Kita, untaian gelung kehidupan
Mengandung selaksa kisah dalam bisu
Kita mereguk racun yang membara
Dan berharap orang lain musnah karenanya
Kebatilan takkan binasa dengan sendirinya, maka
Bernyanyilah! Biarkan kata-kata menemukan jalannya.
~
Beberap...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Hm, bagaimana menjelaskannya ya, rasanya seperti mimpi yang kerap kali menyambangi ketika lelah mendera. Ketika berada pada titik puncak yang diimpikan oleh kebanyakan orang.
Mereka kerap kali berujar, bahwa aku bisa mendapatkan berbagai hal dengan mudah. Padahal kenyataannya, mereka tidak tahu, berapa kali aku ingin menyerah dan berpasrah diri. Sebelum sadar, menyerah bukanlah solusinya. Kau tidak akan pernah berhasil jika hanya berdiam diri.
Aku ingin berbagi kisah jika mereka seandainya bertanya. "Berapa banyak kegagalan yang kau dapatkan sebelum mencapai puncak?" atau, "Tolong ajarkan aku bagaimana caranya menjadi tangguh, tanpa peduli pada cibiran yang orang lain lontarkan."
Sayangnya sampai saat ini belum ada yang pernah menanyakannya.