Aku akan menceritakan sepenggal kisah ku semasa SMA. Kisah ku bersama dia, seseorang yang bisa membuat ku tersenyum disaat aku terpuruk. Seseorang yang selalu ada untuk ku dikala aku merasa ingin menyerah dalam hidup ini.
Dia adalah sahabat sekaligus cinta pertamaku, dia yang telah mengajarkan ku apa itu ikhlas yang sesungguhnya. Mengikhlaskan kepergian orang-orang yang tersayang. Dia yang selalu tegar apapun keadaannya.
Aku tak pandai membuat kisah klasik untuk menceritakan bagaimana baik nya dia kepadaku. Aku hanya akan menceritakan beberapa kenangan bersamanya yang masih ku ingat dengan jelas Sampai sekarang.
Aku menulis ini untuk mengungkapkan betapa berharganya dia dalam hidupku. Betapa rindunya hati ini ingin bertemu dengan nya di syurga nanti. Dan aku menulis cerita ini untuk mengucapkan terimakasih kepada sosok nya.
Bagaimana sosoknya yang selalu memberikan senyum kepada semua orang, tapi sosoknya yang tak pernah dianggap ada. Aku sedih disaat aku mengingat kembali memori lama bersama nya.
Kukira dia kuat tapi ternyata, dia sama rapuh nya sepertiku. Dia berusa menutupi lukanya dibalik senyum manis nya, senyum yang sampai sekarang masih kurindukan. Sampai sekarang sosoknya pun masih kuingat dengan jelas.
Hatiku ingin berteriak disaat aku tau, kalau dia sudah tidak ada lagi bersamaku. Melupakan semua janji-janjinya, janji untuk selalu bersamaku. Aku ingin marah kepada semua orang yang telah menyakitinya.
Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dalam diam. Merutuki diriku sendiri, karna aku tak bisa berbuat apa-apa untuknya. Hingga nafas terakhir nya pun aku tidak ada bersamanya.
Aku senang, karna semesta telah mempertemukan ku dengan nya. Walaupun pada akhirnya kita tak bersama, tapi setidaknya dia pernah ada dalam hidup ku. Menemaniku di saat semua orang pergi meninggalkan ku sendiri.
( Ditulis pukul satu dini hari saat bulan termenung sendiri tanpa bintang dan di temani dengan secangkir kopi yang mulai dingin terkena hembusan angin)
Terimakasih karena telah hadir dalam hidupku walau hanya sesaat.
Selamat malam, Nana♡
Lampung, 26 Desember 2020
YOU ARE READING
DON'T QUIT!!
Romance"jangan pernah salahkan dirimu atas semua yang telah terjadi."Nathan Ardhania Rangkabumi "kamu adalah halaman awal dari kisah ku dan dia adalah akhir dari kisahku."Deolinda Agista Indah "aku akan berusaha untuk selalu ada di sampingmu dan menunggumu...
