jam 10.40." Jawab perempuan cantik berambut hitam panjang dengan manik Biru Sapphire'-nya.

"Nanti kalo pulang telpon Kakak ya, nanti salah satu dari kita yang jemput, oke?" Laki-laki berambut coklat dengan manik hijau emerald-nya.

"Oke dehh, kalo gitu Lya berangkat dulu.."

"Iya, hati hati ya.."

"Iya Bun. Ayah ayo cepet!"

"Sebentar."

"Ara, sepatunya kebalik lohh. Rei jangan tidur disini, sama Rie disofa aja oke. Rayfan, Rayyan jangan lari nak. Lynn jaga adeknya bentar. Kanna, jangan tidur sambil jalan nak!" Ceramah pagi setiap hari, hadiahnya apa nihh. Sumpah capek lohh, mana nih anak unyu (setan) kagak pernah bener lagi. Capek banget, pengen rasanya hibernasi kaya Kanna yang setiap hari tidur tapi pinter--

Oke, saatnya berangkat, Tujuan pertama SD Nusantara 3. Setelahnnya SMA Negeri Nusantara 7 dan Kampus Cempaka. Terakhir tempat Ayahnya bekerja.

Tujuan pertama, SD Nusantara 3. Anak-anak udah turun, langsung masuk gerbang sekolah sambil menyapa teman-temannya. Lalu mobil yang mereka tumpangi melesat menjauh dari sekolah tersebut menuju tujuan berikutnya, SMA Negeri Nusantara 7, tempat Lya dan Retha bersekolah. Meskipun berumur lima belas tahun, mereka telah masuk SMA kelas 3 dengan Beasiswa. Cukup sulit juga sebenarnya untuk masuk kesekolah biasa, jadi mereka memilih untuk lompat kelas ke SMA. Umur tujuh tahun Lya dan Retha sudah bisa masuk Universitas dan lulus setelah satu tahun disana. Sama dengan Keempat Kakak kembarnya, masih terlampau muda, jadi mereka mengulang sekolah kembali, mereka juga punya alasan tersendiri untuk itu, menikmati masa remaja seperti anak-anak pada umumnya. Keluarga mereka setuju akan hal itu, namun mereka tidak diperbolehkan menggunakan nama belakang mereka, atau lebih baik menggunakan nama samaran. Jadi mereka masih bisa menikmati masa remajanya dengan tenang. Jika ada yang berani menyakiti mereka, siapkan mental kalian.

"Yosh, akhirnya sampe juga. Enak ya jalan pagi kesekolah. Yaa meskipun tetep diantar ayah sih, tapi paling seru sama Lya-chan hehehe." Ucap Retha dengan semangat membara karena ini hari pertama mereka masuk SMA. "Iya, aku setuju dengan mu." Jawab Lya dengan tenang disertai senyum tipis andalannya.

Kost BMWhere stories live. Discover now