Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Chapter 1

28 4 1
                                        

Wajah lesuh dan sikap badan yang tegap. Berjalan tanpa melihat kiri kanan,sorot mata yang tajam. Tidak sedikit pun memberikan senyuman manis untuk orang sekitarnya.

Duduk di kursi paling belakang,dan langsung membuka cerita. Terbahak bahak tertawa dengan teman temannya.

"Chaa...."

Saut danya yang duduk disebela wanita yang dari tadi melirik sini ke arah cowok yang duduk dibangku belakang kelas. "Bising bangett!" Gumam acha sembari melirik cowok cowok dibelakang.

"Chaa, lo sinis banget si liat merekaa.."

"Seram tauu.."

Saut danya, acha yang tidak sadar langsung menghadap pandangannya kedepan. Sesekali melirik ke belakang. Kesal sekali melihat mereka yang pagi pagi sudah bernyanyi.

Salah satu diantara laki laki tadi,ada yang sadar saat acha melirik ke arah mereka. Namun salah satu dari mereka ada juga yang sengaja. Bahkan ada yang tidak begitu peduli.

Yang tidak peduli bukan lain,laki laki yang sangat acha tidak sukai di sekolah,bahkan di kelas. Karena tingkahnya yang menjengkelkan sekali. Bahkan mereka tidak perna saling menyapa dan melirik pun hampir tidak pernah.

Menginjak 1 tahun lagi akan tamat SMA mereka tetap tidak perna saling berbicara.
Sesekali berkelompok pun tidak pernah berbicara.

"Chaa! Lo sadar ga? Bentar lagi kita tamat"

"Gila sii..,pasti gue rindu banget sama lo."

"Elo,abil,sasha,libra, arga lainya"

Cetus danya,danya yang juga dari tadi asik berbicara. Acha bosan sekali mendengarnya, bagaimana tidak bosan hampir setiap hari danya berucap seperti itu.

"Gue tau danyaa, itu itu mulu.."

🌻🌻🌻🌻

cacha dan teman kelasnya jarang banget bersosialisasi apalagi dengan teman kelasnya yang lelaki.baginya semua memiliki sifat yang sama dan menjengkelkan. acha hanya berbaur dengan orang orang yang menurutnya cocok untuk ditemani dan menguntungkan satu sama lain.

bau bau perpisahan sekolah sudah tercium jelas. adanya rasa kekhawatiran antara banyak ketakutan untuk saling berpisah dan saling melupakan.terutama teman teman yang selalu ada mungkin merupakan hal normal dan akan menjadi hal terbiasa nantinya.

"rasa trauma lo yang berlebihan ga bakal buat lo berani untuk kenal orang baru cha... percaya deh sama gue" tegus sasha yang dari tadi melihat wajah acha yang merenung.

setelah kejadian kemarin acha takut dan tidak percaya dengan sebuah perasaan. baginya semua sama saja,terutama soal menghargai.kehilangan orang lama sangat menyiksa perasaannya.memilih untuk menghilang dan menghindar,cara untuk saling menjaga perasaan satu sama lain.

"tau apa lo....."

"trauma apaan?... santai aja shaa"

gumam acha,sayangnya abil dan sasha lebih tahu perasaanya yang sebenarnya acha sembunyikan.kejadian ini bukan hal yang terjadi sekali dua kali.walaupun,kejadian terakhir ini menutup kemungkinan acha memutuskan pertemanan dengan masa lalunya. tanpa adanya ikatan status. namun,hubungan acha dan masa lalunya hampir ke tahap komitmen. namun sayangnya kandas dengan kesalah fahaman antara satu pihak.

"lo bisa mulai dengan orang baru cha,banyak banget bahkan chaa..."

"berarti dia emang ga baik dong cha.seharusnya lo sadar kalau lo dimanfaatkan bukan dibutuhkan cha"

tegus abil,abil tidak sadar dengan ucapannya tadi kerena terlalu terbawa suasana emosi.sasha dan danya saja mendengarnya terkejud dan khawatir. ucapan abil tadi terlalu kasar untuk diterima acha yang baru saja pulih dari sakit hati.

DesemberStories to obsess over. Discover now