#01

28 8 0
                                        

"Bangke emang uke satu ini kalo tidur udah kyk mati suri

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Bangke emang uke satu ini kalo tidur udah kyk mati suri." Ocehnya.

Ia melangkah dengan penuh emosi yg meluap bagaimana tidak, dia akan bener² terlambat kalau sahabatnya ini tidak merespon pesannya.

Theo Pov

"Pagi tante, nattanya belum bangun ya?" Tanyaku. Wanita paruh baya yg tengah menyiram tanaman di halaman depan rumahnya hanya mengangguk tanda mengiyakan.
Tak lama ia memasuki rumah megah milik sahabatnya itu lalu berjalan menuju kamarnya.

"Natta's Room." Gumamku. Tanpa pikir panjang ku lemparkan beberapa benda² kecil yg ada disekitarku. Beruntung lemparanku mengenai sasaran dan ya dia terbangun dari mati surinya.

"Apasih banci ah ganggu orang lagi tidur aja.. Gabut lo." Ocehnya setengah sadar.
"Tidur atau mimpi ngewe lo hah?! Bangun kagak lu! Jan sampe gw bakar kamar lo ye munaroh! Hari ini ospek pertama bego kalo kita dihukum itu salah lo bukan salah gw."

Pria mungil yg tengah beradu argumen denganku pun langsung duduk tersiap mendengar kalimat terakhirku.

God please cabut nyawa dia sekarang!

Theo Pov end

Matheo Antares Saputra

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Matheo Antares Saputra

Cukup lama kedua lelaki mungil ini menempuh perjalanan sampai akhirnya mereka tiba di KWANGYA HIGH SCHOOL tempat mreka menimba ilmu 3th kedepan.

"Buru nat telat kita." Oceh Theo. "Sabar kali ah ini helmnya susah." Jawab Natta sembari berusaha melepaskan helm yg ada dikepalanya.

Merekapun berlari menuju hall tempat ospek berlangsung. Dan ya, seperti dugaan Theo sebelumnya, mreka terlambat.
"Woy kalian!" Teriak seseorang. Mreka berdua berjalan menunduk menuju sang sumber suara. Karna sejujurnya, mreka takut sejadi²nya. Takut dihukum atau sejenisnya. Mau gimana lagi? Toh ini kesalahan mreka kan?

"Kenapa terlambat? Lo fikir sekolah ini punya bapak lo hah?!" Tanyanya. Ralat bentaknya.
"M-maaf kak. Tadi ada insiden kecil" Jawab Theo. "Masuk barisan kalian sana! Gw gak ada tenaga buat marah² hari ini." Titahnya.

Theo dan Nattapun berjalan menuju barisan dan bergabung dengan yg lain untuk mengikuti kegiatan ospek hari ini.

Nattha Pov

"Gila kaki gw mati rasa skrang. Gak ngotak sumpah masa kita berdua muterin lapangan segede gaban, mana panas lagi" Ocehku yg dibalas dengan jitakan dari Theo.

"Yaudah sih ah gw juga udah minta maaf kan ke lo. Maafin kek.. Gak baik tau marahan lama²." Rayuku. Biasanya, cowo bakal luluh kalau ngelawan aegyo. Jujurly, gw jijik aegyo didepan Theo. But gimana lagi dripda ntar gw sekolah sendirian ya kan.

"Iya iya gw maafin, gak usah masang muka kyk gitu please eneg gw." Ocehnya. "Balik ayo dripda kena semprot osis lagi." Ajakku.

Natta Pov end

Nattaniel Han Antariksa

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Nattaniel Han Antariksa

Tanpa mreka sadari, para osis di ujung lapangan tengah sibuk memperhatikan dua lelaki mungil tersebut.

"Cantik juga ternyata. Nyesel gw kasih hukuman yg berat ke mreka. So fucking cutie all them."
"Mana bohai lagi. Manis, cakep, lucu, imut, cantik, beuh paket lengkap njing. Mantan gw aja kagak gitu"
"Sabilah ini mah"


▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭

First story. Semoga kalian suka.
Sorry kalau banyak typo dan agak cringe..
Enjoy the story chingu (⌒o⌒)

Love HateWhere stories live. Discover now