Sajak pelepas

57 2 0
                                        

"Buang air besar membangunkanku, meninggalkan mimpi indah dari nyenyak subuhku tadi. Aku orang nya pelupa, tapi kenapa tentangmu serasa aku adalah manusia paling hebat tentang mengingat.
Atau mungkin si waktu yang terlalu jahat memutar kembali kisah kita.
Langkah pertama yang ku ambil seharusnya mengusap kedua mata, mengapa yang kulakukan menatap langit-langit mengingat kenangan yang tertata rapi.
Pada akhirnya memang aku harus menghapusmu, tidak ada baiknya untuk mengenang, mungkin nanti aku akan terlihat biasa saja. Tapi, jangan juga dijadikan orang asing.
Karena obat sakit ku adalah kau yang kujadikan sajak pelepas lara. Kau yang membuat ukiran senyuman dan tawa. Namun, meninggalkan sekarung renungan dan air mata.
Terima kasih atas perjalan indah pada pulau hatimu.
Sepatutnya aku terdampar saja.
Ah, jangan lagi bicarakan dulu sekarang.
Selamat tinggal mungkin adalah kata yang pantas."

Sajak pelepasWhere stories live. Discover now