BAB 1 ( PERTEMUAN )

41 3 0
                                        

Pagi ini sekitar pukul delapan aku berniat ingin pergi belanja ke toko SALSABILA. Toko itu tempat langganan aku. Karena pekerjaan rumah sudah selesai aku mau sekalian mampir ke rumah kinan. Sudah lama juga aku nggak main ke sana. Kira kira sudah satu mingguan lah aku nggak ke rumah nya. Dengan menggunakan angkutan umum, aku pergi belanja. Karena jarak dari rumah ke toko tidak terlalu jauh, aku hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai tujuan.
Saat aku berdiri di depan toko aku melihat toko nya rame dan itu pasti. Karena selain yang punya toko nya ramah, pelayanan nya juga baik, dan harga nya juga terjangkau. Baru saja dua langkah aku berjalan ingin memasuki toko, tiba tiba saja ada seorang laki laki yang berjalan cepat menghampiriku. Aku sontak merasa kaget karena aku tidak mengenal laki laki ini.

"Siapa pun kamu, aku mohon bantu lah aku." Ucap nya dengan wajah yang begitu panik.

"Bantu apa?" Jawabku dengan bingung.

"Kalau nanti ada perempuan yang datang ke sini, kamu ikuti kata kata aku. Kita, pura pura pacaran."

"Apa? Pacaran.." Ucapku dengab kaget.

"Jangan kaget, nanti dia curiga."

Haduh, enak saja dia bilang aku jangan kaget. Bagaimana aku tidak kaget coba! Mau belanja malah di suruh pura pura jadi pacar orang. Menyebalkan.

"Devan." Perempuan itu berdiri tepat di belakang kita. Dengan cepat kita berdua menoleh ke arah nya.
Aku berdiri mematung dengan bingung. Sedangkan dia malah memegang tangan ku. Dingin. Itu yang ku rasa, aku menggigil. Keringat membasahu tubuhku. Jantung ku berdebar kencang seakan mau lepas dari tempat nya. Aku masih terdiam dengan mata terbeliak saat perempuan itu berjalan mendekat dan menatapku. bukan, lebih tepat nya menatap kita, aku dan laki laki ini. Perempuan itu tersenyum, sementara aku hanya bisa mengangguk kepada nya.

"Shila kenal kan ini pacar aku." Ucap laki laki ini dengan santai.

"Kamu gila Devan, orang yang lagi belanja kamu bilang pacar kamu."

Ya ampun, ko dia bisa tau ! Apa mungkin dia peramal? Tapi kan wajah nya cantik. Masa iya dia peramal.

"Aku serius Ashila, ini pacar aku. Nama nya Zea."

Hah, ko dia sebut nama Zea ! Itu kan nama ku. Kenapa dia bisa tau? Kan kita baru kenal. Ya ampun.. ini sungguh keterlaluan. Perasaan semalam aku nggak mimpi apa apa. Tapi kenapa pagi nya aku harus jadi pemain sinetron seperti ini. Apa mungkin ini hanya kebetulan? Entahlah, aku benar benar pusing.

"Benar, kamu pacar nya Devan?" Tanya perempuan itu sambil menatap  ke arah ku. Yah, untuk kali ini benar benar tepat ke wajah ku.

"I -iya." Jawabku dengan gugup.

"Sudah berapa lama kamu pacaran sama Devan?"

"Aku ..."

"Dua bulan." Devan menjawab. Syukurlah. Aku sedikit merasa lega.

"Nama kamu Zea?"

"Iya, tapi lebih tepat nya Nhafira zea cristty."

"Kalau nama depan kamu Nhafira, kenapa Devan memanggil kamu dengan sebutan Zea?"

"Karena itu nama panggilan sayang aku untuk dia." Jawab Devan sambil menggenggam tanganku dengan erat.

Eh, ini apa aku yang salah dengar atau memang dia yang salah ngomong. Panggilan sayang. Apa maksud nya coba? Sumpah. Acara belanja hari ini benar benar menyebalkan.

"Apa itu benar? Dia panggil kamu Zea."

"Iya." Jawabku dengan singkat saja. Karena aku benar benar takut kalau aku salah bicara.

DINDING KACAStories to obsess over. Discover now