BY GSÇHÄ
- - - -
S T A R B O Y S E R I E S I
- - - -
WARNING !
MATURE CONTENT
21+
TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR!
- ★ -
Malam yang gelap dengan suara gemuruh petir begitu menakutkan bagi seorang gadis bersurai coklat panjang yang menjuntai indah, tubuh moleknya berbalut gaun putih tipis sebatas lutut, netra coklat madunya menunjukkan rasa takut teramat sangat pada sosok seorang pria yang mengejarnya seperti seekor predator ditengah kegelapan hutan pinus yang lebat. Peluh menghiasi wajah cantiknya, kulit seputih porselen itu tergores ranting kayu dan batang tanaman berduri. Rasa pedih pada lukanya bahkan tidak sedikipun menyurutkan langkah kakinya untuk terus berlari menyelamatkan diri. Suara derap langkah kaki yang menyusul dibalik tubuhnya kian semakin mendekat, membuat nyalinya menciut seperti tertiup angin. Tetapi, Madenna harus pergi dari sini. Niatnya tidak boleh goyah, meskipun jantungnya berpacu gila dan kakinya kini sudah terasa ngilu. Dia terus berlari menjauhi orang tersebut. Namun, sebuah bongkahan batu licin yang dia pijak membuatnya terjerembab dan tersungkur diatas tanah. Mata cantiknya mengedar dilikupi oleh perasaan takut, cemas dan gelisah. Madenna mencoba bangkit, tetapi kakinya terkilir dan dia tak dapat berbuat apa-apa selain menangisi kebodohannya. Tak patah semangat, Madenna berusaha bangkit berdiri walau sekujur tubuhnya terasa sakit luar biasa. Pijakannya goyah dan dia malah terjatuh untuk yang kedua kalinya karena tak sanggup menopang berat tubuhnya sendiri.
Kumohon.. Jangan..
"Stop, Running away from me.. Bunny." Suara serak seorang pria dibalik tubuhnya, membuat Madenna tanpa sadar mengucurkan airmata. Dia mengutuk dirinya sendiri karena terlalu lemah dan tidak berdaya untuk melarikan diri dari jeratan sang monster.
Siluet tubuh seorang pria dengan mata hitam legam itu bersinar bak predator yang telah menemukan mangsanya didalam kegelapan hutan. Jemari dengan urat-urat menonjol juga ukiran tatto disekujur tubuhnya sukses membuat lawan bicaranya menjadi gemetar ketakutan dan merasa terintimidasi. Madenna menunduk, dia tidak berani untuk menatap sepasang mata tajam yang sangat dia takuti. Kulitnya memerah karna tidak tahan pada udara dingin yang terasa menusuk kulit. Lelehan air mata terjun melewati pipinya, dengan bibir mungil berwarna merah muda yang bergetar menahan suara tangisan. Pemandangan ini terlalu manis dan menggiurkan untuk Steven lewatkan. Netra coklat madu itu berbinar redup diliputi oleh kesedihan, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa iba dan ingin melindungi. Sepasang netra hitam sekelam malam Steven berkabut oleh sinar obsesi mengerikan. Jemari pria bersurai hitam arang itu bergerak seduktif menghapus air mata dipipi gadis yang sangat dia puja.
Madenna gemetar, kedua tangannya mengepal erat. Gadis itu merasa sangat jijik dan membenci Steven.
Steven tersenyum, hal itu malah semakin mengintimidasi Madenna yang kini bergerak mundur dan mencoba untuk memberi jarak dari tubuh pemuda tersebut. Reaksi menggemaskan gadis itu sukses membuat Steven tertawa keras, merasa tingkah Madenna sangat lucu. Dia tidak perduli jika Madenna akan semakin membenci dan mengutuknya sampai akhir hayat gadis itu. Hanya dengan melihat sinar ketakutan dari matanya yang indah, Steven sudah merasa puas. Ini membuatnya semakin senang dan ingin terus berbuat hal nekat, agar Madenna akan selalu takut padanya. Sehingga tak ada celah sedikitpun untuk gadis itu berani meninggalkannya. Bahkan jika perlu, dia akan membuat gadis itu cacat agar Madenna terus bergantung hidup padanya.
"You think you can run from me?" Steven mencengkram kaki putih mulus Madenna, kuatnya tekanan tangannya meninggalkan bekas ruam kemerahan dikaki gadis malang itu. Madenna memekik, tangannya dicekal oleh Steven. Membuatnya tak dapat berkutik.
"To-tolong.. le-lepaskan aku. hiks.. hiks.. ku-kumohon..." Rintihan kesakitan dari suara lembut tak berdaya itu adalah hal yang sangat Steven sukai dari gadisnya. Bulu mata lentik itu mengerjap dihiasi oleh linangan airmata. Sakit yang Madenna rasakan, membuatnya sulit untuk berpikir. Semakin lama dia merasa terpuruk pada keadaannya dan nyaris gila. Ingin sekali, dia berteriak didepan wajah Steven. Menyumpah serapahi, mengutuk dan menumpahkan seluruh amarahnya yang selama ini dia pendam. Sayangnya, Madenna tak memiliki cukup keberanian untuk melakukan itu, apalagi melawan Steven.
Hembusan nafas hangat dengan aroma mint menerpa wajahnya, mata mereka beradu dengan sorot yang berbeda. Steven tersenyum manis diselimuti oleh euforia kesenangan dan Madenna yang menatap tajam, tertekan akan perasaan benci yang mengakar didalam benaknya atas perlakuan semena-mena Steven padanya selama ini. Pemuda itu mengecup pipi, hidung dan bibir gadis itu penuh kelembutan. Sejenak membuat Madenna terdiam dan terbuai oleh perlakuannya. Ingatannya terlempar pada masa - masa indah bersama pria yang telah lama dia sukai diam - diam. Pemuda dengan segudang problematika dan masalah yang tiada habisnya. Kecupan lembut itu berubah menjadi lumatan penuh gairah, gejolak birahi menguasai pemuda itu. Dia menekan Madeena agar membuka mulutnya lebih lebar, merayunya untuk saling berpangut lidah dan bertukar saliva.
Steven tidak memberikan Madenna waktu untuk bernafas sedikitpun, membuat gadis itu merasa sesak. Dia kesulitan mengambil nafas disaat debaran jantungnya berdegup kencang dengan pikiran dan perasaan yang tak menentu. Steven menjilat bibir Madeena, tangannya yang satunya dia arahkan untuk memukul tengkuk gadis itu hingga Madenna kehilangan kesadarannya. Menyudahi ciuman panasnya. Benang saliva tipis terjalin diantara mereka. Bibir Madenna mengkilap basah oleh sisa saliva. Pemuda jakung itu lantas mengendong tubuh molek Madenna dengan mudah, menyorot kelam jalan setapak yang mereka lewati. Madenna jatuh pingsan didalam rengkuhan Steven. Membuatnya tak lagi berkutik, disaat pemuda berwajah tampan tersebut membawanya kembali kedalam dunia 'indah' yang sudah lama telah ia persiapkan. jauh sebelum Steven menemukan 'wanita pilihan' nya, Madenna Bachmid Agleon. Putri semata wayang dari John Agleon -musuh sejati, keturunan Darioz.
"Tak ada seorangpun yang bisa mengambilmu.. dariku, Madenna."
"Kau akan hidup selamanya bersamaku. Sampai kau mati." Steven tersenyum miring, dia tidak akan pernah melepaskan Madenna.
Tidak akan.
- - - -
YOU ARE READING
Bad Influence.
RomanceR - [21+] : angst, stalker, rape, bdsm, sadistic, dark romance, redflag and freedom. _____________ ''Jadilah gadisku yang manis, Madenna." - Steven Monjack Darioz. Madenna adalah puncak sosialita. Kecantikannya yang mengagumkan menarik perhati...
